CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Menerima permintaan maaf


__ADS_3

Mami Atika berhasil membujuk cucunya ikut bersamanya bermain di mall walau awalnya menolak terus merengek agar Dyah juga ikut bersama mereka, tapi mami Atika tak putus asa dengan bujukan es krim Aquira bersedia ikut bersamanya.


Mami Atika juga mengajak suaminya dan Fathan agar cucunya tidak bosan disana, dia tak ingin rencana putranya gagal.


Akbar sudah menyiapkan tempat yaitu di restoran dan memesan ruang VVIP untuk mereka agar tidak diganggu.


Mami Atika juga sudah bilang pada Dyah agar menemui putranya di restoran yang telah disiapkan, saat ini Dyah sudah berada di depan restoran diantar oleh supir.


" Tuan muda dimana ya kata nyonya tuan ada disini " kata Dyah merasa malu dengan pakaiannya yang sederhana tapi para pengunjung pakaiannya mewah.


" Maaf nona ada yang bisa saya bantu? " pelayan yang dari tadi memperhatikan Dyah dari dalam.


" Maaf mbak saya kesini disuruh oleh nyonya saya untuk menemui tuan muda Azka" kata Dyah, pelayan itu terkejut mendengarnya karena tak ingin bermasalah nantinya dia segera mengantar Dyah.


" Mari nona saya antar" kata pelayan. Semua pengunjung menatap ke arah Dyah sehingga dia malu hamya menundukan kepalanya.

__ADS_1


Tok, tok, tok.


" Masuk" kata Azka pelayan membuka pintu. " Maaf tuan muda ada yamg ingin bertemu dengan anda" kata pelayan menatap Dyah dengan sinis melihat pakaiannya dia pasti yakin kalau tuan muda Azka akan marah besar.


" Dyah masuklah sampai kapan kamu hanya berdiri disana" kata Azka mengirim pesan pada Akbar, Dyah menundukan kepalanya mendekati Azka sedangkan pelayan terkejut mengengarnya Azka bicara dengan Dyah dengan lembut.


Pelayan langsung pamit karena Azka menatapnya dengan tajam.


" Dyah ayo temaniku makan, ayo duduk kamu kira aku bisa menghabiskan makanan sebanyak ini sendirian" kata Azka menatapnya Dyah menanggukan kepalanya dan mulai makan makanan di depannya.


" Tuan maaf saya salah" Dyah mencangkup tangannya dan menangis.


Azka mengelap wajahnya yang terkena daging terkejut melihat Dyah menangis, dia mendekatinya dan menghapus air matanya dengan tangan.


" Kamu ini kenapa menangis aku kan tidak memarahimu" kata Azka. Dyah memainkan tangannya karena gugup Azka berada di depan wajahnya.

__ADS_1


" Tuan saya minta maaf karena wajah anda terkena itu" kata Dyah, Azka mengerti sampai gadis ini menangis.


" Mungkin kamu terkejut mendengar ucapan saya sekarang kita sama-sama minta maaf, ayo habiskan makanannya" kata Azka, mengelus rambut Dyah, Dyah menanggukan kepalanya.


Mereka menikmati makanannya Dyah untuk pertama kali memakan makanan seenak ini seakan lidahnya tak mau mencicip semuanya. Azka tersenyum melihat Dyah yang sangat menikmatinya tanpa ada malunya jika wanita lain dia pasti makan dengan elegan tapi Dyah seperty dirinya sendiri.


Azka memanggil pelayan untuk meminta bon karena mereka sudah kenyang, Dyah melihat makanan yang masih banyak hingga dia memikirkan adiknya.


" Tuan bisa tidak makanan di atas meja ini saya bungkus" kata Dyah dengan menunduk malu. " Kamu masih lapar, Dyah? " Azka.


Dyah menggelengkan kepalanya. " Tuan muda saya ingin adik saya juga mencobanya dia pasti bahagia" kata Dyah tak berani menatap Azka.


Azka segera membayar makananannya dan membisik sesuatu pada pelayan, Dyah mengira A ka pasti malu karena dia berani meminta hal itu.


" Dyah ini berikan pada adikmu, ayo kuta pulang mami sudah menghubungi sejak tadi" kata Azka, Dyah terkejut melihat bekal dihadapannya dengan senyuman mengikuti langkah kaki Azka keluar dari restoran.

__ADS_1


Dyah tak sabar memberikan makanan ini untuk adiknya, Fathan pasti bahagia bisa mencoba makanan ini .


__ADS_2