CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 184


__ADS_3

Rumah sakit


Terlihat beberapa orang menunggu dengan cemas dan takut yang ada di dalam ruang operasi, anak kembar yang terus menangis dalam pelukan wanita satu anak dan seorang pria dengan tatapan kosong menatap arah pintu ruang operasi yang tertutup.


Dan satu pria lagi menghubungi seseorang memberitahu apa yang baru saja terjadi, orang yang mengendarai motor telah tertangkap oleh pihak berwajib setelah diselidiki hanya kecelakaan karena pengendara sedang mabuk dan tanpa ada unsur dendam.


Maka pihak berwajib langsung memasukkan tersangka ke dalam penjara dan mendapatkan hukuman yang setimpal.


Keluarga Alexanders Group.


Aquira baru saja pulang sekolah di jemput oleh supir Azka sudah menyediakan supir pribadi untuk putrinya agar orangtuanya tidak merasa kecapean.


Meyriska merasa santai saja saat si kembar tak ada dia lebih menghabiskan bermain HP di kamar sikembar kalau dia melakukan di luar pasti ketahuan dan dia tak ingin itu, Aquira yang sudah membersihkan diri berniat turun dan menemui nenek dan kakek saat melewati kamar sikembar dia mendengar suara orang tertawa.


Karena rasa penasaran Aquira mendekati dan beruntung pintu tak terkunci, Aquira mengintip dan menatap tajam ke arah Meyriska dengan jelas dia melihat foto papi Azka di dalam HP Meyriska.


Aquira segera turun menemui neneknya dia harus memberitahunya sekarang, saat Aquira akan memberitahunya mami Atika mendapat panggilan dari Akbar.


Mendengar berita yang disampaikan oleh Akbar membuat mami Atika terkejut HP yang dia pegang terjatuh, papi Ammar yang melihatnya segera mendekatinya.


" Mami siapa yang menelepon?. Mami cepat katakan pada papi apa yang dikatakannya sampai kamu seperti ini? " Papi Ammar, khawatir jika putra atau cucu kembarnya terjadi sesuatu.


" Nenek" kata Aquira, menitikan air matanya dan memeluk neneknya.


" Papi tadi Akbar menghubungi mami katanya " Mami Atika, dengan suara yang gemetaran.


" Ya mami, apa yang dikatakan oleh Akbar" kata papi Ammar, semakin takut akan terjadi sesuatu.


" Papi Aquira ayo kita ke rumah sakit sekarang" kata mami Atika.


" Rumah sakit? "." Mami jelaskan pada papi apa yang dikatakan Akbar apakah terjadi sesuatu pada Azka atau cucu kembar kita" kata papi Ammar, mendesak mami Atika.

__ADS_1


" Nenek" Aquira. menangis para pelayan melihat majikannya menangis mereka ikut sedih begitu pula dengan bi Sumi.


" Ya Allah kenapa perasaanku tak enak" guman Bibi Sumi, melihat mami Atika dan lainnya menangis.


' Nanti mami jelaskan ayo kita ke rumah sakit" kata mami Atika, memaksa mereka segera ke rumah sakit. Sebelum pergi mami Atika meminta salah satu pelayan memanggil Meyriska ikut karena harus menjaga sikembar.


Meyriska yang mendengar hal itu menjadi kesal karena menanggunya sedang mengkhayal bersama dengan Azka, tapi tak mungkin dia menolak pasti mami Atika marah besar.


Mereka segera menuju rumah sakit dimana Dyah di rawat.


Rumah Dyah.


Bibi Ina yang juga mendapat kabar dari Akbar terkejut dan menangis memanggil Dyah.


" Nona muda, hiks hiks" bibi Ina menangis memegang HP.


Fathan yang baru saja selesai sholat berniat untuk makan siang saat menuju ruang makan dia melihat bibi menangis.


" Tuan muda, nona muda hiks hiks hiks" ucap bibi Ina. Mendengar nama kakaknya disebut membuatnya terkejut.


" Bibi ada apa dengan kak Dyah bukannya kakak pergi kantor " kata Fathan, dengan lirihnya.


" Tadi tuan Akbar menghubungi bibi dan mengatakan kalau nona muda tertabrak mobil karena menyelamatkan tuan Azka" kata Bibi Ina.


Deg


Fathan terkejut kakaknya kembali mengalami kecelakaan dia takut jika terjadi sesuatu.


" Bibi ayo kita ke rumah sakit" kata Fathan, berusaha untuk tenang walau hatinya sedih bibi menanggukan kepalanya.


" Tuan muda bisa menyiapkan barang nona muda bibi akan memanggil taksi online " kata bibi Ina. Fathan menanggukan kepalanya segera ke kamar Dyah menyiapkan barangnya.

__ADS_1


Setelah taksi online tiba mereka segera menuju rumah sakit bibi Ina tidak lupa membawa bekal karena Fathan belum makan.


Mobil papi Ammar tiba di rumah sakit bertepatan dengan taksi online yang membawa Fathan.


" Mami papi" teriak Fathan, melihat mami Atika dan lainnya turun dan berlari langsung memeluk orangtua yang telah dianggap sebagai orangtuanya sendiri.


" Fathan sayang" kata mami Atika. " Mami kak Dyah hiks hiks hiks" kata Fathan, mami Atika hanya bisa menenangkan adik Dyah yang semakin tinggi itu.


Aquira mendekati Fathan dan memeluknya Meyriska melihat anak kecil yang baru pertama kali melihatnya dia mengeringit dahinya karena mereka sangat akrab.


" Bibi anak kecil itu siapa? " Meyriska, pada bibi Ina berdiri di sampingnya.


" Dia adik ipar tuan muda Azka dan orang yang sakit adalah istrinya dan bunda dari nona kecil dan si kembar" kata Bibi Ina, dengan kesalnya karena dia juga tak menyukai pengasuh dari sikembar.


Akhirnya mereka langsung menuju ruang operasi dimana Dyah yang sedang diperiksa.


" Nak" kata mami Atika, langsung memeluk putranua dengan tatapan kosong seakan bayangan tiga tahun yang lalu kembali terulang.


" Mami, kenapa semua ini harus terjadi lagi padahal kami baru saja bertemu setelah kian lama berpisah, aku sudah ikhlas jika dia melupakan kami dan berusaha lagi untuk mendapatkan cintanya" kata Azka, dengan sendunya mami Atika tak bisa menahan tangisannya melihat putranya.


Papi Ammar hanya bisa menepuk punggung putrnya agar merasa tenang Gracya memeluk Aquira yang sejak tadi menangis, sikembar terus menatap Fathan dengan ceria akhirnya mereka bertemu dengan adik bunda mereka.


" Om kemana saja kita tak pernah bertemu hanya kak Ira bilang kalau kita punya om adik dari bunda dan hanya melihat foto?" Dika, menatap Fathan.Fathan tersenyum mengelus rambut keduanya.


Bibi Ina tahu kalau anak-anak belum makan dan mengajaknya makan di kantin kebetulan dia membawa banyak, awalnya mereka menolak tapi dibujuk oleh Gracya akhirnya mau apalagi anak-anak tidak baik berada di ruang operasi.


" Meyriska temani mereka ke kantin" kata mami Atika. Awalnya Meyriska tidak mau karena terus menatap Azka, Gracya melihat hal itu menjadi kesal memberi kode pada bibi Ina agar menariknya.


Taklama dokter keluar dari ruang operasi Azka yang melihat dokter keluar dia langsung bertanya.


" Dok? "

__ADS_1


" Alhamdulillah pasien baik saja untung luka du kepalanya tidak begitu parah dan sekarang pasien belum sadar masih pengaruh obat bius" kata Dokter. Mereka merasa lega mendengarnya dan papi Ammar meminta menantunya di bawa ke kamar VVIP.


__ADS_2