CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 131


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu Dyah sudah menyelesaikan ujian semesternya Prisia dan lainnya sudah wisuda beberapa waktu yang lalu, hubungannya bersama Farel semakin mesra walau Resia dan Abel selalu menanggunya.


Farel dan kedua sahabatnya mengurus perusahaan keluarganya masing-masing, sedangkan Prisia ia lebih bekerja di Dyah Restoran daripada perusahaan keluarganya yang semakin membaik.


Dyah meminta Azka untuk membantu perusahaan keluarga Prisia karena ia tahu kalau ayah Prisia sudah mengurus perusahaannya dengan baik, maka Prisia ingin fokus bekerja di Dyah Restoran soal Perusahaan masih di urus oleh ayah dan kakak lakinya.


Hubungan Gracya dan Akbar sudah di ketahui oleh kedua belah keluarga dan mereka telah bertunangan dan beberapa bulan lagi lagi akan menikah, karena Gracya ingin fokus pada kuliah yang dia jalani dengan dua jurusan dan kuliah Desainnya hampir selesai.


Selesai wisuda Resia dan Abel seperti hilang dari bumi tak ada yang tahu kemana mereka pergi dan keluarganya, ternyata kejadian di restoran wakru itu di ketahui oleh Azka membuatnya marah besar.


Azka memerintah Akbar untuk menghancurkan mereka yang berani melukai istrinya Akbar menarik semua sahamnya dari perusahaan mereka hingga mengakibatkan perusahaan mereka mengalami kebangkrutan.


Resia, Abel beserta orangtuanya mendatangi perusahaan Alexanders Group untuk meminta penjelasan, setelah diberi tahu oleh Akbar mereka marah besar pada anak-anaknya. Resia dan Abel hanya bisa menyesali perbuatannya.


Azka mengingat kebaikan istrinya jika Dyah mengetahuinya pasti akan marah besar, Azka mengizinkan Resia dan Abel menyelesaikan Perkuliahannya setelah itu silahkan pergi dari kota ini.


Dyah dan lainnya tidak tahu apa yang terjadi pada Resia dan Abel beserta Keluarganya yang mereka ketahui hanya mereka keluar kota.


Di kediaman keluarga Alexanders.


Mereka sedang merayakan kenaikan kelas Fathan dan memperoleh juara mami Atika sudah menyiapkan makan siang spesial untuk Fathan dan keluarganya.


" Sayang selamat ya atas kenaikan kelas sekarang Fathan sudah kelas 5 SD" kata mami Atika, mengusap punggung Fathan.


" Terima kasih mami" kata Fathan, dengan senyuman.


Papi Ammar memberinya hadiah berupa Playstation dan Fathan terlihat bahagia.


" Om nanti kita bermain bersama ya" Kat Aquira, dengan lucunya, mereka tertawa melihatnya.


" Sayang bukannya esok kamu mendaftar ke TK jadi mainannya di mainkan waktu libur" kata Dyah, mengambil Playstation dari tangan Fathan.


" Ya bunda hari ini kan om dapat juara jadi kita boleh memainkannya" kata Aquira, membujuk Dyah, yang Lainnya hanya memperhatikannya.


" Um baiklah tapi ingat setelah waktu istirahat harus" kata Dyah, sengaja tak meneruskan ucapannya.


" Ya Bunda Ira tahu kami akan tidur setelahnya ayo om kita bermain" kata Aquira, menarik tangan Fathan.


Tiba saja Dyah merasakan tak enak di tubuhnya dia merasa pusing Azka terkejut melihat wajah istrinya pucat menbuatnya khawatir.


" Sayang, kamu tidak apa kan, kenapa wajahmu pucat? " Azka, dengan khawatir mengusap wajah Dyah, Dyah tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Azka apa yang terjadi pada menantu mami? " mami Atika yang juga merasa khawatir.


" Azka juga tidak tahu mami tiba saja wajah istri Azka pucat" kata Azka, memeluk Dyah dan mengajaknya duduk, mami Atika dan papi Ammar mengikutinya.


" Papi akan menghubungi dokter" kata papi Ammar.


" Jangan pi" kata Dyah, semua mata terruju padanya.


" Tapi sayang lihat wajahmy pucat" kata Azka, memegang pipi Dyah.


" Mas mungkin aku hanya kelelahan hari sebelumnya aku dibuk belajar sampai lupa istirahat, mas tenang saja aku hanya kelelahan" kata Dyah.


Mami Atika juga berfikir begitu maka ia minta Azka membawa Dyah untuk istirahat.


Azka membawa Dyah ke kamar mereka dan memintanya untuk istirahat,Dyah menatap heran ke arah suaminya karena Azka ikut istirahat di sampingnya.


" Mas" kata Dyah, Azka tersenyum dan menciumnya membuat Dyah terkejut.


" Mas" teriak Dyah. " Suka sekali mencuri kesempatan " sambungnya.Azka hanya tersenyum memenjamkan matanya.


Tok tok tok


" Sayang" kata Azka. " Biar aku yang membukanya kamu istirahatlah " kata Azka, Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Kret


Pintu terbuka terlihatlah pelayan di depan pintu kamarnya.


" Maaf tuan saya menanggu istirahat anda di luar ada tuan Akbar katanya ia ingin menemui anda" kata bibi.


" Akbar, baiklah katakan padanya aku akan menemuinya" kata Azka, bibi menanggukan kepalanya dan pamit kembali ke dapur.


Azka melihat Dyah sudah tertidur ia dengan hati-hati menutup pintu, ia menemui Akbar di luar dan mengajaknya ke ruang kerja.


Dyah bangun merasa perutnya merasa tak enak ia langsung berlari dan muntah.


" Ya Allah ada apa denganku" guman Dyah, terus muntah hingga ia bersandar di kloset.


Setelah merasa ringan Dyah mencoba untuk berdiri tiba saja kepalanya merasa pusing dan matanya berkunang.


Brug

__ADS_1


Dyah jatuh pingsan karena terus memuntahkan isi perutnya membuatnya tak sanggup lagi untuk berdiri.


Ruang kerja


" Tuan muda ini berkas yang harus anda periksa karena esok pagi akan di bahas dalam metting" kata Akbar, menyerahkan laporan pada Azka.


Saat ia memeriksa laporan tiba saja Azka memikirkan keadaan Dyah, sebelum dia pergi ia telah memastikan kalau Dyah tidur tetap saja dia merasa resah.


" Tuan muda" kata Akbar, melihat Azka berdiru dan keluar dari ruangan Akbar mengikutinya, ketika tiba di depan kamar Azka meminta Akbar menunggu di luar.


Kret


Azka membuka pintu tapi tak melihat ada Dyah di atas kasur.


" Dimana istriku? " Azka tidak melihat keberadaan Dyah. Azka mencari Dyah ke kamar mandi.


"Sayang" teriak Azka melihat istrinya sudah pingsan di kamar mandi, Azka mengangkat kepala Dyah ke pangkuannya.


" Sayang bangun ada apa denganmu kenapa kamu tidak memberitahu mas kalau kamu mau ke kamar mandi, kalau begini mas takkan membiarkanmu sendiri di kamar mandi" kata Azka, memeluk istrinya sambil menangis.


" Tolong" Suara teriakan Azka sampai terdengar oleh orang lain.


Mami Atika dan papi Ammar yang baru keluar dari kamar terkejut mendengar teriakan Azka tak hanya itu Fathan dan Aquira juga mendengarnya, Fathan langsung keluar dari kamar segera menuju ke kamar Dyah Aquira menangis karena tidurnya terganggu Bibi Ina yang Mendengarnya langsung ke kamar Aquira.


" Akbar apa yang terjadi?. " Kenapa Azka berteriak begitu? " mami Atika, merasa khawatir.


" Saya juga nggk tahu nyonya, tuan muda meminta saya untuk menunggu di sini" kata Akbar.


" Papi ayo masuk itu Azka kembali berteriak mungkin terjadi sesuatu pada menantu kita" kata mami Atika, merasa khawatir pada Dyah.


Mereka masuk ke dalam tapi tidak melihat ada Azka dan Dyah di atas kasur.


" Papi dimana kak Dyah? " Fathan, masuk ke kamar.


" Itu kamar mandi terbuka tuan besar" kata Akbar, melihat kamar mandi terbuka.


Mereka segera menuju ke kamar mandi dan terkejut melihat Dyah pingsan di pangkuan Azka.


" Kakak"


" Dyah"

__ADS_1


__ADS_2