
Seluruh keluarga berbahagia atas kemenangan Fathan di hari ibu, Aquira merasa sangat penasaran dengan hadiah yang di dapat oleh Fathan.
" Om hadiahnya apa? " Aquira, melihat tas di dekat Fathan semua orang menatap mereka karena mereka belum bertanya hadiah yang di peroleh oleh Fathan kecuali piala di berikannya pada Dyah.
" Benar tu pasti hadiahnya sangat besar kakak jadi penasaran jadinya " kata Gracya, menatap ke arah Fathan.
Fathan menatap semua orang di hadapannya dia lihat kakaknya yang tersenyum, Fathan mengeluarkan amplop di dalam tasjya dan di berikan pada Azka.
" Lho Fathan kenapa di berikan pada kak Azka? " papi Ammar.
" Fathan ingin menyimpannya pi, Fathan minta tolong pada kak Azka untuk menyimpannya Fathan ingin menabung" kata Fathan. Semua orang tersenyum mendengar perkataan Fathan dan Azka berjanji akan membuka tabungan atas nama Fathan.
Hari menjelang sore mereka kembali ke rumah masing-masing.
Apartemen Akbar.
Sepulang dari restoran Akbar segera menuju kamar mandi ia merasa gerah, Gracya sedang menyiapkan makanan malam.
Saat membuka kulkas ternyata kosong Gracya menepuk keningnya ia melupakan belanja, Akbar yang sudah rapi mengeringit dahinya melihat istrinya melamun.
" Sayang" panggil Akbar, menepuk punggung Gracya.
" Mas maaf kulkasnya kosong Gracya lupa membelinya" kata Gracya, menyesal belum memasak.
Akbar tersenyum dan memeluk istrinya. " Kita pesan saja nanti kita berbelanja di bawah" kata Akbar, Gracya menanggukan kepalanya memesan makanan untuk mereka.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu lama makanan pesanan mereka sudah sampai, setelah menghabiskan makanan Akbar mengajak istrinya berbelanja kebetulan supermarket tidak jauh dari apartemen.
Gracya membeli dua karuang beras, dua kilo gading dan tiga kilo ikan.Dia juga membeli cabe, bawang, sayuran juga buahan.
Saat menemani istrinya di kasir Akbar dapat panggilan dari Azka.
" Sayang sudah membayarnya" kata Akbar, melihat Gracya mendekatinya dan memegang beberapa kantong.
" Sudah mas emangnya kenapa mas tadi Gracya lihat mas sedang mengangkat panggilan, apakah itu penting Gracya bisa membawanya ke apartemen " kata Gracya.
" Sayang itu dari tuan Azka dia minta kita ke rumahnya karena nona Dyah ingin bubur ayam dan dia ingin kamu yang membuatnya" kata Akbar.
" Mas tunggu di sini dulu ya Gracya akan membeli bahannya" kata Gracya, menitip barang belanjaannya ke Akbar.
Akbar tersenyum melihat istrinya semangat membeli beberapa bahan bubur ayam, setelah mendapatkan bahannya mereka ke apartemen merapikan berbelanjanya kemudian menuju kediam keluarga Alexanders memenuhi keinginan dari ibu hamil.
Dyah berdiri di pintu menunggu kedatangan Gracya sudah sepuluh menit dari Azka menghubungi Akbar tapi belum datang membuat Dyah kesal.
" Sayang ayo duduk mereka pasti datang" kata Azka, khawatir pada istrinya sudah lama berdiri di depan pintu.
" Mas ini sudah sepuluh menit mereka belum datang pasti Akbar tidak ingin istrinya memasak untuk Dyah" kata Dyah, dengan kesal memaling wajahnya dari Azka.
Azka mengusap wajahnya secara kasar sangat sulit membujuk istrinya yang sedang kesal, mami Atika dan papi Ammar hanya memperhatikan mereka.
" Om, Bunda kenapa? " Aquira.
__ADS_1
" Kakak sedang nunggu kak Gracya sepertinya telat makanya kak Dyah marah" kata Fathan, mengerjakan tugas sekolahnya.
Aquira hanya menanggukan kepalanya kembali melakukan kegiatannya bermain puzzel.
Tin
Mobil Akbar datang dan membunyikan klakson satpam membuka gerbang setelah melihat Akbar.
" Assalamualaikum " kata Akbar dan Gracya, mengucap salam bersamaan.
" Waalaikumsalam, untung kalian datang lihat " kata Azka, menunjuk Dyah, yang sedang kesal.
" Sayang maaf tadi di jalan macet" kata Gracya, mendekati Dyah dan tersenyum manis.
" Baiklah aku tetima alasannya sayang jika aunty telat sedikit saja kita jangan mengajaknya lagi" kata Dyah, mengelus perutnya.
Gracya terus membujuk Dyah agar tidak marah lagi karena lapar Dyah memaafkan sahabatnya kecuali memasak bubur ayam, Gracya menanggukan kepalanya menuju dapur dan mengeluarkan semua bahan yang telah ia beli.
Gracya memasak bubur ayam dan Dyah memperhatikannya duduk di kursi tak jauh dari Gracya, Azka mengajak Akbar ke ruang kerjanya membahas pekerjaan.
Setelah memasak dan memastikan Dyah menghabiskan buburnya Gracya dan Akbar pamit pada lainnya karena hari sudah malam.
" Apakah istri mas sudah senang"kata Azka. Dyah menanggukan kepalanya sambil tersenyum. Gracya memasak buburnya banyak hingga semua orang mendapatnya.
Azka mengajak istrinya ke kamar Fathan dan Aquira sudah berada di kamar masing-masing begitu pun orangtuanya.
__ADS_1
Negara sebelah Lainnya sudah sebulan Selly zract meninggalkan kota dan menjauhi Azka, tapi keinginannya untuk mendapatkan Azka semakin kuat.
" Sudah sebulan aku disini dan membantu papi dalam pekerjaan tapi wajahmu yang tampan itu tak menghilang dari benakku, tunggulah sebentar lagi aku pasti kembali dan merebutmu dari istrimu kalau perlu akan kuhabisi dia" kata Selly, tersenyum smirk melihat majalah yang memberitakan kesuksesan seorang Azka Alexanders bahkan wajahnya tertampang di sampul majalah.