
Mobil yang di kendarai oleh Gracya berhenti di lampu merah tanpa sengaja matanya melihat seorang nenek membawa tas, tanpa fikir panjang Gracya keluar dari mobil dan membantunya.
" Nenek mau kemana sini saya bantu" kata Gracya, dengan senyuman. " Terima kasih nak nenek ingin di sana karena anak nenek akan menjemput di supermarket sana" kata nenek.
" Emangnya nenek darimana?" Gracya. " Nenek dari kampung nak, tadinya anak nenek nenek mau jemput tapi karena ada pekerjaan makanya minta nenek nunggu di sana" kata nenek.
Gracya menanggukan kepalanya dan membantu nenek menyeberang juga tasnya, kemudian Gracya kembali ke mobilnya karena sebentar lagi lampu hijau menyala.
Ternyata dari jauh ada orang tersenyum dari dalam mobil sejak tadi dia memperhatikan gerak Gracya.
" Gadis yang baik"
Kemudian mobil melaju karena lampu hijau menyala Gracya menuju rumahnya, satpam membuka gerbang dan mempersilahkan nona mudanya masuk.
Gracya disambut seorang wanita yang tidak muda lagi, dia tersenyum melihat Gracya masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum, ibu" kata Gracya, mencium tangan ibunya. " Wassalam, nak gimana kuliahnya hari ini?" ibu.
" Baik bu, bu tidak ke butik" kata Gracya, melihat Jam masih pagi. Ibu tersenyum.
__ADS_1
" Ibu nanti siang ke butiknya karena ada janji dengan pelanggan" kata ibu. Gracya menanggukan kepalanya kemudian pamit ke kamarnya untuk membersihkan diri.
ibu Gracya seorang desainer dan juga memiliki butik ternama di negaranya, banyak dari kalangan atas dan artis yang menyukai hasil desainernya.
Sebenarnya Gracya tidak menyukai desain tapi beberapa hari ini sering melihat ibunya lelah hingga membuatnya kepikiran.
Selesai membersihkan diri Gracya menghubungi Dyah ingin mencurahkan hatinya.
Drt, drt, drt
" Assalamualaikum, Dyah apa aku menanggumu" kata Gracya, mendengar suara mesin mobil.
Terdengar suara helaan nafas dari balik telpon tapi Dyah tidak berani bersuara.
" Dyah sepertinya ingin pindah jurusan" .
Dyah belum berniat memotong pembicaraan sahabatnya.
" Aku kasihan melihat ibuku mengurus butik sendirian dia sering jatuh sakit, makanya aku ingin belajar desainer agar bisa mengurus butik" kata Gracya.
__ADS_1
" Gracya aku takkan melarangmu untuk belajar desainer tapi bukannya belajar manajemen bisnis adalah keinginanmu, bagaimana kamu kuliah dengan dua jurusan, kamu bisa mengambil hari sabtu dan minggu untuk kuliah desain kita kan libur hari itu dan untuk mengurus butik tentu memerlukan manajemen juga" kata Dyah.
" Dyah terima kasih kamu memang sahabatku yang baik, besok tolong temaniku untuk mengurusnya ya" kata Gracya.
" Tentu" sahut Dyah. Kemudian mereka memutus panggilannya.
Azka tersenyum mendengar percakapan Dyah dengan sahabatnya, tak lama mobil tiba di rumah sakit karena Fathan yang sudah tahu kalau Aquira masuk rumah sakit ingin menjenguknya.
" Tunggu aku akan menghubungi mami dulu sepertinya Ira sudah dipindahkan" kata Azka, melihat ruangan ICU kosong.
Setelah mendapat kabar dari mami Atika bahwa putrinya sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP 1 dia mengajak Dyah dan Fathan ke sana.
" Assalamualaikum, nyonya tuan" Dyah dan Fathan masuk ke ruangan terlihat mami Atika dan papi Ammar di dalam.
" Kalian kesini ayo masuk Ira pasti senang" kata mami Atika, terkejut melihat putranya datang bersama Dyah dan Fathan.
" Tadi aku bertemu dengan Dyah di jalan mam kemudian kami menjemput Fathan kesini kemudian kesini" kata Azka, mengerti tatapan dari mami Atika.
Papi Ammar hanya menggelengkan melihat istrinya penasaran.
__ADS_1