CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 179


__ADS_3

Barang yang diberi oleh Dyah sudah sampai siang harinya Dyah segera merapikannya dan memasukan belanjaannya ke dalam kulkas setelah memastikan rapi Dyah tersenyum melihat Fathan tertidur di kursi yang baru saja dibelinya.


Dyah masak untuk makanan siang apalagi inj sudah menunjukan jam dua siang sudah lewat untuk makan siang, Dyah hanya memasak telur dadar karena dia juga merasa lelah. Setelah memasak Dyah membangunkan Fathan untuk makan.


Dyah mengajak Fathan istirahat di kamar selesai makan, Dyah mencuci piring kemudian menuju kamar.


Keesokan harinya Dyah bersiap menuju perusahaan Alexanders Group, Dyah memasak sarapan pagi untuknya dan Fathan karena tidak tahu berapa lama dia pergi akhirnya Dyah memasak banyak untuk adiknya nanti siang.


" Fathan kakak pergi dulu ingat jangan keluar dari rumah kita baru tinggal disini, kita tidak tahu keamanan disini" kata Dyah, mengambil tas Fathan menanggukan kepalanya.


Dyah memesan taksi online untuk berangkat ke perusahaan Alexanders Group hanya membutuhkan waktu empat puluh lima menit mereka sudah sampai, Dyah mengucapkan terima kasih tidak lupa untuk membayar taksi.


Dyah menatap gedung yang tinggi di hadapannya tiba-tiba saja dia merasa deg degan, Dyah menghirup udara dan menarik nafasnya melangkahkan kaki masuk ke dalam.


Ruang Azka.


Deg


Tiba saja jantung Azka berdebar sangat kencang Azka memegang jantungnya dia dapat merasa detakan jantungnya.


" Ada apa ini kenapa jantung ini berdetak sangat kencang seakan akan terjadi sesuatu" guman Azka, tiba saja matanya tertuju pada foto Dyah tersenyum manis yang terletak di atas meja.


" Sayang jantung ini berdetak sangat kencang seperti aku melihatmu" kata Azka, menghela nafasnya.


Dyah memasuki perusahaan dan menemui resepsionis.


" Selamat datang nona apa ada yang bisa saya bantu" kata resepsionis, menatap Dyah dengan intens seakan dia mengenalnya.


Dyah merasa gugup melihat resepsionis menatapnya dengan tatapan begitu.


' Saya kesini karena mendapat kabar dari pihak HRD disuruh kesini" kata Dyah, dengan senyuman.


Resepsionis tahu kalau hari ini kedatangan calon sekretaris baru untuk Azka pihak HRD telah mengabarinya.


" Silahkan nona anda telah di tunggu" kata resepsionis, menunjuk jalan pada Dyah. Dyah tersenyum dan mengucap terima kasih segera menuju HRD.

__ADS_1


Para karyawan melihat Dyah terkejut walau Dyah sudah tiga tahun menghilang mereka yang mengenalnya tidak lupa dengan wajahnya karena fotonya terpasang di ruang Azka, berbeda dengan karyawan baru yang tidak mengenalnya termasuk vega karena itulah dia berani menggoda Azka.


" Bukankah itu nona muda" karyawan berbisik pada temannya.


" Selama ini kemana saja dia tapi kok dia ke ruang HRD bukannya ke ruangan tuan muda" bisik temannya.


" Maaf kenapa kalian mengenalnya dan siapa dia? " karyawan baru.


Sebelum mereka menjawab Gracya dan Akbar tiba mereka baru saja mengantar klien ke bandara , saat mereka tiba terdengar karyawan berbisik.


" Kalian,apa yang kalian gosipkan" kata Akbar, mereka yang sedang bergosip terkejut melihat kedatangan Akbar dan Gracya.


" Maaf tuan Akbar kami baru saja melihat istri tuan Azka datang tapi malah masuk ke HRD" kata karyawan lama.


" Apa" kata Gracya, terkejut. " Kamu tidak bercanda kan Dyah ada disini" kata Gracya.


" Benar nona Grac, kami baru saja melihatnya masuk" kata karyawan lama.


" Mas" kata Gracya, matanya berkaca. " Katakan dimana dia sekarang" kata Akbar.


Karyawan lama memberitahunya Dyah saat ini berada di ruang HRD, Gracya tak sabar menemui sahabatnya dia menarik tangan Akbar ke ruang HRD.


" Mas mereka benar itu Dyah, tapi kenapa Dyah melamar pekerjaan disini. Mas apa mungkin" Gracya mengingat hari ini ada calon sekretaris datang.


" Sayang jika itu benar ini semua adalah tadir akhirnya mereka pertemukan kembali setelah tiga tahun, sebaiknya kita jangan memberitahu tuan Azka mengenai hal ini biar ini menjadi kejutan" kata Akbar, Gracya tersenyum dan menanggukan kepalanya mereka meninggalkan ruang HRD, sebelum pergi Gracya menatap Dyah yang terlihat bahagia sepertinya dia diterima kerja disini.


Sebelum Gracya melihat Dyah di ruang HRD.


Dengan perasaan gugup Dyah menuju ruang HRD dia merasa harap cemas akankah dia diterima atau tidak.


" Selamat pagi, bu" ucap Dyah, saat membuka pintu.


" Pagi" balas manager, saat melihat Dyah dia tersenyum dan mempersilahkan Dyah masuk. Manager HRD tidak mengenal Dyah karena dia baru saja bekerja.


" Apakah anda nona Dyah yang melamar menjadi sekretaris? "

__ADS_1


Dyah menanggukan kepalanya manager HRD melihat ijazah Dyah dan nilainya sangat sempurna.


" Jadi anda sudah tamat setengah tahun yang lalu dan selama itu anda bekerja dimana? "


Dyah menceritakan kalau dia bekerja sebagai pelayan sebuah restoran sejak kuliah dan sejak tamat belum menemukan pekerjaan yang cocok, manager tersenyum melihat kejujuran Dyah dia merasa ini akan menjadi sekretaris terakhir untuk Azka dan Azka pasti menyukainya dia juga berharap jangan ada lagi sekretaris baru.


" Selamat anda diterima silahkan temui bos dia yang akan menentukan apakah anda layak tapi saya yakin bos pasti menyukai anda" kata manager HRD.


Manager HRD meminta bawahannya menemani Dyah menuju ruang Azka di lantai lima belas, dengan perasaan gugup Dyah melangkahkan kaki mengikuti karyawan HRD menuju ruang Azka.


Ruang Azka.


Setelah dari ruang HRD Akbar dan Gracya segera ke ruang Azka karena setiap calon sekretaris harus menemuinya terlebih dahulu, Gracya tak sabar lagi untuk melihat pertemuan mereka makanya dia memaksa Akbar ke ruang Azka.


" Kalian berdua kesini apakah tak ada kerjaan hingga bersantai disini" kata Azka, tanpa menatap mereka Akbar dan Gracya hanya diam dan senyum kecil Azka hanya menggelengkan kepalanya melihat keduanya.


Tok tok tok


" Biar aku yang membukanya" kata Gracya, merasa tak sabar melihat Dyah. Saat membuka pintu tetlihat karyawan HRD dan Dyah.


" Maaf nona saya disuruh manager mengantarnya menemui tuan muda" kata karyawan, Gracya menanggukan kepalanya dan suruh karyawan pergi dan mengajak Dyah masuk.


Dyah masuk dengan perasaan takut kenapa wanita di depannya menarik tangannya masuk kedalam.


" Tuan muda saya membawa sekretaris baru anda" kata Gracya, senyum Dyah menundukan kepalanya dengan memeluk berkas di tangannya.


Azka melihat seorang gadis menundukan kepalanya di samping Gracya dia mengeringit dahinya gadis ini seperti malu tak seperti sekretarisnya yang lama, Azka tidak boleh terkecoh dia harus mengujinya.


" Kenapa wajahmu melihat ke bawah apa yang kamu lihat" kata Azka, dengan dingin.


Deg


Dyah terkejut mendengar suara seakan dia pernah mendengarnya tapi dia tidak boleh takut, pekerjaan ini sangat dia butuh adiknya sebentar lagi akan mendaftar masuk SMP dan membutuhkan biaya apalagi simpananya tinggal sedikit.


Dengan gugup Dyah menngangkat kepalanya.

__ADS_1


Deg


Azka terkejut melihat wanita dihadapannya sosok wanita yang telah menghilang tiga tahun yang lalu dan sekarang berdiri di hadapannya.


__ADS_2