
Semua calon mahasiswa Universitas A sudah berkumpul di tempat pengumuman hasil test, Dyah sudah berada di fakultas Bisnis/ Manajemen tepatnya pengumuman di umumkan di mading fakultas.
" Bismillah " ucap Dyah secara lirih, dia berusaha untuk masuk karena tak hanya dirinya yang ingin tahu hasilnya tapi ratusan.
Dyah tersenyum bahagia setelah mengetahui hasilnya dia menyatakan lulus test untuk masuk universitas.
" Ayah, ibu Dyah lulus, Dyah bisa mencapai impian kalian dan cita-cita Dyah dan membahagiakan Fathan" guman Dyah, merasa bahagia karena hasilnya menapat nilai terbaik yaitu peringkat 2 dari semua calon mahasiswa.
Dyah menuju administrasi untuk mengurus bea siswanya, dia ingin mencobanya siapa lulus untuk memperoleh beasiswa selama kuliah.
" Maaf bu saya calon mahasiswa baru dan saya lulus pada ujian test, apakah saya bisa mendaftar untuk mendapatkan beasiswa" kata Dyah dengan gugup.
Pegawai administrasi tersenyum melihat kegugupan Dyah.
" Nak siapa namamu? " .Dyah menyebutkan namanya dan nomor ujiannya. Pegawai administrasi mencarinya di laptop.
" Kamu hebat nak ada peringkat kedua" kata pegawai administrasi. " Terima kasih bu" ucap Dysh.
__ADS_1
"Ini formulirnya dan pertahankan nilaimu " kata pegawai administrasi, Dyah menanggukan kepalanya.
Dyah mengambil formulirnya dan duduk tak jauh dari sana mengisi formulirnya, Dyah sebenarnya bisa membayar uang kuliahnya karena gaji yang dia peroleh dari keluarga Alexanders cukup besar, tapi Dyah tak ingin mempergunakan uangnya karena dia tak tahu sampai kapan akan bekerja di sana.
Setelah mengisi formulir di berikan pada administrasi dan hasilnya akan di umumkan pada awal masuk kuliah.
Dyah kembali ke mading untuk mencatat bawaannya selama mengikuti masa pengenalan kampus, karena tadi dia belum sempat untuk melihatnya Dyah mencatat semua yang diperlukan .
" Masa pengenalan kampus di selenggarakan selama seminggu terus nona dan Fathan bagaimana ini pasti sampai malam" kata Dyah, bingung melihat jadwal pengenalan kampusnya ternyata sampai jam 06 sore.
Dyah pergi ke mall membeki semua kebutuhannya selama masa pengenalan kampus nantinya, dia juga membeli beberapa pakaian warna putih dan celana bahan warna hitam karena dia tidak memilikinya, setelah merasa cukup Dyah kembali ke kediaman keluarga Alexanders dengan naik taksi online yang dia pesan.
Di kediama keluarga Akexanders.
" Ira jika nanti bunda sudah mulai kuliah cucu oma ini jangan nakal ya nanti bunda sedih" kata mami Atika menemani cucunya menikmati cake.
" Ya oma Ira takkan nakal, Ira kan anak bunda dan papi" kata Aquira dengan lucunya pipinya menggelembung oenuh dengan cake.
__ADS_1
Mami Atika tersenyum dia tak tahu harus mengatakan apa walau putranya tidak lagi menunjukan sikap dingin pada Dyah, tapi dia tahu bahwa putranya sudah memiliki kekasih di Amerika yang dia lihat di kamar putranya.
Azka tak pernah memperkenalkan Helena pada keluarganya karena kesibukan masing-masing, mami Atika hanya ingin kebahagiaan untuk putra dan cucunya nanti.
" Assalamualaikum " kata Dyah, Aquira tang mendengar suara Dyah langsung menghampirinya.
" Nona jangan berlari nanti jatuh" kata Dyah, terkejut melihat Aquira berlarian, Aquira hanya tersenyum dan memeluk kakinya.
Aquira mengangkat kepalanya dan melihat Dyah membawa barang yang banyak.
" Bunda habis darimana itu di tangan bubda, apa? " Aquira, Dyah tersenyum mengajak Aquira duduk dan menyalami tangan mami Atika.
" Dyah sepertinya ibu sydah menduganya, kamu pasti lulus tapi kamu ada peringkat beberapa? " mami Atika.
Dengan malu Dyah menjawabnya. " Alhamdulillah nyonya saya ada peringkat ke 2 dari ratusan mendaftar ujian dan saya juga sudah mendaftar untuk beasiswa " kata Dyah.
Mami Atika mengucapkan selamat walau dia keberatan mendengar Dyah mengurus beasiswa tapi dia tak ingin membicarakannya, ini pasti terbaik untuk Dyah.
__ADS_1