
Terlihat sepasang kekasih tidur dengan saling berpelukan paling tepatnya adalah Azka memeluk Dyah, semalam Dyah ingin tidur bersama Ira tapi Azka malah menariknya ke kamarnya.
Tok tok tok
" Papi, bunda" teriak Aquira, mengedor pintu kamar Azka dengan tangan mungilnya.
" Bunda, bunda" teriaknya.
Dyah merasa tidurnya terganggu karena suara ketukan pintu dia bangun terlihat wajah Azka di sampingnya, Dyah tersenyum mengelus wajah Azka.
" Bunda" teriak Aquira, terus mengetuk pintu.
" Aquira" bisik Dyah, mencoba untuk bangun tapi tangannya di tahan oleh Azka.
" Sayang mau kemana? " Azka dengan suara serak. " Mas itu ada Aquira di luar" kata Dyah, Azka bangun.
" Biar mas yang buka pintunya kamu tunggu disini" kata Azka, mengelus kepalanya Dyah.
Azka turun membuka pintu terlihat putrinya sedang kesal, Azka tersenyum melihat putrinya berlarian menaiki kasurnya langsung memeluk Dyah.
" Bunda kenapa tidak tidur bersama Ira? "Ira dengan memajukan bibirnya, Dyah tersenyum mencium pipi Ira.
" Putri bunda jangan cemberut nih sudah mandi atau belum" kata Dyah, Aquira tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" Ayo kita turun papi juga harus bersiap ke kantor" kata Dyah, menggendong Aquira, keluar dari kamar Azka menuju kamar Ira.
Azka menggelengkan kepalanya. " Anak ini" kata Azka, masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya untuk bersiap ke kantor.
Setelah memastikan Aquira rapi Dyah juga bersiap untuk ke kampus, mereka turun menuju ruang makan terlihat mami Atika, papi Ammar fan Fathan sedang menunggu di ruang makan.
" Sayang gimana kabarnya?" mami Atika." Alhamdulillah mi" kata Dyah, mereka tersenyum.
" Dek, maaf ya kemaren kakak lama pulangnya" kata Dyah. " Nggk apa kak yang penting kak sehat tapi kenapa kening kakak di perban? " Fathan.
Dyah memegang perban di kepalanya. " Kemaren kepala kakak tak sengaja terbentur pintu" kata Dyah, senyum. Mami Atika dan papi Ammar daling memandang.
Azka turun tangga dengan penampilan sudah rapi duduk di samping putrinya, Dyah mengambil makanannya.
" Terima kasih sayang" kata Azka, Dyah tersenyum mereka menikmati makanan.
" Mas nanti siang Dyah ingin ke kantor, Dyah ingin bicara sesuatu " kata Dyah.
__ADS_1
" Apa perlu mas jemput sayang" kata Azka. " Nggk perlu mas Dyah bawa mobil kok" kata Dyah, Azka menanggukan kepalanya.
Dyah pamit pada mereka karena dia harus mengantar Fathan ke sekolah dan dia ada kuliah pagi.
" Azka, kamu belum cerita mengenai kemaren, tadi mami lihat kening Dyah terluka dan dia bilang terbentur pintu saat Fathan bertanya itu nggk benar kan?" mami Atika.
Azka mengusap wajahnya secara kasar menatap ke arah orangtuanya, Azka menceritakan semuanya terjadi di kampung Melayu.
" Astaghfirrurrah, jadi saudara ayahnya Dyah berbohong atas nama utang demi mendapatkan rumah dan Toko Sembako peninggalan orangtua Dyah" kata mami Atika, terkejut.
" Tapi papi bangga pada Dyah Toko Sembako itu jadikan membantu masyarakat disana" kata papi Ammar
" Terus masalah perusahaan itu gimana tak mungkinkan Dyah mengurusnya apalagi dia baru saja memulai kuliahnya" kata mami Atika.
" Nanti Azka bicarakan dengan Dyah mi sepertinya Dyah juga mau bicara soal itu di kantor" kata Azka, pamit pada orangtuanya harus ke kantor.
Universitas A.
Gracya menyambut sahabatnya yang baru seharian tak bertemu.
" Dyah, aku merindukanmu baru sehari kita tak jumpa sudah setahun rasanya" kata Gracya, senyuman, Dyah hanya menggelengkan kepalanya.
Dyah hanya tersenyum mengajak sahabatnya masuk kelas, Gracya menatap bingung sahabatnya mengikuti langkah Dyah menuju kelas.
Pembelajaran hari ini selesai dengan sukses tanpa ada kendala, mahasiswa fokus memperhatikan dosen memberi pelajarannya.
Disudut lorong kelas Prisia sedang melamun sendirian dia mengeluarkan air matanya seakan ada masalah besar yang sedang dia hadapi.
Dyah izin pada dosen ingin ke toilet, selesai dari toilet tanpa sengaja dia mendengar suara tangisan, Dyah mencari suara terkejut melihat Prisia berjongkok dengan wajahnya di tutup oleh tangannya.
" Kakak kenapa menangis sendiri di sini?" Dyah.Prisia menghapus air matanya menatap tajam ke arah Dyah.
" Jika kamubbilang melihatku menangis disini aku takkan mengampunimu" kata Prisia, Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya melihat Prisia pergi.
Dyah kembali ke kelasnya Gracya melihat Dyah dengan bingung.
' Dyah, kenapa kamu lama dari toiletnya? " Hracya Dyah hanya menggelengkan kepalanya dan kembali fokus mendengar penjelasan dosen.
Beberapa jam kemudian pembelajaran hari ini selesai Dyah pamit pada Gracya ingin ke kantor Azka sedangkan Gracya ke kelas desain karena dia ada kelas.
Perusahaan Alexanders
__ADS_1
Dyah sudah sampai di perusahaan menuju resepsionis bertanya mengenai Azka.
" Maaf mbak apakah mas Azka ada di dalam? " Dyah.
" Ada nona tadi tuan muda sudah memberitahu saya kalau anda sudah datang langsung saja ke atas" kata resepsionis.
Setelah mengucapkan terima kasih Dyah menuju ruangan Azka menaiki lift.
" Nona silahkan masuk tuan muda sudah menunggu anda" kata sekretaris, Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya.
Azka tersenyum melihat Dyah datang dia mendekati Dyah dan menciumnya membuat Dyah malu, Azka mengajaknya duduk di sofa dia memegang tangan Dyah.
" Mas Dyah ingin mengatakan sesuatu" kata Dyah, menatap Azka.
" Mas tahu kamu ingin mengatakan sesuatu katakanlah mas akan dengarkan" kata Azka.
Dyah menarik nafasnya. " Mas ini mengenai perusahaan di berikan oleh kakek Dyah kan masih kuliah dan belum siap untuk mengurusnya, biar Fathan yang mengurusnya saat dia sudah siap " kata Dyah.
Perusahaan Yusuf Group diwarisi orangtua ayah Dyah padanya dan berada di kota yang sama dengan mereka, Perusahaan Yusuf Group fokus pada bidang makanan ringan.
Perusahaan Yusuf Group cukup terkenal setelah perusahaan Alexanders Group.
" Sayang mas sudah carikan orang yang dapat di percaya dalam menjalankan perusahaan Yusuf Group, terus bagaimana dengan restoran pemberian keluarga ibumu? " Azka.
" Dyah sudah memikirkannya mas, Dyah akan mengurusnya bersama DA Caffe apalagi kampus hanya masuk tiga hari dan hari berikutnya Dyah akan mengurus keduanya" kata Dyah.
" Sayang jika kamu butuh sesuatu katakan padaku" kata Azka, Dyah memanggukan kepalanya.
Tok tok tok
" Masuk" kata Azka. Akbar masuk ke dalam memberi hormat pada mereka.
" Tuan muda ini ada berkas yang harus anda periksa dan tanda tangan" kata Akbar, Azka menanggukan kepalanya.
Azka membaca berkas setelah semuanya tak ada kesalahan Azka beri tanda tangan dan mengembalikan berkas pada Akbar.
" Sayang mas lanjut kerja dulu kita pulang bersama ya soal mobilmu biar supir yang membawanya" kata Azka, Dyah menanggukan kepalanya.
Azka menghubungi supir kantor untuk membawa pulang mobil Dyah.
Dyah memperhatikan Azka bekerja dia merasa kagum, Azka hanya tersenyum mengetahui Dyah memandangnya. Azka mengajak Dyah pulang setelah pekerjaannya selesai semua karyawan menatap mereka dengan rasa kagum karena Azka sangat perhatian pada Dyah.
__ADS_1