
" Papi" teriak Aquira, berlari dan langsung memeluk Azka, saat Azka akan mencium putrinya Aquira langsung menjaga jarak dengan Azka dan meletakan tangannya di pinggang sambil menatap papinya dengan tajam. Azka melihat ke arah orangtuanya yang tersenyum.
" Fathan gimana kabarnya dan sekolahnya?" Azka, mendekati Fathan mengacuhkan Aquira.
" Alhamdulillah baik kak, kak kakakku" kata Fathan, Azka tersenyum. " Kak Dyah sedang istirahat nanti setelah bangun kak Azka pasti bilang Fathan mencarinya" kata Azka.
Fathan pamit kembali ke kamar menyiapkan barang untuk sekolah esok hari.
" Papi kenapa nggk jawab pertanyaan Ira? " Aquira, memajukan bibirnya.
Azka menggendong putrinya. " Sayang biar bunda istirahat ya malam ini putri dan papi akan tidur bersama" kata Azka, Aquira tersenyum dan memeluk leher Azka.
Azka pamit ke orangtuanya ke kamar putrinya begitu pula dengan orangtua Azka masuk ke kamar, Akbar sudah pamit duluan setelah mengantar Azka dan Dyah ke kediaman keluarga.
Keesokan harinya terdengar suara adzan berbunyi di HP Dyah bangun ketika Dyah melihat ke samping ia mengeringit dahinya karena tak ada Azka di sampingnya.
Mas Azka di mana?. Apa di ruang kerja?. Sebaiknya aku sholat dulu" guman Dyah, menuju kamar mandi membersihkan diri dan bersiap untuk sholat subuh.
Karena Azka tak ada terpaksa Dyah sholat subuh sendirian , setelah sholat Dyah menuju dapur mempersiapkan sarapan pagi untuk keluarganya.
" Nona Dyah" kata Bibi Sumi dan bibi Ina, melihat Dyah mendekat, Dyah tersenyum.
" Nona, anda mau apa? " Bibi Sumi, melihat Dyah mengambil bahan masakan.
" Dyah ingin memasak bi, bibi jangan panggil Dyah dengan sebutkan nona panggil seperti biasa saja" kata Dyah.
" Tapi anda sudah menikah dengan tuan muda Azka" kata bibi Ina,dengan tak enak.
" Terserah bibi saja tapi Dyah ingin memasak untuk suami dan lainnya" kata Dyah, dengan senyuman. Bibi Sumi dan bibi Ina menanggukan kepalanya kembali melanjutkan pekerjaan lainnya.
Mami Atika turun menuju dapur untuk memeriksa persiapan sarapan pagi, mami Atika tersenyum melihat menantunya sedang memasak sarapan pagi karena tidak ingin menanggu menantunya mami Atika kembali ke kamar.
Dyah memasak nasi goreng untuk keluarganya setelah selesai Dyah meminta bibi Ina untuk menghidangkan di meja, Dyah melepas celemeknya memanggil mertuanya.
Tok, tok tok
Mami Atika tersenyum melihat Dyah di depan pintu kamarnya.
__ADS_1
" Mami Dyah sudah menyiapkan sarapan pagi, mami dan papi silahkan duluan Dyah akan memanggil mas Azka dan lainnya" kata Dyah.
" Sayang suamimu di kamar putri kalian" kata mami Atika, Dyah tersenyum dan menanggukan kepala.
Kret
Pintu terbuka Dyah tersenyum melihat Azka tidur sambil memeluk putri mereka bukan untuk menanggu mereka tapi hari mulai terang, Dyah mendekati mereka dan membangunkan Azka.
Dyah mengusap kepala putrinya dan menciumnya dia mendekati suaminya untuk membangunkannya.
" Mas bangun waktu sholat subuh hampir habis mas" kata Dyah, mengusap rambut Azka. Azka merasakan sentuhan tersenyum melihat istrinya.
Cup
" Ciuman selamat datang sayang" kata Azka, segera masuk ke kamar mandi sebelum Dyah marah.
" Bunda" kata Aquira, duduk mengucek matanya, Dyah tersenyum melihat ada Dyah di hadapannya Aquira langsung memeluk Dyah.
" Bunda kata papi semalam bunda kelelahan makanya bunda tidur duluan, padahal Ira tak sabar menemui bunda" kata Ira, duduk di pangkuan Dyah.
Kemudian Dyah mengajaknya ke kamar Fathan tapi sebelum itu ia memandikan Aquira atas permintaan putrinya. Dyah tersenyum melihat Fathan yang sudah rapi dengan seragam sekolah.
" Kakak" Fathan, memeluk Dyah karena ia sangat merindukan kakaknya.
" Gimana kabarmu selama kakak pergi? " Dyah. " Alhamdulillah kak, mami dan papi sering menemani Fathan dan Ira juga menemani Fathan saat belajar" kata Fathan.
Dyah tersenyum dan mengajak mereka ke ruang makan karena Azka dan lainnya sudah menunggu.
" Kalian sudah datang mari kita makan karena menantu mami yang masak, mami tak sabar untuk mencobanya" kata mami Atika, Dyah tersenyum malu.
Dyah mengambil makanan untuk Azka, Aquira dan Fathan diikuti oleh mami Atika, menyiapkan makanan untuk papi Ammar.
" Sayang ini sangat enak, ya kan pi? " mami Atika.
" Ya mi sepertinya papi akan menambah" kata papi Ammar.
" Sepertinya tidak hanya papi yang minta tambah, lihat Azka sangat menikmati nasi gorengnya" kata mami Atika, Dyah tersenyum karena mereka menyukai nasi gorengnya.
__ADS_1
Dyah memanggil bibi Ina untuk mempersiapkan bekal untuk adiknya Dyah mengantar adiknya ke depan, karena Azka sudah menyediakan supir untuk adik iparmu ke sekolah, Fathan berpamitan pada mereka untuk berangkat ke sekolah.
Setelah Fathan berangkat ke sekolah papi Ammar mengajak mereka duduk di ruang tengah.
" Papi ingin membicarakan mengenai putri kalian" kata papi Ammar, perkataan papi Ammar membuat Dyah terkejut ia khawatir apakah putrinya terjadi sesuatu saat mereka pergi.
" Mami, papi. Apa yang terjadi sesuatu pada Aquira?. Atau dia pernah sakit" kata Dyah, yang mudah berkaca-kaca, Azka memeluk istrinya agar ia tenang.
" Nak putrimu baik saja hanya saja dia" ucapan mami Atika terpotong oleh Azka.
" Apakah dia membuat masalah" kata Azka, Dyah menatap suaminya, mami Atika dan papi Ammar menghela nafasnya.
" Kalian jangan potong bicara kami dulu, putri kalian itu ingin sekolah" kata papi Ammar, membuat suasana yang tadinya tegang menjadi hening.
" Maaf pi Dyah hanya takut terjadi sesuatu saat kami pergi" kata Dyah, merasa bersalah. Mami Atika tersenyum dan menggelengkan kepalanya mengatakan semuanya baik saja.
" Gimana menurut kalian, menurut papi putri kalian sudah saatnya sekolah apalagi beberapa bulan lagi tahun ajaran baru?" Papi Ammar.
Dyah menatap suaminya dengan senyuman. " Nanti Azka minta Akbar mencarikan sekolah yang terbaik" kata Azka.
" Mas biar Dyah yang mengurusnya" kata Dyah, dengan senyuman, Azka mengusap punggung istrinya.
" Sayang bukannya kamu kuliah" kata papi Ammar.
" Ya pi tapi beberapa bulan Dyah akan ujian semester dan untuk mendaftarkan Aquira ke sekolah Dyah bisa, Dyah ingin mengurus Aquira sendiri dan memberikan terbaik untuknya" kata Dyah, senyum.
" Mami setuju sayang, Azka kapan kamu mulai masuk kerja?" mami Atika, melihat putranya berpakaian santai.
" Rencananya lusa mi" kata Azka, mami Atika dan lainnya menanggukan kepalanya.
Dyah Restoran semakin ramai di kunjung oleh pengunjung terutama mahasiswa dan karyawan, Prisia juga merasa bahagia karena gaji yang di terimanya dari Restoran dapat membantu keluarganya, ayah Prisia kembali mengurus perusahaannya walau harus kembali dari awal.
Manajer restoran mengumpulkan semua karyawannya karena ada informasi yang ingin ia sampaikan.
" Selamat siang semuanya hari ini kita akan bekerja setengah hari karena restoran kita besok di boking untuk acara, maka kita harus mempersiapkab semuanya agar tidak mengecewakan pelanggan" kata manajer.
Setelah menyampaikan kabar itu manajer dan karyawan mempersiapkan segala sesuatunya agar pelanggan tidak merasa kecewa.
__ADS_1