CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 148


__ADS_3

Pernikahan Akbar dan Gracya di laksanakan dua minggu lagi kedua keluarga di sibukan dengan mempersiapkannya, mami Atika meminta Dyah tidak ikut membantu karena pasti ini pasti melelahan dan mami Atika rak ingin menantu kesayangannya kelelahan.


" Mami Dyah bantu milihnya ya" kata Dyah, melihat mami Atika memilih kartu undangan, mami Atika tersenyum.


" Sayang" kata Azka, berdiri di depan pintu masuk saat mau masuk ia mendengar perkataan Dyah.


Dyah memajukan bibirnya karena kesal melihat suaminya datang dan melarangnya membantu mami Atika, Azka masuk menyalami mami Atika dan duduk di samping istrinya. walau merasa kesal Dyah tetap mencium tangan suaminya.


" Mami sudah memilih beberapa undangan untuk di sebarkan menurutmu apa yang paling bagus " kata mami Atika, memperlihatan beberapa contoh undangan pada Azka.


" Mami yang menikah bukan Azka sebaiknya mami kirim pada mereka biar mereka milih, sayang ayo ke kamar kamu harus istirahat" kata Azka, mengajak istrinya ke kamar.


Mami Atika memfoto beberapa undangan dan mengirim pada Akbar dan Gracya meminta memilih apa yang mereka sukai.


Dyah memainkan HP Azka hanya tersenyum ia tahu istrinya masih kesal atas kejadian tadi lalu Azka masuk ke kamar mandi, Dyah tersenyum melihat video orang makan rujak hingga ia menginginkannya.


" Mas Azka kesini" kata Dyah, melihat suaminya baru saja keluar dari mandi.


" Ya sayang " kata Azka, mengeringit dahinya sepertinya istrinya tidak lagi kesal, Azka tersenyum dan mendekat pada Dyah.


" Mas Dyah ingin makan ini" kata Dyah, memperlihatkan video pada Azka.


" Sayang mas akan meminta bibi Ina membelinya " kata Azka, saat berdiri tangan Azka di pegang oleh Dyah dan menggelengkan kepalanya.


Azka menatap heran pada Dyah bukannya ia ingin makan rujak.


" Sayang bukannya ingin makan rujak mas panggil bibi Ina membelinya" kata Azka, memegang tangan Dyah.


Dyah menggelengkan kepalanya. " Mas Dyah tak ingin bibi Ina belinya, Dyah ingin mas yang membuatnya bahannya pasti ada di dapur" kata Dyah, dengan manjanya.


Azka tidak dapat menolak permintaan istrinya yang terlihat gemas.


" Mas Dyah ikut" kata Dyah, tersenyum. Azka menggelengkan kepalanya memegang tangan istrinya mereka menuju dapur.


" Tuan, nona ada yang bisa bibi bantu" kata bibi Sumi, melihat Azka dan Dyah masuk ke dapur.

__ADS_1


" Dyah ingin makan rujak bi" kata Dyah, tersenyum mengelus perutnya, bibi Sumi tersenyum.


" Nona biar bibi beli kebetulan di depan gang ada gerobak penjual rujak biasanya mangkal di sana" kata bibi Sumi.


" Bibi Dyah ingin mas Azka yang buat, bibi buahnya ada kan yang penting ada mangga mudanya bi" kata Dyah.


Bibi Sumi menatap Azka yang menanggukan kepalanya.


" Tapi nona buah mangga mudanya tak ada yang ada hanya ini" kata bibi, mengeluarkan beberapa buah dalam kulkas.


" Ya buah mangga mudanya tak ada" kataFyah, menjadi sedih melihat buah yang ia ingin tak ada.


" Sayang jangan sedih mas akan membelinya" kata Azka, menghapus air mata Dyah. Dyah mengelap wajahnya dan tersenyum.


Bibi Sumi tersenyum melihat Azka yang sudah banyak mengalami perubahan sejak ada Dyah.


" Maaf tuan jika membelinya pasti sulit katena sekarang bukan musimnya" kata bibi Dumi. Dyah yang sebelumnya semangat sekarang jadi lesu.


" Terus mangga muda itu ada dimana" kataAzka, menenangkan istrinya yang sedih.


" Mami sudah dengan urusannya" kataAzka, mami Atika memanggukan kepalanya.


" Azka kenapa istrimu sedih?" mami Atika, mendekati Dyah dan menenangkannya.


" Dyah ingin makan rujak mi, pi tapi Azka yang membuatnya. Buah mangga mudanya kosong" kata Azka, menggarut keningnya.


Mami Atika dan papi Ammar tersenyum. " Papi bukannya pak Rt mempunyai pohon mangga kemaren mami melihatnya saat mengurus berkas untuk pernikahan Akbar" kata mami Atika.


" Mami papi, Azka titip Dyah sebentar Azka akan memintanya" kata Azka, sebelum prrgi ia mencium kening istrinya. Mami Atika mengajak Dyah ke ruang tengah sambil menunggu Azka.


Universutas A


Gracya baru saja keluar dari kampus saat akan memanggil taksi online tanpa sengaja ia melihat Akbar eudah berada di pakiran .


" Mas Akbar kok tak memberi kabar mau kesini" kata Gracya, merasa malu semua mahasiswa melihatnya.

__ADS_1


" Tadi nyonya besar meminta kita ke rumahnya karena harus memilih beberapa hal mengenai pernikahan kita" kata Akbar, Gracya menanggukan kepalanya. Mereka menuju ke kediaman keluarga Alexanders, sebelumnya mami Atika menghubungi Akbar untuk datang ke kediaman keluarga Alexanders.


Azka sudah mendapatkan buah mangga mudanya kebetulan putra pak Rt ada di rumah dan membantunya.


" Assalamualaikum " kata Azka, masuk ke dalam rumahnya.


" Waalaikumsalam" sahut mereka di dalam. " Mas ayo buat rujaknya Dyah tak sabar lagi mencicipnya" kata Dyah, bahagia melihat Azka sudah datang.


Azka tersenyum menuju dapur memanggil bibi Ina untuk membantunya, mami Atika dan papi Ammar hanya menggelengkan kepalanya.


" Bunda tadi Ira melihat papi di dapur saat Ira panggil papi minta jangan di ganggu" kata Aquira, memajukan bibirnya Dyah tersenyum dan mengajaknya duduk dan menceritakan kalau Azka membuat rujak.


Fathan baru saja selesai mengerjakan tugas dari sekolahnya keluar dari kamar dan duduk di samping papi Ammar, Dyah hanya menatap sambil senyum melihat adiknya belajar bahasa asing dengan papi Ammar.


" Dyah adikmu sangat pintar baru saja papi membantunya belajar bahasa inggris cepat ia paham" kata papi Ammar, mengelus punggung Fathan, Dyah tersenyum.


Akbar dan Gracya sudah sampai di kediaman keluarga Alexanders mereka di sambut oleh bibi Ina, mereka memberi salam pada mami Atika dan lainnya.


Dyah tersenyum melihat sahabatnya datang papi Ammar mengajak Ira dan Fathan belajar di taman, papi Ammar tahu kalau istronya ada urusan dengan mereka.


" Kalian lihatlah tante sudah memilih beberapa desain undangan dan pernikahan ,jika ada kalian sukai silahkan katakan tante akan menghubungi pihak WO segera mempersiapkannya" kata mami Atika, memberikan beberapa contoh pada Gracya.


" Sayang " kata Azka, baru saja selesai membuat rujak.


" Terima kasih mas Dyah tak sabar untuk mencobanya pasti enak" kata Dyah, Azka tersenyum dan berdoa agar rasanya enak.


Bibi Sumi meletakan rujak hasil buatkan Azka atas meja melihat Dyah begitu menikmatinya mami Atika ingin mencobanya, saat memakannya mami Atika terkejut dengan rasanya.


" Sayang jangan di makan lagi ini rasanya sangat pedas " kata mami Atika, khawatir dengan kehamilan Dyah, Azka ikut mrncobanya dan terkejut.


" Mas hiks hiks Dyah ingin memakannya sangat enak" kata Dyah, tahu dari tatapan euaminya.


" Baiklah tapi jangan banyak kasihan dedek di dalam" kata Azka, mengelus kepala isyrinya. Dyah menanggukan kepalanya mami Atika memanggil bibi Ina untuk membuat kembali kuah kacangnya jangan terlalu pedas.


Gracya dan Akbar tersenyum melihat Dyah bahkan mereka sudah memilih yang mereka sukai.

__ADS_1


__ADS_2