CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 110


__ADS_3

Keesokan paginya mereka berempat pergi ke Kampung Melayu di kota A untuk menemui bu Rt dan menyelesaikan masalah yang terjadi.


Mereka menaiki jet pribadi Azka agar lebih cepat sampainya sesampai di bandara sudah ada anak buah Azka.


" Mas kita langsung ke rumah bu Rt ya" kata Dyah, Azka tersenyum dan menanggukan kepalanya. Mereka menggunakan dua mobil menuju rumah bu Rt.


Mobil membawa mereka sudah sampai di depan rumah bu Rt.


" Assalamualaikum , bu, pak" kata Dyah.


" Waalaikumsalam, Ya Allah nak akhirnya kamu datang juga" kata bu Rt bahagia melihat Dyah sudah datang kemudian bu rt mengajak mereka masuk.


" Bapak lihat siapa yang datang" kata ibu Rt, bapak Rt keluar dari kamar tersenyum melihat Dyah datang, Dyah mencium tangannya.


" Nak dimana adikmu? " pak Rt tidak melihat Fathan diantara mereka, pak Rt dan bu Rt melihat orang asing yang datang bersama Dyah.


" Pak Fathan harus ke sekolah kalian tenang saja ada orang yang menjaganya, bu pak kenalin ini mas Azka, pak Akbar dan pengacara" kata Dyah, menyadari kebingungan mereka.


" Kenal pak bu, saya Azka calon suami Dyah" kata Azka, bu dan pak Rt bahagia karena Dyah sudah ada yang menjaganya.


Kemudian bu Rt pamit dia membuat minuman untuk tamunya.


" Dyah bu senang kamu datang hari ini karena mereka nanti siang datang lagi" kata bu Rt, membawa minuman untuk mereka.


Dyah melihat ke arah Azka dan memegang tangannya.


" Pak tahu tentang toko sembako milik ayah? "Dyah, membuat pak dan bu Rt terkejut.


" Bu, pak apa yang terjadi?. Kenapa kalian terkejut mendengarnya? " Dyah.


" Bu, pak sebaiknya katakanlah karena toko sembako itu atas nama Fathan jadi mereka tak berhak mengambilnya" kata Collin.


Pak Rt menghela nafasnya. " Begini nak setahun setelah kamu pergi ke kota pak Andre datang ke tempat bapak, katanya Toko Sembako milik ayahmu sudah menjadi miliknya karena kamu pergi begitu katanya. Saat itu dia minta surat penting tentang Toko Sembako pak tak bisa memberikannya karena pak tidak memilikinya" kata pak Rt.

__ADS_1


" Setelah itu datang beberapa orang berbadan besar mereka menghajar bapak dan memaksa untuk memberikan surat itu, bapak tak dapar memberikannya karena surat itu tak ada pada bapak beruntung ibu datang bersama warga dan bapak di bawa ke rumah sakit. Maaf nak bapak tidak bisa memberikan kabar padamu karena bapak belum sadarkan diri" kata pak Rt.


" Seminggu yang lalu pak Andre kembali datang bersama orang yang tidak bapak kenal dia hanya menyatakan kalau dia adalah keluarga ayahmu, dia ingin menjual rumah peninggalan orangtuamu katanya ayahmu mempunyai utang cukup besar" sambungnya.


" Hiks, hiks hiks kenapa pak Andre bisa melakukan hal seperti itu pada ayah padahal ayah sangat mempercayainya dan soal utang Dyah tak percaya" kata Dyah, menangis dalam pelukan Azka.


" Tuan muda ini pasti akalan mereka agar nona menyerahkan rumah dan Toko Sembako itu dengan sukarela" kata Akbar.


" Benar katamu mereka sengaja mengatakan ayah dan ibu memiliki utang yang besar agar Dyah tak mampu membayarnya" kata Azka, dengan menahan emosinya.


" Tapi mas apa tujuannya mas bahkan mereka tak mau mengakui Dyah dan Fathan sebagai keluarga mereka" kata Dyah, dengan emosi.


" Apa karena hal itu? " pak Rt.


Mereka menatap ke arah pak Rt minta penjelasan.


" Pak maksudnya" kata Dyah.


" Nak mungkin sudah saatnya kamu tahu" kata psk Rt, meminta istrinya mengambil surat tersimpan di kotak ada dalam lemarinya.


" Saat itu kamu sudah sekolah di SMP dan ibumu sedang hamil, kakekmu datang ke rumahmu menemui ayahmu kebetulan bapak bertamu, kakekmu sedang sakit dan minta maaf pada ayah dan ibumu sebelum pergi dia memberikan ini pada ayahmu katanya itu untuk cucunya" kata pak Rt, memberikan surat pada Dyah.


Dyah membukanya dan terkejut melihat isinya berupa Perusahaan atas nama Dyah Permata.


" Bapak maksudnya apa dan kenapa surat ini ada pada bapak? " Dyah, dengan gemetaran.


" Nak surat itu diberikan oleh ayahmu setelah kakekmu meninggal dia minta bapak untuk menjaganya sampai kamu menyelesaikan pendidikanmu" kata pak Rt.


Dyah menangis histeris mendengarnya Azka mengambil surat itu dan meminta Collin untuk memeriksanya.


" Mas Dyah tak butuh semuanya itu jika mereka menginginkan perusahaan itu silahkan, Dyah hanya ingin Toko Sembako dan rumah peninggalan ayah " kata Dyah, Azka memeluknya.


" Nona surat ini sah dan ini juga terdapat tanda tangan ayah nona sebagai wali sebelum nona berusia 17 tahun" kata Collin.

__ADS_1


Mereka hanya diam dan membiarkan Dyah tenang terlebih dahulu, taklama ada warga berlari dan memanggil pak Rt.


" Bapak Rt mereka datang kembali dengan membawa alat besar untuk menghancurkan rumah pak Yusuf" kata Warga.


Yusuf dan Aisyah adalah nama orangtua Dyah dan Fathan mereka meninggal karena kecelakaan mobil saat itu Dyah baru kelas 3 SMA, sejak orangtuanya meninggal Dyah mengurus Toko Sembako dengan bantuan pak Andre. Tapi semua berubah sejak Dyah berangkat ke kota.


Dyah tak bisa menahan emosinya lagi dia mengambil surat itu dan menbawanya keluar.


" Sayang" kata Azka. " Nggk mas Dyah harus menyelesaikan ini jika mereka menginginkan ini baiklah tapi jangan harap mereka menyentuh rumah dan Toko Sembako takkan Dyah biarkan" kata Dyah, keluar dari rumah pak Rt diikuti oleh lainnya.


Terlihat alat berat akan menghancurkan rumah kosong hampir dua tahun kosong tapi tetap bersih karena bu Rt sendiri yang membersihkannya tiap minggu.


" Berhenti" teriak Dyah, membuat mereka berhenti melakukan penggusuran, Dyah berdiri tepat di depan alat berat dan menghalangi mereka.


" Hei gadis kecil beraninya kau menghentikan pekerjaan kami" kata Rudi, merupakan kakak dari Yusuf tepatnya paman Dyah.


" Tuan dia adalah Dyah putri sulung Yusuf dan Aisyah"kata pak Andre, berbisik pada Rudi.


" Ternyata kamu adalah keponakanku mari ikut kita akan bicara sesuatu " kata Rudi.


" Tidak saya takkan pergi dari sini kalianlah yang seharusnya pergi karena ini adalah rumah kami" kata Dyah.


Rudi meminjit keningnya. " Sepertinya kamu belum tahu kalau ayahmu sda utang padaku dan rumah ini jaminannya" kata Rudi, dengan percaya diri.


Dyah tersenyum sinis. " Menurut anda saya akan mempercayainya dan anda hanya ingin ini bukan" kata Dyah, menunjukan surat di tanganya.


Rudi dan Andre terkejut melihat berkas di tangan Dyah.


" Katakan padaku darimana kamu mendapatkannta" kata Andre, dengan tegasnya.


Dyah tersenyum. " Kakek yang memberikannya padaku" kata Dyah.


Kamu kira aku akan percaya dengan ini, ini pasti karena ayahmu memaksa kakekmu memberikannya padamu" kata Rudi, dengan asal bicara.

__ADS_1


" Aku tak peduli dengan surat di tanganmu rumah ini harus hancur" kata Rudi, Rudi yang emosi hampir menampar Dyah.


" Beraninya kau menyentuhnya aku akan menghabisi kalian semua"


__ADS_2