
Tak terasa sekarang hari minggu semua keluarga Alexanders berkumpul di ruang tengah Aquira sangat bahagia melihat Akuarium yang besar yang di isi dengan banyaknya ikan, hiasan berbagai warna dan bentuk, Aquira merasa senang apalagi dia dapat memberi makan ikan.
Fathan juga merasa senang karena sebelumnya ia sangat ingin memiliki pemeliharaan tapi karena keadaan, sekarang ia dapat bermain bersama Aquira dan memberi ikan makanan.
" Sayang jangan banyak-banyak memberi ikannya makan" kata Dyah, duduk di sofa ia menemani putrinya memberi ikan makan di bantu oleh bibi Sumi.
" Ya bunda, bunda lihat ikannya makan yang Ira kasih" kata Aquira, dengan senang.
" Nona, setelah ini nona yang makan ya " kata bibi Sumi, Aquira menganggukan kepalanya.
Aquira belum sarapan pagi, ia sangat ingin memberikan ikan hias makanan membuat lainnya tersenyum, Fathan duduk di samping kakaknya sedang membaca buku yang di beli oleh Dyah.
Aquira dan Fathan bahagia mendapatkan buku yang di belikan oleh Dyah, disana banyak buku mengenai hewan untuk Aquira dan komik untuk Fathan.
" Papi lihat cucu kita " kata mami Atika, tersenyum melihat Ira memperhatikan ikan hiasnya, Papi Ammar tersenyum.
Bibi Sumi datang membawa makanan untuk Ira dan minuman untuk Dyah dan Fathan.
"Sayang ayo makan dulu, nanti di lanjut mainnya" kata Dyah. Aquira duduk di sofa dan makan makanannya.
" Dyah jadi Ira belum juga makan " kata mami Atika, Dyah menangggukan kepalanya mami Atika dan papi Ammar hanya menggelengkan kepalanya.
Semua orang berkumpul di ruang tengah sedangkan Azka sibuk di ruang kerja.
Di Apartement.
Akbar merasa tak sabar lagi menemui Dyah untuk mengatakan keinginannya, setelah sarapan ia langsung bersiap menuju kediaman keluarga Alexanders.
Akbar menarik nafasnya sangat merasa gugup padahal ia belum sampai, dengan perasaan gugup masuk ke dalam mobil menuju ke kediaman keluarga Alexanders.
Tiga puluh menit Akbar tiba di kediaman keluarga Alexanders, satpam nengenal siapa yang datang segera membuka gerbang dan biarkanny masuk.
Tin tin tin.
" Bibi lihat siapa yang datang" kata mami Atika." Ya nyonya" kata bibi Ina.
Bibi Ina segera membuka pintu dan mempersilahkan Akbar masuk.
__ADS_1
" Tuan, nyonya, nona. Tuan Akbar datang" kata bibi Ina, kemudian pamit melanjutkan pekerjaan di dapur.
" Selamat datang Akbar, Azka di ruang kerjanya" kata mami Atika, mengira Akbar menemui Azka membahas pekerjaan.
" Nyonya saya ke sini bukannya ingin membahas pekerjaan dengan tuan muda" kata Akbar. Semua orang menatap Akbar, tidak seperti biasanya Akbar menemui Azka membahas pekerjaan.
" Ada urusan apa kau kesini menemui istriku, Akbar" kata Azka, menemui Dyah dan duduk disamping Dyah menatap dingin pada Akbar.
" Mas" kata Dyah, tersenyum mengelus tangan suaminya,Azka menghela nafasnya sedangkan orangtuanya hanya menggelengkan kepalanya melihat putranya cemburu.
" Bicaralah yang ingin kamu katakan" kata Azka. Akbar tidak berani untuk bicara apalagi ada orangtua Azka, Aquira dan Fathan. Mami Atika menyadari kalau asisten putranya merasa tak nyaman.
Mami Atika mengajak lainnya ke taman membiarkan Akbar bicara dengan leluasa, Dyah melihat mereka ke taman kemudian meminta Azka untuk bicara.
" Nyonya saya dan nona Gracya memiliki hubungan beberapa minggu, nona muda saya ingin hubungan kami lebih serius lagi dan saya tahu dia masih muda dan kuliah" kata Akbar, merasa lega telah membicarakannya dengan Dyah.
" Wah benarkah Akbar mentukai Gracya, Akbar jangan khawatir aku akan menbicarakannya" kata Dyah, yang merasa bahagia sahabatnya mempunyai hubungan dengan kepercayaan suaminya.
" Terima kasih nona" kata Akbar, Azka tersenyum mendengar sahabat dan asistennya sudah memiliki orang yang di cintai.
Kemudian mami Atika mengajak mereka semua makan siang bersama, mereka tersenyum mendengar Aquira bicara mengenai ikah hias yang baru saja mereka pelihara.
" Sayang biar mereka yang mengurus urusan mereka sendiri " kata Azka, kurang menyukai istrinya ikut campur dalam urusan lain.
" Tapi mas kita harus membantu Akbar apalagi usianya tak muda lagi, aku akan bicara dengan Gracya esok. Mas boleh ya besok Dyah meminta Gracya ke rumah" kata Dyah, menatap suaminya dengan senyuman. Azka menanggukan kepalanya ia tak berani untuk menolak permintaan istrinya mungkin benar harus membantu Akbar.
Sebelum tidur Dyah mengirim pesan pada Gracya agar pulang dari kampus bisa singgah ke tempatnya.
Rumah Gracya.
Gracya baru saja keluar dari kamar mandi mendengar suara pesan dari HP.
" Dyah mengirim pesan" guman Gracya, melihat ada pesan dari sahabatnya.
" Ada apa?.Kenapa Dyah ingin aku ke rumahnya?. Baiklah esok siang aku ke sana" guman Gracya.
Gracya meletakan HP dan menaiki kasur memenjamkan matanya.
__ADS_1
Keesokan harinya
Gracya bersiap untuk berangkat ke kampus ibu tersenyum melihat putrinya dan mengajak makan bersama, kemudian Gracya pamit ke kampus karena hari ini ada jadwal kuliah pagi.
Gracya mengikuti kuliah selama empat jam dengan fokus karena ini merupakan kuliah wajib yang harus diikuti setiap mahasiswa.
" Sebaiknya aku foto copy agar Dyah dapat belajar dan tidak ketinggal jika ia mulai kuliah lagi" kata Gracya, menuju fotocopy yang berada di lingkungan kampus.
Kemudian dia menuju kediaman keluarga Alexanders menemui Dyah.
" Assalamualaikum " ucap Gracya.
" Waalaikumsalam, Gracya" Dyah merasa bahagia melihat sahabatnya sudah sampai.
Dyah memang sedang menunggu sahabatnya mereka sudah lama tidak bertemu.
" Dyah gimana keadaamu dan si kecil gimana? " Gracya, mengelus perut Dyah yang masih rata.
" Alhamdulillah" kata Dyah, tersenyum. " Oh ya aku sudah memfoto copy semua pelajaran sejak kamu cuti, agar sahabatku ini tidak terasa bosan" kata Gracya, memberikan buku pada Dyah.
Dyah merasa bahagia selama cuti ia masih bisa belajar dan memeluk Gracya tidak lupa mengucap terima kasih.
" Gracya sudah datang" kata mami Atika, turun dari tangga, Dyah sudah memberitahunya kalau Gracya akan datang.
" Selamat siang tante " kata Gracya, tidak lupa mencium tangan mami Atika. Mami Atika mengajak mereka bicara di taman ia tahu menantunya ingin mengatakan sesuatu.
Bibi Ina membawa minuman dan makanan ringan untuk mereka.
" Gracya kemaren tuan Akbar mengatakan sesuatu mengenai hubungan kalian dan kamu tidak beritahu padaku malah tuan Akbar yang mengatakannya" kata Dyah, merasa kesal pada Gracya.
" Dyah aku minta maaf bukannya aku tak mau mengatakannya tapi karena hubungan kami baru saja terjalin beberapa minggu" kata Gracya, merasa bersalah pada Dyah.
" Baiklah" .Akhirnya Dyah mengatakan apa tang diiinginkan oleh Akbar, Gracya yang mendengarnya merasa malu dan wajahnya merah.
" Aku tak tahu Dyah, aku baru saja bicara pada ibu dan ibu juga mengatakan gimana kalau mas Akbar ingin hubungan ini lebih serius mengingat usianya tak muda lagi" kata Gracya, menunduk malu.
" Sebaiknya kalian bicara berdua" kata Dyah, melihat suami dan Akbar sudah datang.
__ADS_1
" Ha" Gracya terkejut melihat Akbar sudah di depannya, Azka mengajak istrinya masuk.