CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 78


__ADS_3

Fathan sedang mengerjakan tugas sekolahnya yang dikerjakan di ruang tengah, dia ditemani oleh Aquira bermain boneka dan rumahan.


" Kakak ini Ira buatkan minuman agar kak Fathan tak haus" kata Ira memberikan gelas mainannya pada Fathan.


" Terima kasih nona" kata Fathan mengambil gelas mainan dari tangan Ira.


Tok, tok, tok


Bi Ina membuka pintu ternyata Helena yang datang dia berniat mengambil hati Aquira agar menerima dirinya.


" Maaf nona mau mencari siapa? " Bi Ina, mengetahui kalau wanita ini calon dari tuan muda Azka.


" Saya ingin menemui Aquira" kata Helena, masuk begitu saja membuat bibi Ina menghela nafasnya.


Helena melihat Aquira bermain dengan anak yang tak dikenalinya dengan senyum palsunya mendekati Aquira.


" Halo Aquira kita bertemu lagi" kata Helena, tapi Ira hanya mengacuhkannya terus memainkan mainannya, sedangkan Fathan hanya meliriknya.


Melihat Aquira mengacuhkannya membuat Helena tidak putus asa dia sudah bertekad untuk mendekati Aquira.


" Sepertinya mainannya seru apa boleh tante menemani Aquira bermain" kata Helena.

__ADS_1


Dyah dari arah dapur membawa minuman dan kue untuk adiknya dan Ira, dia melihat Helena yang mencoba mengajak Aquira berbicara ada perasaan sedih yang dia rasakan tapi mencoba untuk menahannya.


" Kakak" panggil Fathan melihat Kakaknya mendekat, Dyah tersenyum.


" Apa tugas sekolahnya sudah selesai? " Dyah. " Sebentar lagi kak " kata Fathan, Dyah tersenyum.


" Nona ingin minum apa? " Dyah pada Helena. " Buatkan saya minuman dingin" kata Helena dengan sombongnya.


" Baik nona nanti saya katakan pada bibi Sumi, Ira sayang ayo minum susunya dulu" kata Dyah.


" Bunda, Ira ingin minum seperti kak Fathan" kata Aquira melihat Fathan meminum jus jeruk.


Ketika Dyah berdiri Helena menghalanginya. " Tunggu" panggil Helena.


" Ya nona" kata Dyah, menundukan kepalanya, Helena tersenyum sinis mendekati Dyah .


" Aku ingin kamu yang membuatnya dan satu lagi saya tak suka jika Aquira memanggilmu dengan kata bunda, ingat sebentar lagi aku akan menikah dengan Azka dan putrinya akan menjadi putriku jadi jangan pernah biarkan dia memanggilmu kata bunda lagi aku tidak menyukainya sekarang buatkan minuman untukku" kata bisik Helena.


Dyah menanggukan kepalanya dengan perasaan sakit di hatinya pergi ke dapur untuk membuat minuman untuk calon istri dari pria yang dia cintai.


Dyah berusaha untuk menenangkan hatinya dengan menunjukan senyumannya pada bibi Sumi yang melihatnya.

__ADS_1


" Dyah biar bibi yang membuatnya" kata bibi Sumi yang melihat ada kesedihan di mata Dyah, Dyah tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


" Bi Dyah baik saja, Dyah bawa ini dulu bi" kata Dyah membawa minuman keluar.


Azka bersama Akbar sudah pulang mereka dari restoran menemui klien setelah mendapatkan kesepakatan Azka memilih pulang karena merasa lelah.


Brug


Dyah tak sengaja menabrak Helena ketika membawa minuman karena saat itu Helena sedang menerima panggilan dari asistennya.


" Hei apa yang kau lakukan Ha lihat bajuku basah" kata Helena dengan berteriak, mendengar teriak Helena Bibi Sumi dan bibi Ina mendekat berbeda dengan Aquira merasa takut melihatnya dia bersembunyi di belakang Fathan.


Dyah mengetahui kalau Aquira ketakutan memanggil Bibi Sumi.


" Bi tolong bawa mereka ke dalam" kata Aquira dengan menanggukan kepalanya, Bibi menanggukan kepalanya segera mengajak mereka masuk.


" Bibi Kakak" kata Fathan yang khawatir dengan kakaknya, bibi Sumi berusaha menenangkan mereka kalau Dyah baik saja.


" Hei kenapa kamu mengacuhkanku Ha" kata Helena melihat Dyah tak meresponnya.


" Assalamualaikum "

__ADS_1


__ADS_2