
Dyah tersipu malu karena Azka terus menatap dengan senyuman dibelakannya Gracya dan Prisia tersrnyum dan membisik kata membuat Dyah semakin malu.
" Dyah jangan menunduk lihat tuan muda sejak tadi menatapmu dengan mesra" kata Gracya, dengan jahilnya, Prisia menanggukan kepalanya.
" Apakah wali dari calon pengantin wanita sudah datang? " MC.
" Saya yang akan menjadi wali Dyah" kata bibi Sumi, berdiri. Dyah terharu mendengar perkataan bibi Sumi dia menghapus air matanya.
" Silahkan tuan besar Alexanders ingin menyampaikan sesuatu " kata MC.
Papi Ammar berdiri di samping sang putra dan mengambil mic dari tangan MC.
" Assalamualaikum, saya ayah dari Azka Abbiya Alexaders ingin melamar nak Dyah Purnamasari menjadi bagian dari keluarga kami, apakah nak Dyah bersedia menjadi istri putra kami" kata papi Ammar.
" Silahkan nona Dyah menjawabnya" kata Dyah Dyah menatap mereka satu persatu dan melihat Azka yang tersenyum padanya. Fathan menanggukkan kepalanya.
Dyah menghela nafasnya secara berat dan memenjamkan matanya terlihat orangtuanya ysng tersenyum.
" Assalamualaikum, Bismillah saya menerima lamaran mas Azka" kata Dyah, tertunduk malu.
" Yes" teriak Azka. Mereka tertawa melihat Azka berteriak. Gracya menenggol lengan Dyah Prisia tersenyum.
Akbar tersenyum melihat kebahagiaan dari sahabatnya setelah bertahun-tahun akhirnya sahabatnya bahagia, walau dia sempat memiliki kekasih tapi dia tak sebahagia ini.
Mami Atika memasang kalung ke leher Dyah dan cincin pertunangan ke jarinya mami Atik tersenyum membelai pipinya dan mencium keningnya.
Bibi Sumi walau dia merasa sungkan pada Azka dia tetap memasangkan cincin pertunangan. Mami Atika menyerahkan seserahan lainnya pada Dyah.
Kemudian MC mempersilahkan para tamu untuk menikmati hidangan.
Akbar yang merasa haus menuju dapur untuk mengambil minuman, Gracya, Prisia membantu bibi mempersiapkan minuman dan makanan untuk para tamu.
Prisia melihat kedatangan Akbar dan melihat ia terus menatap Gracya yang sedang sibuk menata kue di piring.
"Gracya kakak antar minuman ini ke sana dulu" kata Prisia, Gracya yang tak menyadari kedatangan Akbar ia menanggukkan kepalanya.
Prisia menberi hormat pada Akbar yang telah berada di hadapannya, Akbar hanya mensnggguk kecil.
" Apakah anda bisa mengambil minuman untuk saya?" Akbar, Gracya yang masih belum menyadari itu Akbar ia menanggukan kepalanya.
Gracya mengambil minuman untuk Akbar ketika menyerahkannya hampir saja Gracya terjatuh karena terkejut melihat Akbar sudah berapa di depannya.
Deg
Jantung keduanya berdetak sangat kencang Gracya berusaha untuk berdiri dan mengatur jantungnya.
__ADS_1
" Terima kasih tuan telah menolong saya" kata Gracya, menundukkan kepalanya.
Akbar tersenyum dan mengambil minuman di tangan Gracya.
" Terima kasih atas minumannya" kata Akbar, mengelus rambut Gracya, meninggalkannya sendirian Gracya tersenyum malu dan menggelengkan kepalanya.
Taman samping rumah Dyah.
Azka mengajak Dyah ke taman samping untuk berbicara disinilah mereka, sudah sepuluh menit mereka berada di taman tanpa suara apapun.
Azka tersenyum melihat Dyah berdiri di depannya sambil memandang langit di penuhi bintang, Azka mendekatinya dan memeluknya dari belakang. Dyah memenjamkan matanya merasakan pelukan Azka yang nyaman baginya.
Azka mencium aroma tubuh Dyah yang eudah menjadi candu baginya, Azka meletakkan kepalanya di leher Dyah dan memenjamkan matanya.
" Mas" kata Dyah.
" Hmmm" kata Azka.
" Aku tak menyangka kalau kita saat sudah tunangan padahal dulu mas sering memarahiku hanya karna hal kecil" kata Dyah.
Azka tersenyum dan membiarkan Dyah mengeluarkan isi hatinya.
Aquira yang sejak tadi terus mencari Dyah dia melihat Fathan sedang membaca buku di pojok.
Mami Atika mencari cucunya untuk mengajaknya makan dia tersenyum melihat Ira menanggu Fathan belajar.
" Ternyata cucu nenek ada disini bersama om Fathan" kata mami Atika.
Aquira memalingkan kepalanya. " Nenek ini bukan om Fathan tapi kakak" kata Aquira.
mami Atika tersenyum. " Sayang om Fathan kan adiknya bunda karena bunda akan menikah dengan papi jadi Fathan menjadi omnya Ira" kata mami Atika memberikan penjelasan pada cucunya, Ira menanggukan kepalanya.
" Sekarang ayo kita makan kalian pasti lapar" kata mami Atika.
" Tapi nek Ira ingin makan bersama bunda" kata Ira, dengan kesalnya.
" Ira itu kakak dan kak Azka" kata Fathan, menunjuk Dyah dan Azka yang baru masuk.
Aquira tersenyum turun dari kursi berlatian dan memeluk kaki Dyah.
" Bunda darimana Ira mencari sejak tadi?" Aquira, Dyah tersenyum dan berjongkok dia mengelus rambut panjangnya Ira.
" Tadi bunda bersama papi melihat bintang" kata Azka, tersenyum.
" Kenapa kalian tidak mengajak Ira, Ira kan juga ingin melihat bintangnya" kata Aquira, dengan kesal memandang Azka.
__ADS_1
Dengan jahilnya Azka memeluk Dyah dari samping sambil tersenyum menarik Dyah ke meja mengajaknya makan.
" Papi" teriak Aquira, menghentakan. kakinya menyusul Azka dan Dyah mami Atika dan Fathan hanya tersenyum mengikuti mereka.
Karena hari sudah larut satu persatu tamu mulai meninggalkan rumah Dyah, Prisia dan Gracya kuga telah pamit pulang.
" Sayang mas pulang dulu" kata Azka, mencium kening Dyah, Dyah tersenyum mencium tangan Azka.
Dyah memandang Aquira yang telah tidur di gendongan Akbar, ia mencium tangan mami Atika dan papi Ammar diikuti oleh Fathan. Dyah melihat mobil yang di kendarai Akbar meninggalkan rumahnya.
Bibi Sumi meminta Dyah untuk istirahat di kamarnya karena dia tahu Dyah merasa lelah setelah lamaran, Dyah memegang tangan adiknya menuju kamar.
Keesokan harinya.
Hari ini kegiatan kampus libur karena ada seminar yang di selenggarakan oleh pihak kampud.
Gracya menggunakan hari ini untuk membantu Dyah di Restoran dia bersama Prisia melayani para pengunjung.
" Selamat siang tuan silahkan masuk" kata Gracya, yang tidak menyadari itu adalah Akbar bersama klien.
Akbar memang memiliki janji bersama klien untuk makan siang di restoran, ia tidak tahu ternyata restoran yang mereka kunjung adalah restoran Dyah.
Akbar tersenyum tipis ternyata yang menyambutnya adalah Gracya, gadis yang beberapa hari ini berada dalam fikirannya. Mereka mengikuti Gracya ke ruang VVIP yang telah di pesan sebelumnya.
Ketika Gracya menyerahkan daftar menu pada pengunjug ia terkejut melihat Akbar di hadapannya.
" Nona, apa anda tidak memberikannya pada kami" kata klien Azka.
" Maaf tuan ini daftar menunya silahkan anda melihatnya terlebih dahulu" kata Gracya, menyerahkan daftar menu pada mereka.
" Nona sudah beberapa lama anda bekerja disini? " klien, Akbar menatapnya dengan tajam.
" Tidak tuan saya tidak bekerja disini, saya hanya membantu sahabat saya karena libur" kata Gracya. melihat ke arah Akbar seperti menahan emosi.
Klien tersenyum sinis. " Anda tidak usah berpura-pura nona saya tahu gadis seperti anda pasti berkata seperti ini saat menarik perhatian, tapi anda tidak perlu melakukannya bagaimana anda ikut bersama saya kehidupan anda padti berubah " kata klien, dengan senyum.
" Maksud tuan apa? " Gracya, dengan suara yang gemetaran.
Melihat Gracya ketakutan membuat Akbar tidak bisa menahannya lagi dia menarik tangan Gracya keluar.
" Tuan Akbar" kata klien, terkejut melihat Akbar menarik Gracya.
" Kerja sama ini batal saya akan mengatakan hal ini pada tuan muda karena anda berani berkata tak sopan pada sahabat tunangan tuan muda" kata Akbar, menarik Gracya keluar dari Restoran.
Klien menjadi diam karena kerja sama yang akan menbantunya dalam pengembangan perusahaannya gagal.
__ADS_1