
Seperti yang dikatakan oleh manajer akan ada acara di restoran semua karyawan restoran bekerja keras menghias restoran dengan hiasan yang indah, sepertinya akan ada acara ulang tahun dari anak pengusaha.
Dyah ikut membantu karena dia masih cuti pernikahannya jadi dia bisa mengurus restoran dan memeriksa laporan selama dia pergi berbulan madu.
Gracya dan Prisia berada di ruangan Dyah atas permintaan Dyah.
" Kak lihat pengantin baru ini terlihat bahagia sekali sampai dia melupakan oleh-oleh untuk kita padahal ia baru pulang berbulan madu" kata Gracya, menggoda Dyah sedangkan Prisia tersenyum.
" Kak nanti aku akan memberi oleh - oleh untuk lainnya juga ada, kakak bisa membagikan pada lainnya saat acara selesai" kata Dyah, mengeluarkan oleh-oleh yang dia bawa.
" Dyah nanti kakak membagikan pada lainnya" kata Prisia, mengambil oleh-oleh yang diberikan oleh Dyah.
Gracya bengong melihat banyaknya hadiah yang diberikan oleh Dyah, ternyata itu juga kesukaannya apalagi melihat aksesoris di hadapan.
Dyah , aku kan sahabatmu masa aku tak berikan" kata Gracya, tersenyum dan memeluk Dyah. Dyah Prisia hanya tersenyum melihat tingkah Gracya.
Karyawan mengetuk pintu dan memberitahu kalau para tamu dan pemilik acara sudah datang.
" Ayo kita kesana lebih cepat lebih baik aku tak sabar melihat orang menyelenggara acara ulang tahun pada saat seperti ini, aku kan tak sabar memilih oleh-oleh yang banyak" kata Gracya, merasa kesal karena memilih olehnya terganggu dengan kedatangan pegawai restoran.
Mereka terkejut karena yang booking restoran untuk pesta ulangtahun adalah Resia di sana ada orangtua Resia bahkan teman kampus mereka juga datang, Resia dan Abel menjadi kesal ternyata restoran yang mereka booking adalah tempat kerja Prisia.
"Dyah, kak kita tak salah lihat kan kalau mereka itu yang. Kakak tidak tahu siapa yang membooking restoran" bisik Gracya pada Prisia yang berdiri di sampingnya, Prisia menggelengkan kepalanya.
" Sebaiknya kita bersikap profesional ayo kita menyambut mereka" kata Dyah.
" Lihat saja jika mereka berbuat masalah" kata Gracya, dengan dinginnya.
" Emangnya apa yang kamu lakukan, Gracya? " Prisia.
__ADS_1
" Paling menghubungi Akbar" kata Dyah, menjahili sahabatnya, membuat Gracya kesal.
Dyah menyambut mereka ke restorannya. " Selamat datang tuan, nona ke restoran kami dalam merayakan ulang tahun dari nona Resia" kata Dyah, orangtua Resia menanggukan kepalanya dan menyambut tangan Dyah. Resia menatap Dyah dengan kebencian.
Acara ulang tahun Prisia mulai di rayakan walau Resia merasa tidak suka kehadiran Dyah dan lainnya ia tetap merayakannya karena tidak mau merasa malu nanti, Dyah dan lainnya berdiri menjauh dari keramaian.
Farel, Rayyan dan Lionel baru tiba di restoran lebih memilih berbicara dengan Dyah dan lainnya.
"Wah siapa nih pengantin baru, baru pulang dari berbulan madu mana nih oleh-oleh dari berbulan madu" kata Lionel, menaiki alis menggoda Dyah. Dyah hanya tersenyum menanggapinya.
Plak
" Gracya tanganmu kecil tapi pukulmu keras juga" kata Rayyan, dengan jahilnya.
Gracya merasa kesal memajukan bibirnya Resia melihat mereka dari jauh semakin kesal, apalagi Farel dan kedua sahabatnya lebih memilih bersama Dyah dari pada ikut ke perayaan ulang tahunnya.
" Sepertinya Farel dan mereka berdua tidak menanggapimu Res, lihat mereka tertawa bersama padahal kamu berulang tahun hari ini mereka malah menghampiri mereka yang miskin tidak mengucap selamat padamu" kata Abel, mencoba memanasi Resia.
Setelah mereka meninggalkan restoran Resia dan Abel mendekati Dyah dan lainnya yang sedang bercanda, Gracya melihat Resia dan Abel mendekat meminta mereka diam.
" Farel, kamu sudah sampai kenapa tadi tidak ikut merayakan ulang tahunku teman kita juga datang dan mengucapkan selamat " kata Resia, dengan senyum paksa.
" Maaf Resia aku tidak terlalu menyukau keramaian makanya aku bicara dengan mereka" kata Farel, Resia tidak menanggapi Farel dia menatap Prisia secara tajam.
" Ini pasti karenamu jika kamu tidak menampakkan diri ke sini mereka pasti akan menghadiri ulang tahunku" kata Prisia, dengan keras.
" Ye lah orang ini sudah dikatakan Farel tidak menyukai keramaian malah menuduh orang lain" kata Lionel, Resia dan Abel menatapnya dengan malas.
Abel mengambil kesempatan untuk melukai Prisia ia tersenyum melihat Prisia duduk tak jauh darinya, dia mendorong Prisia.
__ADS_1
Brug.
Ternyata tidak hanya Prisia yang terjatuh tapi juga Dyah karena Dyah duduk di samping Prisia, saat Abel mendorong Prisia tangan Dyah di pegang oleh Prisia karena dia terkejut.
" Astaghfirrurrah" teriak Gracya, menbantu Dyah berdiri dan Farel membantu Prisia.
" Hei kau apa-apaan " teriak Gracya. " Emangnya apa yang ku lakukan" kata Abel, menatapnya dengan santai.
" Kau kira aku tak tahu apa yang kau lalukan, kau sengaja mendorong kak Prisia karena kak Prisia berpegangan dengan Dyah karena terkejut, mqkanya Dyah ikut jatuh" kata Gracya, menatap tajam ke arah Abel.
" Kami juga melihatnya" kata Rayyan, meminum jus, Prisia menarik Abel keluar dari testoran dengan perasaan kesal.
" Farel terima kasih atas bantuannya" kata Prisia, tersenyum, Farel menanggukan kepalanya
" Aduh kak tembak aja langsung, kak tahu tidak disini banyak karyawan cowok menyukai kak Prisia, apalagi kak Prisia sangat rajin dalam bekerja siapa yang tidak menyukainya" kata Gracya, semua orang memandang ke arahnya.
Prisia menjadi malu karena ulah Gracya, Rayyan dan Lionel hanya menikmati minuman dan makanan di atas meja, Dyah memegang tangan Prisia yang terasa dingin.
Farel memandang Prisia secara mendalam ia tak tahu dengan perasaannya sendiri ia emang tidak bisa berbohong masih menyukai Dyah tapi ia sadar Dyah sudah menjadi seorang istri dari seseorang, Prisia sudah berubah menjadi pribadi yang baik dan beberapa minggu ini mereka dekat.
"Prisia ajari aku mencintaimu " kata Farel. Perkataan Farel membuat lainnya terkejut tak terkecuali Prisia orang yang selama ini selalu menolaknya bahkan menjauhinya, baru beberapa minggu ini mereka dekat karena keadaannya sekarang.
" Farel, apa kamu menyatakan hal itu karena kasihan padaku" kata Prisia, menatap Farel dengan intens.
" Kakak" kata Gracya, tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Prisia, Dyah menenangkan Gracya membiarkan mereka menyelesaikan masalah berdua.
Farel tahu kalau Prisia merasa ragu dengan perkataannya, Farel memegang tangan Gracya menatapnya secara tajam.
" Apa menurutmu aku merasa kasihan padamu, makanya aku berkata hal itu padamu. Prisia aku serius dengan ucapanku mari kita mulai hubungan ini dengan awal" kata Farel, meyakinkan Prisia.
__ADS_1
Prisia memandang Farel tidak ada kebohongan dari matanya, Prisia menanggukan kepalanya Farel tersenyum.
" Hore akhirnya kak Prisia tak jomblo lagi" kata Gracya, berteriak bahagia Dyah tersenyum bahagia. Lionel dan Rayyan saling berpelukan karena sahabatnya sudah menemukan kebahagiaannya.