
Azka dan Dyah sudah seminggu berbulan madu Dyah sangat merindukan putri dan adiknya di kediaman keluarga Alexanders, sebelum pulang Azka mengajak Dyah berbelanja oleh - oleh untuk di bawa pulang.
Azka mengajak istrinya berbelanja di pasar tradisional bali mereka membeli beberapa barang di sana, Azka tidak melarang istrinya membeli oleh-oleh yang banyak karena bagi Azka tidak bermasalah untuknya.
Pertama mereka membeli pakaian untuk Aquira dan Fathan.
Dyah juga membeli pakaian untuk ke dua mertuanya tidak hanya itu dia juga membeli tas, aksesoris dan makanan khas bali tidak kopi. Dyah juga membeli kain khas Bali.
Setelah mendapatkan apa yang mereka cari untuk di jadikan oleh-oleh, mereka bersiap berangkat ke bandara. Azka tidak memberitahu keluarganya kalau mereka akan pulang.
Bandara Internasional Bali.
Azka menghubungi pihak bandara kalau jet pribadinya mendarat di sini dan akan kembali ke kotanya, setelah diizinkan Azka mengajak istrnya naik ke jet pribadi.
Kediaman keluarga Alexanders
Fathan sedang mengerjakan tugas sekolah ditemani Aquira bermain boneka , Aquira menatap Fathan fokus dengan mengerjakan tugasnya. Mami Atika turun tangga menuju dapur bersiap memasak makan siang Aquira melihat mami Atika menuju dapur memanggilnya.
" Nenek" kata Aquira, mendekati neneknya mami Atika menghentikan langkahnya menunggu Aquira.
" Cucu nenek tidak bermain" kata mami Atika, melihat cucunya diam.
" Nenek kapan papi dan bunda pulang? " Aquira, mami Atika tersenyum dan berjongkok agar sama tinggi dengan cucunya.
" Cucu nenek merindukan mereka" kata mami Atika, Aquira menanggukan kepalanya.
Mami Atika tersenyum. " Nenek Ira juga ingin sekolah seperti om Fathan biar pintar" kata Awuira, menatap mami Atika dengan senyuman.
Mami Atika mencium pipi Aquira. " Kita tunggu bunda dan papi pulang ya sayang nanti Ira dapat katakan sama papi" kata mami Atika.
Aquira tersenyum. " Terima kasih nek" kata Aquira memeluk mami Atika. Mami Atika memintanya bermain lagi sedangkan mami Atika memasak di bantu pelayan.
__ADS_1
Selesai memasak mami Atika memanggil keduanya untuk makan siang sedangkan papi Ammar berada di perusahaan Alexanders Group mengurus perusahaan selama Azka berbulan madu.
Perusahaan Alexanders Group.
Papi Ammar sedang rapat dengan bagiab manajemen, papi Ammar ingin memeriksa kinerja karyawannya bagian Manajemen, selama manager menjelaskan papi Ammar mendengarkannya.
Setelah presentasi papi Ammar meminta mereka untuk memperbaiki kinerja, papi Ammar juga meminta mereka untuk membuat perencanaan yang dapat produk perusahaan mencapai target.
Rapat telah berjalan sekitar tiga jam setelah mendapatkan kesepakatan papi Ammar menyudahi rapat, karyawan manajemen satu persatu meninggalkan ruangan.
" Akbar urus perusahaan aku akan pulang" kata papi Ammar.
" Baik tuan besar" kata Akbar, mengantar papi Ammar hingga menaiki mobil. Papi Ammar pulang ke kediaman keluarga Alexanders.
Kediaman keluarga Alexanders.
Mami Atika menyambut kedatangan suaminya dan. meminta segera membersihkan diri.
" Mami dimana anak-anak? " papi Ammar, tidak melihat Aquira dan Fathan biasanya bermain di ruang tengah.
Mami Atika tersenyum. " Mereka tidur siang pi" kata mami Atika, papi Ammar menanggukan kepalanya dan menuju kamar.
Mami Atika ke dapur meminta bibi Ina membuatkan minuman untuk mereka dan mengantar ke kamar, mami Atika menuju kamar ia ingin membicarakan permintaan cucunya pada papi Ammar.
Papi menatap mami diam membuatnya mengeringit dahinya.
" Mami" kata papi Ammar, mengelus punggung istrinya dan duduk di sampingnya.
" Papi, mami ingin bicarakan sesuatu ini mengenai Aquira" kata mami Atika.
Papi Ammar menatap istrinya. " Maksud mami" kata papi Ammar, khawatir jika cucunya sakit.
Mami Atika memegang tangan suaminya. " Papi Ira sehat cuma ia ingin sekolah karena melihat Fathan belajar tiap hari" kata mami Atika.
" Mami buat papi cemas saja nanti kita bicarakan pada Dyah dan Azka, karena mereka orangtuanya'kata papi Ammar, mami Atika menanggukan kepalanya. Mereka keluar dari kamar menuju ruang tengah.
Bandara
Terlihat sepasang baru turun dari pesawat dengan wajah yang bahagia pria memegang tangan wanita dan membawa barang bawaan mereka, mereka menuju pintu selamat datang.
" Sayang mas akan hubungi Akbar dulu kamu duduk di sini" kata Azka, Dyah menanggukan kepalanya Azka menghubungi Akbar agar menjemput mereka di bandara.
Tak lama Akbar tiba di bandara menjemput tuan muda dan nona muda, Akbar menghubungi anak buahnya membawa barang bawaan ke dalam mobil. Akbar mengendarai mobil menuju kediaman keluarga Alexanders.
__ADS_1
" Mas aku tak sabar menemui mereka, mereka pasti terkejut melihat kita sudah pulang tanpa memberi kabar" kata Dyah, memeluk lengan Azka dan menyandar di dada Azka.
Azka tersenyum dan mencium kening istrinya Dyah memenjamkan matanya karena rasa ngantuk, taklama mobil yang dikendarai Akbar tiba di kediaman keluarga Alexanders.
Satpam segera membuka pintu setelah mengetahui siapa yang datang ia segera membuka pintu.
" Ups" Azka menyuruhnya diam karena Dyah masih tidur, Akbar dan anak buahnya mengeluarkan barang bawaan mereka dan masuk ke dalam.
Mami Atika dan papi Ammar terkejut melihat Akbar dan anak buah putra mereka menbawa koper putra dan menantunya.
" Akbar bukannya ini barang Azka dan Dyah? " papi Ammar, melihat banyaknya barang.
" Ya tuan dan nyonya ini barang tuan dan nona muda" kata Akbar, dengan hormat.
" Mereka sudah pulang tapi dimana mereka? " mommy Atika, tidak melihat putra dan menantunya.
" Mereka masih diluar nyonya, karena nona muda tertidur di mobil" kata Akbar, mendengar Dyah tertidur membuat mami Atika khawatir kondisi Menantunya.
Mami Atika keluar melihat putranya menggendong Dyah yang tidur.
" Azka, apa yang terjadi pada menantu mami?" mami Atika, dengan khawatir.
" Istri Azka tidak apa mi hanya tertidur di dalam mobil mungkin kelelahan setelah perjalanan jauh" kata Azka, mami Atika merasa lega mendengarnya dan menyentuh pipi menantunya.
Papi Ammar menyuruh putranya agar membawa Dyah ke kamar agar istirahatnya lebih nyaman, Azka menanggukan kepalanya menuju kamarnya di lantai dua.
Aquira dan Fathan yang baru dari taman samping mendengar suara Azka segera mendekati mami Atika dan papi Ammar.
" Mami tadi kami dengar suara kak Azka, kak Azka dan kak Dyah pulang " kata Fathan.
" Asyik Bunda sudah pulang tapi dimana Bunda, nek" kata Aquira, tadi bahagia tapi saat tidak melihat Dyah dan Azka dia menjadi murung.
Mami Atika dan papi Ammar tersenyum. " Ya sayang mereka sudah pulang sekarang di kamar" kata mami Atika.
" Ayo om kita temui bunda Ira tak sabar lagi menemuinya" kata Aquira.
" Tapi Ira mereka pasti lelah biar mereka istirahat dulu baru nanti kita temui mereka" kata Fathan.
" Tapi om Ira sangat rindu pada Bunda" kata Aquira Tertunduk sedih.
Terdengar suara kaki melangkah turun dari tangga Aquira tersenyum bahagia melihat siapa yang turun.
" Papi"
__ADS_1