CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 91


__ADS_3

Sudah sebulan Dyah meninggalkan kediaman keluarga Alexanders tak pernah menghubungi bahkan berkunjung ke kediaman keluarga Alexanders karena Dyah tak mengetahui kalau Azka membatalkan pernikahannya, bibj Sumi juga tidak memberitahu Dyah karena perintahan mami Atika karena dia ingin putranya berjuang.


Dyah juga mengurus cafe yang diberikan oleh mami Atika dan sekarang sudah banyak berminat untuk makan disana, Dyah sangat serius mengurus cafenya.


Selama sebulan ini Azka tidak menyerah dalam mencari keberadaan Dyah Akbar senantiasa menemani bos sekaligus sahabatnya dalam pencarian Dyah, Aquira kembali seperti semula lebih banyak diam dan hanya pada bibi Ina bicara dan itu pun bicara yang satu pepatah.


Azka berada di perusahaannya sedang metting dengan klien dari Amerika membahas kerja sama yang akan di kerjakan, Azka dengan dinginnya mendengar penjelasan dari sekretaris kliennya.


" Tuan Azka bagaimana pendapat anda dengan kerja sama yang kami tawar? " klien, melihat Azka menatap mereka dengan dinginnya.


Akbar yang menyadari kalau bosnya sedang tak fokus mewakili menjawab pertanyaannya.


" Tuan kami akan merundingkannya dengan lainnya dan setelah itu baru kami kabari" kata Akbar. Klien dan sekretarisnya pamit karena mereka akan kembali ke Amerika malam harinya.


Azka kembali ke ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya sudah beberapa hari Azka lembur di kantor dan pulang sudah larut, jika dia pulang lebih cepat putrinya itu akan bertanya mengenai Dyah dan dia tak ada jawabannya.


Di kediaman keluarga Alexanders.

__ADS_1


Mami Atika dan papi Ammar berada di kamarnya sambil membaringkan tubuhnya dan mereka tak memenjamkan matanya.


" Papi, mami sedih melihat cucu kita kembali seperti sebelumnya dan putra kita selalu pulang larut, kata Akbar bahkan dia melupakan makan lebih fokus pada pekerjaannya kita harus melakukan sesuatu pi" kata mami Atika dengan sedihnya.


" Kita tak bisa melakukan apa mi karena ini sudah keputusa Dyah sendiri untuk pergi" kata papi Ammar.


" Dan ini salah putra kita yang tak bisa mengambil keputusan yang tepat" kata mami Atika dengan kesalnya perilaku Azka.


Papi Ammar menenangkan istrinya dan memintanya untuk tidur.


Kret


Azka membuka pintu kamar Aquira terlihat putrinya tidur dengan terus mengigau memanggil Dyah.


" Bunda Ira kangen" seru Aquira dalam tidurnya, Azka duduk di tepi kasur putrinya mengelus rambutnya.


" Sayang maafin papi karena telah membuatmu kecewa" seru Azka dengan lirihnya dan mencium kening putrinya kemudian kembali ke kamarnya.

__ADS_1


Kamar Azka.


Azka berdiri di dekat jendela sambil melihat bintang bersinar di langit dia menghela nafasnya.


" Dyah, kamu dimana sudah sebulan aku mencarimu tapi tak ketemu, apakah kamu benar tidak ingin kita bertemu" guman Azka, memenjamkan matanya.


Keesokan harinya sinar matahari menasuki kamar Azka, Azka yang tidur di sofa merasakan matanya silau berusaha menutupnya dengan tangan.


Di luar


Bibi Ina membantu Aquira untuk membersihkan diri dan mandi.


" Sekarang nona sudah wangi dan cantik ayo kita turun tuan dan nyonya pasti sudah menunggu nona di ruang makan" kata bibi Ina, tapi Aquira menggelengkan kepalanya.


" Bibi Aquira tak ingin makan, Ira ingin bunda, bi" kata Aquira, menggelengkan kepalanya dan menundukan kepalanya.


Bibi Ina merasa sedih karena nona kecilnya tidak berselera untuk makan.

__ADS_1


__ADS_2