CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Membawa Aquira ke kantor


__ADS_3

Setelah istirahat beberapa hari istirahat di rumah Azka memutuskan kembali bekerja setelah terlalu lama meninggalkan perusahaan, dia juga tak tega membiarkan papi Ammar berkerja pada usianya saat ini.


Orangtuanya sudah menunggu di ruang makan Azka masih berada di kamarnya sedang bersiap untuk ke kantor, Dyah juga menyiapkan Aquira yang baru saja bangun.


" Bunda kak Fathan dimana? " Aquira, Dyah tersenyum sambil memakaikan Aquira pakaiannya.


" Um putri bunda sudah wangi, kak Fathan sudah menunggu kita di bawah bersama bibi Ina" kata Dyah.


" Ayo bunda Ira ingin makan bersama kak Fathan" kata Aquira, memegang tangan Dyah. Ketika mereka keluar bertemu Azka yang sudah rapi.


" Putri papi sudah cantik ini masih pagi sayang kenapa cepat sekali bangunnya? " Azka melihat putrinya sudah bangun jam 06.30.Kemudian dia menatap Dyah, Dyah merasa malu ditatap oleh Azka sedangkan Azka tersenyum tipis.


Aquira memegang tangan Azka mereka bersama menuju ruang makan karena orangtuanya dan Fathan sudah menunggu. Orangtuanya tersenyum melihat cucu mereka menarik Azka dan Dyah.

__ADS_1


" Kakak Fathan berangkat dulu jemputannya sudah datang" kata Fathan. " Dek, kamu sudah makan tadi? " Dyah.


" Sudah kak tadi bersama bibi Susi, bibi juga memberi Fathan bekal" kata Fathan menunjukan kotak bekal yang dia pegang. Dyah tersenyum mengajak Fathan keluar karena satpam sudah memberitahu bahwa jemputan adiknya sudah datang.


Azka pamit pada orangtua dan putrinya mau ke kantor, saat Azka menaiki mobil dipanggil oleh putrinya.


" Papi hari ini Ira ingin ikut papi ke kantor" kata Aquira, memegang tangan Azka. Azka tersenyum mengelus pipi putrinya.


" Putri papi ingin ikut papi kerja" sahut Azka, dengan semangatnya menanggukan kep as lanya. " Azka. apa Ira tak menanggumu nanti? " mami Atika khawatir pada cucunya.


Azka bawa juga Dyah agar Ira tidak menanggumu jika kamu sibuk" kata mami Atika. Dyah terkejut mendengarnya dia menciba menolak tapi mami Atika membujuknya akhirnya Dyah bersedia ikut.


Mereka pamit pada orangtua menuju ke perusahaan mobil di kendarai oleh supir.

__ADS_1


Perusahaan Alexanders Group.


Mobil Azka memasuki lobi perusahaan karyawan yang melihatnya terkejut ketika Azka keluar sambil menggendong anak kecil dan seorang wanita di belakangnya. Mereka bertanya siapa sosok wanita yang berjalan di belakang bos mereka.


" Akbar tolong bawa barang putriku dalam mobil ke ruanganku" kata Azka. " Baik tuan" sahut Akbar. Dengan bantuan supir Akbar membawa barang Azka yang penting adalah barang milik Aquira.


Akbar melihat karyawan berbisik membicarakan Azka.


" Kalian disini bekerja bukan bergosip. anak ke il bersama tuan muda itu adalah putrinya. Sedangkan wanita di belakangnya adalah pengasuhnya, jika saya mendengar kalian membicarakan mereka akan terima hukumannya" kata Akbar.


Mereka ketakutan mendengar perkataan Akbar, mereka kembali melanjutkan pekerjaan. Tapi rasa penasaran terhadap Dyah masih bertanya dalam hati mereka.


" Sayang duduk di sini ya papi mau bekerja dulu, Dyah jika Ira ngantuk bawa ke kamar itu " kata Azka menunjuk kamar yang ada dalam ruangannya.

__ADS_1


" Baik tuan " sahut Dyah, menemani Aquira bermain di ruangan Azka. Azka menuju mejanya memeriksa berkas yang telah memupuk di mejanya.


Sekali Azka menitip putrinya bermain mainan yang dia bawa bersama Dyah, dia tersenyum tipis mendengar Dyah tertawa mendengar celoteh putrinya.


__ADS_2