CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 136


__ADS_3

Perasaan Dyah masih kesal pada suaminya yang menghentikannya makan kedondong yang di inginkannya, Azka masih berada di luar menunggu Dyah membuka pintu.


Keesokan harinya terdengar suara adzan berkumandang Dyah membuka matanya, ia menoleh ke samping ternyata tidak ada suaminya.


Dyah menghela nafasnya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk melaksanakan sholat subuh.


" Mas Azka dimana? " kata Dyah, yang terdengar sedih entah kenapa ia sangat ingin bersama suaminya, Dyah mengira bahwa Azka marah padanya atas kejadian kemaren.


Dengan lesu Dyah membuka pintu dan terkejut melihat Azka yang tidur di depan pintu.


" Mas maafin Dyah pasti mas tak nyaman tidur di sini" kata Dyah, menatap sendu ke arah suaminya.


Dyah mengusap rambut suaminya ia merasa bersalah karena membuat Azka tidur di luar, Tak ingin menanggu Azka tidur Dyah berniat berdiri tapi tangannya di pegang olehbAzka.


" Sayang tidak marah lagi kan" kata Azka, dengan suara serak karena baru bangun. Dyah tertunduk dan air mata mengalir.


" Sayang kenapa menangis" kata Azka, terkejut melihat Dyah menangis.


Dyah menggelengkan kepalanya tapi masih menangis,melihat Dyah masih menangis Azka langsung memeluknya memberi istrinya ketenangan.


" Mas maafkan kelakuan Dyah kemaren sampai mas harus tidur di luar" kata Dyah, dengan nada serak.


jadi istri mas ini sudah tak marah lagi" kata Azka, Dyah menanggukan kepalanya. Kemudian mereka kembali ke kamar.


Mami Atika tersenyum karena putra dan menantunya sudah saling berbaikan, mami Atika awalnya ingin mengambil minuman karena air di kamarnya habis, saat keluar ia keluar tanpa sengaja melihat Dyah dan Azka berbicara di depan pintu kamar.


Aquira masih berada di kamarnya dengan mata masih terpenjam bibi Ina masuk berniat untuk membangunkannya karena hari sudah pagi dan semua orang sudah berkumpul di meja makan.


" Nona ayo bangun semua orang menunggu nona untuk sarapan pagi" kata Bibi Ina, mengusap punggung Aquira.


" Bibi Bunda mana? " Aquira, mengucek matanya. Bibi senyum.


"Bibi" sahut Aquira, Bibi Ina membanty Aquira mandi dan bersiap.


Fathan berada di kamarnya selesai sholat subuh ia langsung bersiap ke sekolah.

__ADS_1


Semua orang tersenyum melihat Aquira dengan berpakaian seragam TK, hari ini adalah hari pertama Aquira mulai memasuki sekolah dan mami Atika sudah menyiapkan makanan kesukaan cucunya.


" Mami kenapa semuanya kesukaan Aquira bahkan kesukaan papi tak disiapkan" kata papi Ammar ,melihat hidangan di atas meja makan.


" Tentu saja karena hari ini cucu nenek ini mulai sekolah" kata mami Atika, papi Ammar tersenyum.


" Terima kasih nenek, om Fathan ini kesukaan Aquira" kata Aquira, menunjuk omelet kentang pada Fathan. Aquira meminta Dyah untuk memberikan pada Fathan.


" Terima kasih Ira ini sangat enak" kata Fathan, mencobnya Aquira bahagia mendengarnya.


Dyah hanya menggelengkan kepalanya melihat Azka memakan makannya dengan cuek tanpa menghiraukan keadaannya.


Hari ini mami Atika mengantar Aquira ke sekolah diantar oleh supir sebenarnya Aquira sangat ingin Dyah yang mengantarnya tapi di larang oleh Azka demi kesehatannya, Dyah yang melihat Aquira cemberut membujuknya agar tidak cemberut lagi


Fathan sudah berangkat ke sekolah diantar oleh supir ke sekolah.


" Sayang mas berangkat dulu, ingat jangan melakukan pekerjaan yang berat" kata Azka, Dyah tersenyum dan mencium tangan suaminya tidak lupa Azka mencium kening Dyah dan mencium perut Dyah yang masih rata.


Mami Atika dan papi Ammar juga pamit pada Dyah karena mereka akan menghadiri seminar, untuk menghindari rasa bosan.


"Tunggu bi" kata Dyah, menghentikan gerakan bibi Sumi.


" Ya nona muda" kata Bibi Sumi. " Bibi Semangkanya ada? " Dyah, takutnya jika buah semangkanya tak ada.


Bibi Sumi tersenyum. " Nona muda tenang saja buahnya ada" kata Bibi Sumi, Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Kemudian Dyah menunggu di taman samping sambil menikmati udara, Bibi Sumi datang membawakan jus Semangka yang diinginkan oleh Dyah


Beberapa menit kemudian Dyah merasa bosan ia sangat merindukan suaminya, ia tersenyum bahagia dan berjalan dengan cepat menuju arah dapur.


" Nona muda jangan cepat-cepat" kata bibi Ina, yang terkejut melihat Dyah berjalan dengan cepat.


Dyah tersenyum melihat Bibi Ina menghampirinya dengan wajah yang tegang.


" Nona saya mohon jangan seperti ini lagi jika tuan muda tahu kami bisa habis" kata Bibi Ina.

__ADS_1


" Maaf bi tadi Dyah merasa bosan makanya Dyah ingin ke tempat mas Azka dan membawakan makanan siang" kata Dyah, yang tersenyum.


" Tapi nona tuan muda sudah meminta kami untuk tidak membiarkan nona keluar karena kehamilan anda" kata Bibi Ina, teringat pesan Azka padanya.


Dyah menjadi sedih dan mengelus perutnya yang masih rata, dengan perasaan sedih ia menuju ruang tengah sambil mencet remot entah apa yang ia tonton karena ganti nomor siaran.


" Bibi Sumi saya tak bermasuk membuat nona muda sedih" kata Bibi Ina, pada bibi Sumi yang kebetulan sedang memasak.


Bibi Sumi memandang Dyah yang terlihat sedih bahkan gambar televisinya tak terlihat yang ada hanya buram.


" Bibi aku akan menyiapkan bekal kita tak bisa membuat nona sedih karena tak baik untuk kandungannya" kata bibi Sumi, Bibi Ina menanggukan kepalanya dan membantu bibi Sumi menyiapkan bekal yang di bawa oleh Dyah ke kantor.


" Nona ini bekal yang bibi siapkan untuk tuan muda, nona ayo sebentar lagi waktunya makan siang" kata Bibi Sumi.


Dengan perasaan senang Dyah pergi ke kantor karena ia dapat makan siang bersama suaminya, dalam perjalanan Dyah melihat penjual ketoprak dan meminta supir membelinya, Dyah membeli beberapa makanan yang ia lihat sepanjang jalan menuju perusahaan.


Perusahaan Alexanders Group.


para karyawan sibuk dengan pekerjaannya karena ini akhir bulan dan Azka akan meminta laporan pada tiap bagian, membuat karyawan tegang karena takut mendapatkan marah dari seorang Azka.


Mobil Dyah sudah sampai di kantor supir membuka pintu untuknya dan membantu menbawa makanan yang di bawa oleh Dyah.


" Nona Dyah" kata Akbar, melihat istri bosnya datang dan menbawa makanan yang banyak. Dyah menanggukan kepalanya.


" Akbar aku bawa makanan untuk mas Azka dan lainnya" kata Dyah. Akbar menanggukan kepalanya memanggil ob untuk membagi makanan yang di bawa oleh Dyah.


Dyah dan Akbar menuju ruangan Azka menaiki life semua karyawan seakan lupa dengan pekerjaannya, karena mendapat makanan dari Dyah.


" Akbar kapan kamu melamar Gracya? " Dyah, mereka sudah berada di life.


" Secepatnya nona karena perusahaan sibuk dengan proyek yang sedang berjalan" kata Akbar, Dyah menanggukan kepalanya.


Mereka sudah sampai di ruangan Azka sekretaris menyambutnya dan Akbar membuka pintu.


" Mas".

__ADS_1


__ADS_2