CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 163


__ADS_3

Ergando Willy merasa bahagia mendengar kabar dari Selly mengenai Dyah telah berada di tempatnya, dia tak sabar lagi menemui Dyah dia sangat merasa penasaran seperti apa yang menjadi istri yang sangat di cintai oleh Azka Abbiya Alexanders.


Ergando Willy menghubungi orang kepercayaannya untuk segera ke kota asal Azka. Mereka menggunakan jet pribadi menuju kota tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah sampai di kota.


Lokasi persembunyian.


Selly yang merasa bahagia karena Dyah sudah berada di tangannya.


" Hahaha sekarang wanita itu sudah berada di tanganku dan Azka pasti akan ku miliki sepenuhnya, setelah kematian istrinya aku akan menjadi penghiburnya dia pasti membutuhkan seorang teman nanti yaitu aku" kata Selly, tertawa sambil minum wine.


" Nona saya baru saja mendapat kabar kalau tuan Ergando dalam perjalanan ke sini dan sepertinya tidak membutuhkan waktu yang lama tuan Ergando akan sampai" kata anak buahnya.


" Benarkah aku akan menunggunya sepertinya tuan Ergando sangat penasaran dengannya" kata Selly, senyum licik.


Selly menyuruhnya menjauh dan menemui Dyah di salah satu kamar, Selly tersenyum melihat Dyah masih tak sadarkan diri di atas kasur.


" Kita lihat saja nanti tuan Ergando akan berbuat seperti apa setelah melihatmu" kata Selly, senyum licik melihat wajah Dyah kemudian meninggalkan kamar.


Ternyata Dyah sudah sadar dari beberapa menit yang lalu, Dyah sangat merasa ketakutan saat ia baru saja membuka mata.


" Mas Azka, hiks hiks hiks Dyah takut mas" kata Dyah, dengan lirihnya suara yang gemetaran.


" Dyah" teriak Azka, bangun dari tidurnya Azka mengusap wajahnya secara kasar.Azka melihat ke sampingnya terlihat putrinya masih tidur di sampingnya.


Azka berdiri dan menuju arah jendela. " Dayang ada apa denganmu, kamu pasti ketakutan saat ini hingga suaramu terdengar olehku" guman Azka, air matanya jatuh di pipinya.


Bandara.


Terlihat jet pribadi baru saja mendarat di bandara pramugari sudah meminta penumpang agar turun berhati.


Ergando Willy turun dari jet dengan dinginnya dan angkuhnya.


" Bos" seru Setya, merupakan kepercayaan Ergando di mafia Ergando menanggukan kepalanya mengikuti langkah Setya.


Mereka di sambut oleh anak buahnya yang menunggu di bandara, banyak para penjemput yang menatapnya.Ada yang menatapnya dengan memuja ada pula dengan ketakutan melihat aura yang di keluarkan oleh Ergando.


" Kita menemui Selly aku tak sabar lagi melihat wanita yang dicintai olehAzka hingga Selly meminta bantuanku" kata Ergando, anak buahnya menanggukan kepalanya mereka menuju mobil yang telah parkir dan menuju ke lokasi Selly.


Perjalanan antara bandara dan lokasi Selly cukup jauh memakan waktu tiga jam.

__ADS_1


Selly tersenyum melihat kedatangan Ergando. " Tuan selamat datang aku telah menunggu kedatanganmu" kata Selly, dengan manjanya.


" Dimana wanita itu? " Ergando, memeluk pinggang Selly.


" Dia di kamar sebelah sana, tuan. Anda ingin menemuinya sekarang" kata Selly, menunjuk kamar di mana Dyah berada. Ergando melihat jam hari sudah larut apalagi dia merasa lelah akhirnya Ergando memutuskan esok akan menemui Dyah.


Selly merayu Ergando hingga mereka menikmati malam ini penuhi dengan nafsu, setya menuju kamar untuk istirahat merasa lelah perjalanan cukup jauh.


Keesokan harinya kediaman keluarga Alexanders suasana tidak seceria seperti biasanya mami Atika dan papi Ammar hanya menatap Fathan dan Aquira yang tidak menikmati makanannya.


" Mami dimana Azka? " papi Ammar tidak melihat keberadaan putra.


" Kakek semalam papi tidur bersama Ira dan ketika Ira bangun papi sudah tak ada" kata Aquira, mami Atika dan papi Ammar saling memandang.


" Bibi Sumi" panggil mami Atika.


" Ya nyonya" sahut bibi Sumi.


" Bibi lihat Azka pergi? " mami Atika.


" Tuan muda sudah tadi subuh pergi nyonya bersama Akbar, katanya mau mencari nona: kata bibi Sumi, dengan sedih. Mami Atika dan papi Ammar menanggukan kepalanya.


Azka dan Akbar sudah sampai di markas pagi-pagi tak sabar lagi menhintegrosasi Robert dan Violita tentang keberadaan Selly.


" Tuan muda sebaiknya makan dulu baru menemui mereka" kata Akbar, hari menunjukan jam delapan pagi meminta anak buahnya membawa makanan.


Xanders membawa mereka ke ruang makan ternyata sudah ada makanan tersedia, walau tidak berselera Azka memakan makanannya, dia sangat mengkhawatirkan keadaan istri dan kandungannya.


Setelah makan Azka menemui tahanan dia harus segera menemukan Dyah.


Violita dan Robert terus berteriak karena ketakutan.


" Tolong lepaskan kami" teriak Violita.


" Mami tenanglah cobalah kamu ingat apa kamu yakin tidak ada masalah" kata Robert.


" Papi nggk percaya pada mami" kata Violita, dengan tajam.


Kret

__ADS_1


Pintu terbuka masuklah Azka diikuti oleh Akbar dan Xanders, anak buahnya menyiapkan kursi diduduki oleh Azka.


" Apakah sudah selesai dengan keributan kalian" kata Azka, dengan dinginnya.


" Kamu anaknya Ammar" kata Robert, Azka tersenyum sinis.


" Tolong lepaskan kami, kami tak ada masalah dengan kalian" kata Violita, dengan memohon.


Azka mendekat wajahnya pada mereka dengan tajam membuat Robert dan Violita ketakutan.


"Kalian memang tak salah tapi putri kalian beraninya menculik istriku dan sekarang katakan dimana dia" teriak Azka.


" Selly, itu tak mingkin dia sedang pergi ke luar negeri bersama bosnya" kata Violita, heran mendengar perkataan Azka.


" Kau kira aku berbohong begitu" tekan Azka, menatap keduanya dengan tajam membuat mereka gemetaran ketakutan.


" Yang di katakan istriku benar putri kami sedang luar negeri" kata Robert.


Xanders menatap kedua tahanan tak ada kebohongan di mata mereka.


" Tuan muda sepertinya mereka mengatakan yang sebenarnya" kata Xanders, tersenyum saat Azka menatapnya dengan tajam.


"Putri kalian itu bekerja dimana? " Xanders, merasakan sesuatu.


" Selly bekerja di PT Willy Group sebuah perusahaan ternama di Australia dia bekerja sebagai sekretaris " kata Robert.


Mendengar nama Willy membuat Azka diam sepertinya dia ingat nama itu.


" Tuan muda" kata Akbar, juga mengetahui nama yang disebutkan oleh Robert.


" Kalian jaga mereka jangan biarkan kabur sampai kita menemukan putri mereka" kata Azka.


" Baik tuan muda" seru anak buahnya. " Papi apa yang telah dilakukan putri kita" kata Violita, Robert menggelengkan kepalanya.


" Xanders selidiki orang yang bernama Ergando Willy jika dia benar yang melakukan ini aku takkan Mengampuninya kali ini" kata Azka dengan dinginnya.


" Baik tuan muda saya akan segera menyelidikinya" kata Xanders, menghubungi anak buahnya yang ahli IT mencari tahu mengenai Ergando Willy.


" Akbar ayo kita pulang dan menunggu kabar dari Xanders sepertinya kita harus menyambut kedatangan kawan lama" kata Azka, senyum smirk Akbar menanggukan kepalanya.

__ADS_1


Mereka menuju ke kediaman keluarga Akexanders hari sudah siang.


__ADS_2