CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 115


__ADS_3

Keadaan kampus sudah sepi mshasiswa sudah meninggalkan kampus yang ada hanya beberapa dari mereka yang masih menghabiskan waktu di sana.


Prisia berjongkok dengan kedua tangannya menutup wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya gemetaran terdengar tangisan histeris oleh Dyah dan Gracya.


Para penagih utang sudah pergi setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, Dyah mendekati Prisia dan mengelu pundaknya.


" Kakak baik saja mari Dyah bantu " kata Dyah, mengkode Green untuk membantu Prisia berdiri. Mereka duduk di tempat pemberhentian bis.


Dyah dan Gracya diam menunggu Prisia merasa tenang.


" Kenapa kamu menolongku padahal aku sudah bersikap tak baik padamu" kata Prisia.


" Dyah itu orangnya baik tidak memandang siapa pun dia pasti menolongnya" kata Gracya, sedikit kesal.


" Gracya" kata Dyah, menatap Gracya Prisia tersenyum.


" Terima kasih bantuannya aku akan menggantinya" kata Prisia.


" Mengganti pakai apa? " Gracya.


" Gracya diam" kata Dyah.


" Kalian tenang saja aku pasti menggantinya sekarang aku sedang mencari pekerjaan " kata Prisia, menatap mereka dengan senyuman.


" Gimana kakak kerja di restoranku kebetulan hari ini aku ke sana untuk membukanya sepertinya aku terlambat" kata Dyah, dengan senyuman.


" Aku mau nanti gajinya dipotong untuk membayar utangku" kata Prisia. Dyah tersenyum, Gracya hanya menggelengkan kepalanya melihat kebaikan sahabatnya.


Dyah memesan taksi online menuju Restoran yang diwarisi oleh keluarga ibunya padanya.


Restoran XX merupakan usaha milik kakek dan nenek Dyah orangtua dari ibunya, restoran ini mereka bangun setelah mereka mengusir ibu dan ayah Dyah dan usaha lamanya di hancurkan oleh keluarga ayah Dyah.


Restoran ini mereka bangun setelah mereka menjual rumah dan hasil penjualan rumah itu mereka membangun restoran, sampai saat ini menjadi sukses dan di kenali orang banyak.



Taksi yang mereka pesan sudah sampai di restoran setelah Dyah membayar taksi mereka turun. Dyah melihat restoran dihadapannya dengan menghela nafasnya.


Restoran


Aquira, mami Atika dan papi Ammar sudah sampai di restoran milik Dyah tidak hanya mereka menunggu kedatangan Dyah tapi juga Manager dan pelayan menunggu bos baru mereka.


" Nek kenapa bunda lama datangnya Ira kan tak sabar" kata Aquira memajukan bibirnya mami Atika dan papi Ammar tersenyum.

__ADS_1


" Sabar sayang bunda kan masih di kampus" kata mami Atika, walau cemberut Aquira menanggukan kepalanya.


Bibi dan Fathan juga sudah datang sepulang dari sekolah mereka langsung ke restoran dan duduk bersama Aquira dan lainnya.


Dyah, Gracya dan Prisia memasuki restoran membuat semua mata tertuju pada mereka.


" Pak siapa lagi mereka mungkin antara mereka ada nona Dyah? " salah satu pelayan.


" Biar saya yang tanya kalian bersiaplah" kata manager.


Manager mendekati Dyah dan lainnya yang masih berdiri di pintu masuk.


" Maaf apakah diantara kalian ada yang bernama nona Dyah?" Manager. Gracya menunjuk Dyah di sampingnya.


" Selamat siang nona kenalkan saya Rangga manager, kami sudah lama menunggu anda untuk mengurus restoran ini" kata manager, Ryah tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Manager mempersilahkan mereka masuk dan manager memperkenalkan Dyah pada pelayan lainnya.


" Bunda" teriak Aquira meambaikan tangannya, Dyah tersenyum mengajak kedua temsnnya fuduk bersama keluarga Alexanders.


" Mami percaya padamu dapat mengurus restoran ini soal caffe kamu tidak permasalahkan karena mami sudah mencarikan orang untuk mengurusnya" kata mami Atika.


" Terima kasih mami Dyah memang ingin untuk sementara ini fokus terhadap restoran ini" kata Dyah, tersenyum.


" Ya kakak akan bekerja di sini" kata Dyah.


Kemudian Dyah pamit pada mereka untuk bicara pada manager dan pelayan lainnya dia juga mengajak Prisia bersamanya, mereka duduk tak jauh dari keluarga Alexanders.


Manager dan pelayan restoran terkejut ternyata cucu dari pemilik restoran memiliki hubungan dengan keluarga Alexanders.


" Begini pak dan untuk kalian saya ingin mengganti nama restoran ini menjadi Dyah Restoran agar lebih diingat oleh orang dan satu lagi ini kak Prisia dia akan menjadi bagian dari kita" kata Dyah.


Prisia menanggukan kepalanya dan memperkenalkan dirinya.


" Sebaiknya kita besok buka untuk umum sekarang kita makan bersama untuk menjalin keakraban" kata Dyah.


" Terima kasih nona" sahut mereka, Dyah kembali menemui keluarganya sedangkan Prisia membantu pelayan.


Pelayan menyiapkan semua makanan yang menjadi favorit di restoran untuk merayakan Dyah menjadi pemilik baru restoran dan hubungan kerja sama ini berjalan dengan baik.


" Sayang dimana Azka kenapa dia tidak datang?" papi Ammar, tidak melihat kehadiran putranya.


" Mas Azka tadi menghubungi Dyah mi katanya untuk beberapa hari dia sangat sibuk dan lembur" kata Dyah, mereka menanggukan kepalanya.

__ADS_1


Setelah makan bersama Dyah dan lainnya pamit tidak lupa untuk mengatakan pembukaan Dyah Restoran esok harinya dan memberikan diskon 2% untuk setiap menu.


Kediaman keluarga Alexanders.


Mami Atika mengajak Dyah dan Fathan ke rumahnya untuk membicarakan lamaran antara Azka dan Fathan, Bibi mengajak Fathan dan Aquira untuk istirahat di kamar.


" Sayang mami ingin membicarakan sesuatu " kata mami Atika, memegang tangan Dyah. Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya.


" Begini sayang mami ingin melamarmu secara resmi dan di saksikan oleh keluarga lainnya, gimana menurutmu? " mami Atika.


" Dyah setuju mi, Dyah akan menghubungi pak dan bu Rt tempat tinggal lama Dyah menjadi wakil untuk ibu dan ayah" kata Dyah, tersenyum sedih.


" Nak kamu jangan cemas mereka biar papi yang urus kamu hanya mempersiapkan dirimu" kata papi Ammar, mengelus kepala calon menantunya.


Dyah tersenyum sedih disaat orangtuanya meninggalkannya juga adiknya masih ada yang menyayanginya. Mami Atika memeluk calon menantunya yang bersedih.


Perusahaan Alexanders Group.


Akbar baru saja mendapat kabar dari pihak bank mengenai Dyah mentransfer uang yang cukup besar, dia segera memberitahu pada Azka.


Tok tok tok


" Masuk" kata Azka. Akbar masuk ke ruangan Azka.


" Maaf tuan muda saya ingin menyampaikan sesuatu " kata Akbar.


Azka menutup berkas dan meminta Akbar untuk berbicara.


" Tuan muda saya baru saja mendapat kabar dari pihak bank kalau nona Dyah mentranfers uang cukup besar dari tabungannya" kata Akbar.


"Kamu sudah menyelidikinya" kata Azka. Akbar menanggukan kepalanya dan menceritakan yang terjadi di kampus pada Azka.


" Pria itu tidak melukainya kan?" Azka. " Tidak tuan muda kata anak buah yang kita tugaskan menjaga nona Dyah selama di kampus orang itu langsung pergi setelah mendapatkan uangnya.


" Terus siapa gadis itu?" Azka, tidak mau Dyah mengalami masalah yang besar.


" Dia senior nona di kampus namanya Prisia, dia sempat tidak menyukai nona karena" perkataan Akbar terhenti.


" Karena apa bicara itu yang jelas?" Azka.


" Karena orang yang di sukai gadis itu menyukai nona " kata Akbar, Azka memenjamkan matanya dia teringat Farel datang ke rumah sakit saat putrinya terluka.


" Kamu boleh melanjutkan pekerjaan " kata Azka, Akbar menberi hormat dan pamit kembali ke ruangannya.

__ADS_1


Azka tersenyum mengingat kebaikan yang dimiliki oleh calon istrinya.


__ADS_2