CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 177


__ADS_3

Kota Z


Sejak Dyah meninggalkan kediaman keluarga Akexanders dan memulai hidupnya di kota Z Dyah kembali kuliah dan bekerja di restoran sebagai pelayan untuk menyambung hidupnya bersama Fathan, uang dan perhiasan yang disimpan oleh Fathan di gunakan untuk menyewa rumah, uang sekolah dan daftar kuliah Dyah di salah satu kampus terbaik di kota Z.


Dengan gigihnya Dyah berhasil menyelesaikan kuliahnya hanya menempuh dua setengah tahun, dia ingin cepat menyelesaikan pendidikannya jadi dia bisa fokus pada adiknya.


Saat ini Dyah belum juga menemukan pekerjaan yang cocok untuknya sudah banyak dia memasuki lamaran pekerjaan berbagai perusahaan tapi mereka selalu menolaknya, makanya Dyah belum berhenti dari pekerjaannya dari restoran.


Fathan sudah kelas enam SD dan sebentar lagi akan masuk sekolah pertengah pertama atau SMP, saat libur Dyah membantu adiknya belajar.


" Kakak tidak mencari pekerjaan lagi? " Fathan, pada Dyah membantunya mengerjakan tugasnya.


Dyah menghela nafasnya memikirkan masa depannya bersama Fathan sudah setengah tahun dia wusuda dan belum juga mendapatkan pekerjaan yang pantas untuknya tidak mungkin selamanya dia menjadi pelayan di restoran dan tabungannya hanya tinggal sedikit, Fathan membutuhkan biaya yang besar untuk sekolahnya.


" Fathan setelah kamu tamat SD ayo kita pindah ke kota lain mungkin disini tak ada pekerjaan yang cocok untuk kakak" kata Dyah, menatap adiknya Fathan tersenyum dan memeluk kakaknya.


" Fathan berharap dengan kita kembali kakak bisa mengingat lagi Fathan sangat merindukan lainnya" kata Fathan dalam hati memenjamkan matanya


Dyah mengajak adiknya ke kamar untuk istirahat setelah tugas sekolahnya selesai.


Perusahaan Alexanders


Azka berada ruangannya berdiri di dekat jendela dia memenjamkan matanya, Azka sangat merindukan Dyah sudah tiga tahun dia mencari keberadaan Dyah dan dibantu oleh Xanders.


Tapi sudah tiga tahun pencariannya tak menemukannya seperti tuhan berkehendak mereka tak menemukan mereka.


Flashblack


Tiga tahun yang lalu keesokan harinya setelah kepergian Dyah.


Azka dan lainnya sudah berada di ruang makan mereka menunggu Fathan untuk makan tapi sudah jam tujuh pagi Fathan belum juga datang.


" bibi panggil Fathan ini sudah jam tujuh nanti terlambat ke sekolah" kata mami Atika.


" Ya nyonya" kata bibi Sumi, sebelum bibi Sumi ke kamar Dyah bibi Ina menangis sambil memanggil mami Atika.


" Nyonya, hiks hiks hiks" bibi Ina, menangis membuat lainnya bingung.

__ADS_1


" Bibi katakan ada apa kenapa kamu menangis" kata mami Atika.


" Itu nyonya, nona muda hiks hiks" Bibi Ina hanya bisa menangis tak bisa berkata.


Mendengar bibi Ina menyebut nama Dyah Azka segera berdiri dan menuju ke kamar belakang diikuti oleh lainnya.


" Bi katakan apa yang terjadi kenapa aku merasa takut? " bibi Sumi.


" bi tadi aku tak sengaja melihat kamar yang ditempati nona muda kosong dan saya masuk ke dalam ternyata nona dan tuan Fathan nggak ada" kata Bibi Ina, Bibi Sumi terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Azka dan orangtuanya diam membisu melihat kamar kosong dan rapi, mami Atika tidak ingin berfikir buruk dia masuk ke dalam dan memeriksa keadaan.


Mami Atika membuka lemari. " Astaghfirrurrah" ucap mami Atika, menutup mulutnya dengan tangannya melihat isi lemari telah kosong.


" Mami dia pergi istriku meninggalkanku dan anak- anak" kata Azka, dengan suara yang bergemetaran air mata berjatuhan sampai dia hampir jatuh jika papi Ammar tak menahannya.


" Kenapa jadi begini kemana mereka pergi dan meninggalkan kita, apalagi sikembar masih bayi hiks hiks hiks" mami Atika menangis dan duduk di atas kasur.


Oek oek oek Diaz dan Dika menangis sangat keras seakan menyadari bunda mereka pergi.


" Papi, kenapa menangis disini dan dimana bunda dan om Fathan?" Aquira, tidak melihat Dyah dan Fathan dalam kamar.


Azka memeluk putrinya dan mengatakan kalau Dyah pergi dari rumah. " Papi bohong bunda tak mungkin pergi, hiks hiks" Dyah memukul dada Azka. Azka meminta maaf karena Dyah pergi.


Papi Ammar mengajak mereka ke ruang tengah ternyata sikembar sudah berada di tangan bibi Sumi dan bibi Ina.


" Papi akan menghubungi Akbar untuk memintanya mencari keberadaan Dyah.


Mereka hanya menangis diam di ruang tengah tak ada suara yang terdengar, papi Ammar meminta Ira berangkat sekolah tapi Ira tak mau akhirnya papi Ammar nggk memaksa cucunya.


Mami Atika meminta bibi Sumi dan bibi Ina membawa sikembar kembali ke kamar tidak lupa untuk menyiapkan susunya.


Akbar datang bersama Gracya kebetulan Akbar menemani istrinya yang sedang memeriksa kandungan, saat mendengar berita Dyah menghilang Gracya memaksa suaminya ikut ke kediaman keluarga Alexanders.


" Tuan, nyonya" kata Akbar, mereka sudah sampai di kediaman keluarga Alexanders.


Gracya melihat mami Atika menangis sambil memeluk Ira segera mendekati dan menenangkan mereka.

__ADS_1


" Tante kita pasti menemukan mereka" kata Gracya, dengan lirihnya. Mami Atika menanggukan kepalanya.


" Akbar bawa beberapa anak buah mencari menantuku dan Fathan, temukan mereka walau seujung dunia" kata papi Ammar, Akbar menanggukan kepalanya menghubungi anak buahnya untuk mencari Dyah dan Fathan.


" Akbar tunggu" kata Azka, dengan dingin semua orang terkejut melihat perubahan raut wajah Azka terlihat semakin dingin tak seperti dia dulu saat bersama Dyah.


" Ya tuan" kata Akbar. " Kita ke tempat Xanders" kata Azka, Akbar menanggukan kepalanya. Papi Ammar nggk bisa melarang putranya melakukan apa yang dia inginkan.


Azka dan Akbar menuju markas setelah sampai mereka disambut oleh Xanders dan lainnya.


" Selamat datang tuan" kata Xanders tahu kalau Azka mengunginkan sesuatu pasti ini sangat serius sampai mereka ke sini.


" Xanders persiapkan anak buah yang banyak minta mereka mencari istriku dimana saja kalau perlu seluruh negeri" kata Azka, dengan dinginnya.


Akbar menjelaskan kejadian Dyah meninggalkan keluarga Alexanders, Xanders segera mempersiapkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Dyah.


Sudah tiga tahun berlalu mereka belum menemukannya walau hanya jejak tak menemukannya.


Flashblack End.


Vega masuk ke dalam ruangan Azka membawa berkas yang harus di periksa oleh Azka, melihat Azka berdiri dekat jendela sambil melamun Vega tersenyum diam-diam diam dia mendekati Azka dan memeluknya dari belakang.


Azka terkejut merasa ada yang memeluknya dengan kasarnya dia menarik tangan Vega sampai dia tersungkur di lantai.


" Sial beraninya kau menyentuhku" teriak Azka.


Plak Azka menampar wajah Vega dengan kasar sampai mengeluarkan darah dan ada tanda merah di wajahnya.


" Tuan saya hanya ingin menghibur anda" kata Vega, terus merayu Azka dia percaya Azka pasti akan tergoda melihat belahan dadanya.


" Akbar " teriak Azka, mendengar teriakan Azka Akbar bersama Gracya masuk ke ruangan Azka.


" Astaghfirrurrah" Gracya terkejut melihat Vega duduk dilantai dan Azka terlihat marah besar.


" Akbar segera usir dia dari sini dan jangan biarkan dia bekerja dimana pun, Gracya buat pengumuman aku membutuhkan sekretaris baru " kata Azka.


Akbar segera menarik Vega dari ruangan Azka walau dia terus berteriak Akbar tidak mendengarnya, Gracya tersenyum melihat Vega terusir dan segera memaksa perintah Azka mencari sekretaris.

__ADS_1


__ADS_2