
Mereka hanya menunggu Aquira apa yang akan dilakukannya untuk membujuk Dyah dan mereka tak ingin menanggu nona kecil itu.
Aquira tersenyum melihat alfabeth di hadapannya yang diberikan oleh Azka beberapa hari yang lalu, tapi dia belum bisa membaca Dyah baru menengalkan huruf padanya.
" Kakak Fathan maukan membantu Ira nanti Ira beri susu rasa strowberri milil Ira pada kakak" kata Aquira dengan lucunya memegang tangan Fathan yang asyik membaca buku.
" Nona ingin apa? " Fathan menutup bukunya, Ira segera mengambil Alfabeth di dekatnya.
" Kakak Ira ingin memberi bunda kejutan yang seperti Iran sering nonton" kata Aquira mengingat acara keluarga yang sering dia tonton.
" Seperti apa ingat dulu katanya nanti kakak buatkan" kata Fathan, Ira kembali mengingat acara yang dia tonton bersama Fathan dan Dyah.
Mereka tak ada yang pergi dari sana, mereka ingin tahu yang akan dilakukan oleh kedua anak kecil di hadapan mereka, Azka hanya meliriknya sebentar.
Aquira tepuk tangan karena telah menemukan kata manis untuk Dyah.
" Nona sudah menemukannya" kata Fathan. " Sudah kak bunda pasti bahagia" kata Aquira dengan senangnya.
__ADS_1
Fathan mencoba menyusun kata Alfabeth yang dikatakan oleh Aquira di atas kertas tapi terjatuh bila diangkat.
" Nona bisa ambil papan tulis kecil itu dan lem kalau dengan ini tak bisa" kata Fathan menujuk papa tulis yang miliki oleh Aquira sebagai mainannya.
Aquira menyerahkan papan tulis dan lem pada Fathan, kemudian Fathan menyusyn kata di papan tulis dengan lem sebagai perangkatnya agar tidak jatuh.
Ditempat Dyah.
Bibi menatap bingung terhadap Dyah sibuk mengerjakan pekerjaannya meski Dyah sudah biasanya membantunya tapi ini Dyah hanya diam.
" Dyah tak tahu bi, Dyah tahu yang Dyah lakukan pada tuan itu salah, tapi ketika tuan mencoba bicara pada Dyah, seakan bayangan tuan marah selalu datang. Dyah sudah terbiasa sikap dinginnya tapi marahnya kemaren itu" kata Dyah menangis, bibi memeluknya.
Ternyata Azka mendengarnya ketika dia masuk ke dalam tanpa sengaja mendengarnya.
" Ternyata aku terlalu menyakitinya" kata Azka. " Tuan muda sebaiknya anda segera minta maaf agar suasananya kembali sepertibiasa" saran Akbar.
Azka menatapnya taklama Aquira datang bersama lainnya.
__ADS_1
" Bunda Ira minta maaf karena tidak mendengarkan bunda, bunda Ira ada sesuatu untuk bunda" kata Aquira.
" Emangnya putri bunda ini bawa apa? " Dyah denan berjongkok mencium pipi Aquira.
Dengan senangnya Ira menunjukkan hadiahnya pada Dyah, Dyah terharu melihat lejutan yang diberikan Aqiira padanya. Aquira menulis kata Aquira cinta sama bunda Dyah, membuat yang lainnya tersenyum.
" Terimakasih sayang bunda juga sayang dan cinta pada nona ini kecil, tapi siapa yang membantu putri bunda ini" kata Dyah, mencubit hidung Ira.
Aquira memeluk Dyah dengan tangan mungilnya. " Bunda Ira dibantu oleh kak Fathan menyusunnya" sahut Aquira, Dyah tersenyum mengelus rambut Ira.
" Maaf nyonya sarapan malamnya sudah siap, nyonya ingin makan dimana? " bibi Sumi.
" Bagaimana kita makan malam bersama di halaman pasti seru, bibi tolong persiapkan" kata mami Atika.
" Baik nyonya" sahut bibi Sumi dengan bantuan bibi Ina menyusun makanan di karpet, Aquira sudah menarik Dyah agar duduk di sampingnya dan Fathan.
Mereka menikmati makanan malam dengan kegembiraan dan di sinari cahaya bulan, Azka sedang memikirkan cara untuk meminta maaf pada Dyah dan mencari waktu yang tepat.
__ADS_1