
Seminggu telah berlalu hari ini adalah hari bahagia bagi Dyah dan Azka juga keluarga Alexanders bahkan Aquira heboh sendiri dengan pakaiannya.
" Nenek Ira ingin baju princess pasti cantik seperti bunda" kata Aquira, pada mami Atika.
Mami Atika tersenyum melihat cucunya heboh dengan penampilannya, saat ini mami Atika dan cucunya ada di kamar cucunya bersama MUA. Mami Atika memanggil mereka untuk mengatur penampilannya dan Aquira.
" Ya sayang nenek sudah mempersiapkan gaun princess untuk cucu cantik nenek" kata mami Atika, Aquira tersenyum manis.
Mami Atika memakaikan gaun ke tubuh cucunya setelah memakaikan gaun mami Atika memanggil perias untuk menghias cucunya.Mami Atika keluar dari kamar Aquira menuju kamar Azka.
Kamar Azka.
Azka di temani oleh Akbar terlihat gugup dengan mondar mandir, Akbar yang mengetahui tuan mudanya gugup hanya diam tak berani menanggunya.
Tok tok tok
Akbar membuka pintu terlihatlah bibi Ina bersama dua orang di belakangnya.
" Maaf tuan Akbar perias sudah datang untuk merias tuan muda" kata bibi Ina, Akbar menanggukan kepalanya mempersilahkan mereka masuk, kemudian bibi Ina pamit kembali melankutkan pekerjaannya.
" Tuan muda" kata Akbar.
" Ya" Azka tersadar dari kegugupannya menatap orang di belakangnya membuat perias ketakutan.
" Tuan muda periasnya sudah datang mereka akan membantu anda untuk bersiap" kata Akbar, Azka menatap mereka dan menanggukan kepalanya.
Akbar mempersilahkan perias itu mendadani Azka dengan cekatan perias sudah mendadani Azka dan telah berganti pakaian yang akan dipakai di acara akad nikah setelah selesau perias tersebut pamit keluar dari kamar.
" Sayang, kamu sudah siap kita sebentar lagi berangkat ke hotel" kata mami Atika, tersenyum melihat putranya sudah rapi.
" Putra mami tampan " kata mami Atika, mengelus pundak putra.
" Mi, Azka tahu ini bukan pernikahan pertama tapi rasa gugup masih ada" kata Azka.
" Mami tahu sayang setiap calon pengantin pasti merasakannya tak peduli untuk pertama lalinya ataupun kedua kalinya, ayo kita berangkat ke hotel" kata mami Atika, sebelum keluar Azka memeluk mami Atika.
Kret pintu terbuka masuklah papi Ammar karena k putra dan istrinya belum juga keluar dari kamar, papi Ammar mengeringit dahinya melihat putra dan istrinya saling berpelukan.
__ADS_1
" Ada apa ini kalian berdua saling berpelukan lihst di luar Aquira sudah ngambek menunggu kalian" kata papi Ammar.
" Putra kita pi merasa gugup" kata mami Atika, melepas pelukannya, papi Ammar mendekati putranya.
" Nak sekali lagi kamu akan menjadi seorang suami dan tugasmu semakin bertambah selain menjaga Aquira sekarang kamu juga harus menjaga Fyah juga Fathan, karena sekarang mereka menjadi tanggung jawabmu" kata papi Ammar, Azka menanggukan kepalanya.
" Papi, kakek, nenek" teriak Aquira, mendekap tangannya di dada dengan memajukan bibirnya. Mereka tersenyum melihat Aquira kesal.
" Ayo kita berangkat sekarang karena cucu kakek sudah marah" kata papi Ammar, mereka tertawa.
Mereka menuju hotel tempat acara pernikahan Azka dan Dyah di selenggarakan dengan Akbar yang mengendarai mobilnya. Mami dan papi Ammar dengan mobil satunya dengan supir.
Dyah dan lainnya sudah berada di hotel saat ini Dyah berada di kamar di temani oleh Gracya dan Prisia, Dyah didandani oleh perias yang telah di sediakan oleh mami Atika.
" Kak kemaren kak Lionel tak sengaja bilang kalau kak Farel mengantar kak ke restoran saat kita duduk di taman waktu itu" kata Gracya, menaiki alisnya.
" Kapan Lionel bilan?" Prisia terkejut Gracya mengetahui Farel mengantarkannya ke restoran saat itu.
" Kemaren kak saat pulang kampus kami tak sengaja bertemu di parkiran nah saat itu kak Lionel bilang" kata Gracya.
" Maksudnya saat kak menunggu taksi tapi tak ada satu lewat" kata Dyah.
" Kak sepertinya kak Farel mulai membuka hatinya untuk kakak deh" kata Dyah, tersenyum.
" Dyah jangan bicara sembarangan kita tahu siapa yang disukainya, kak tak berani berharap" kata Prisia.
" Dyah yakin kak, kak Farel mulai menyukai kakak" kata Dyah.
" Sebaiknya kita lihat saja nanti suatu hari nanti kak Farel pasti menyatakannya" kata Gracya, penuh dengan keyakinan.
Perias tersenyum mendengar ketiga gadis di dekatnya berbicara.
" Nona sudah selesai, nona terlihat cantik" kata perias, sudah mendandani Dyah.
Gracya dan Prisia takjub melihat kecantikan Dyah. " Waw Dyah, kamu cantik sekali tuan muda Azka pasti terpesona" kata Gracya, memuji kecantikan Dyah, Prisia menanggukan kepalanya.
__ADS_1
Dyah tersenyum malu melihat penampilannya di cermin Gracya dan Prisia saling memandang dan tersenyum.
Taklama Bibi Ina datang dan mengatakan kalau acara akad nikah akan segera dilaksanakan.
Gracya dan Prisia mendampingi Dyah duduk di sofa di kamar hotel, kamar hotel sudah dipasang kamera agar mereka bisa melihat secara langsung saat Azka membaca ijab kabul.
Akad nikah Azka dan Dyah hanya di hadiri oleh keluarga dan sahabat ini permintaan Dyah agar lebih sakral disetujui oleh Azka dan keluarga lainnya, Dyah juga mengundang Farel dan sahabatnya juga teman sekelasnya juga beberapa dosen di kampusnya.
Mami Atika dan papi Ammar mendampingi putranya menuju meja di mana penghulu sudah menunggu.
" Apakah anda sudah siap? " penghulu. Azka menanggukan kepalanya, Azka melihat orangtuanya yang tersenyum.
"Karena wali pihak wanita tak ada maka saya yang akan menggantikannya, tuan muda silahkan jabat tangan saya dan ikuti perkataan saya" kata penghulu, Azka menanggukan kepalanya.
" Saya nikahkan engkau Azka Abbiya Alexanders dengan Dyah Permatasari binti Yusuf Almahum dengan mahar Uang 500 juta di bayar tunai" kata Penghulu.
" Saya terima nikahnya Dyah permatasaru dengar mahar tersebut di bayar tunai" kata Azka, dengan lantang.
" Bagaimana? " Penghulu.
SAH
Mereka berteriak kata SAH Azka merasa lega dan orangtuanya tersenyum haru karena sang putra melafalkan ijab kabul dengan lancar.
Di kamar Dyah menangis harus mendengar Azka mengucapkan ijab kabul dengan lancar dan sekarang dia sah menjadi istri seorang Azka Abbiya Alexanders.
" Dyah selamat karena sudah menjadi seorang istri" kata Gracya, memeluk Dyah diikuti oleh Prisia mereka menangis haru.
" Silahkan panggil pengantin wanitanya" kata penghulu, mami Atika menanggukan kepalanya meminta seorang untuk memanggil Dyah.
Dyah didampingi oleh Gracya dan Prisia keluar dari kamar menemui Azka di pelaminan semua mata memandang ketiga wanita baru saja keluar.
Akbar dan Farel memandang kedua gadis antara Dyah tanpa berkedip tak terkecuali Azka memandang Dyah yang sudah menjadi istrinya tanpa berkedip.
Dyah duduk di samping Azka di bantu oleh Gracya dan Prisia penghulu memberikan surat yang harus mereka tanda tangani, Azka memasang cincin di jari Dyah.Dyah mencium tangan Azka dan Azka mencium kening Dyah.
__ADS_1
" Sayang kamu cantik" bisik Azka, Dyah tersipu malu.
Para tamu mengucapkan selamat pada pasangan yang baru saja menikah.