CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 150


__ADS_3

Seminggu telah berlalu Akbar dan Gracya pulang dari berbulan madu setelah pamit pada ibu Gracya Akbar menbawa istrinya ke apartemennya.


Usia kandungan Dyah sudah memasuki empat bulan selama ini kandungan Dyah baik saja rak ada yang terjadi seperti awal kandungannya, Azka sangat prosesif pada istrinya.


Mami Atika berencana membuat acara pengajian empat bulanan menantunya, dia mengundang anak yatim dan memesan makanan di restoran langganan.


" Mami jadi mengadakan empat bulanan menantu kita" kata papi Ammar, mereka berada di kamar.


" Jadi pi acaranya hari minggu dan mami sudah mempersiapkan semuanya" kata mami Atika. Mereka membicarakan hal menengai persiapan acara.


Kamar Azka.


" Mas apa kita tak merepotkan mami" kata Dyah, membicarakan acara empat bulannya.


Azka tersenyum." Sayang ini keinginan mami sendiri jadi kamu jangan fikirkan kasihan sikembar karena bundanya banyak fikiran" kata Azka, Dyah tersenyum, meletakan kepalanya di pundak Azka. Azka tersenyum melanjutkan pekerjaannya.


Keesokan harinya para pekerja mulai bekerja merias kediaman Alexanders begitu pula dengan para pelayanan menyiapkan menu yang ringan karena makanan sudah di persiapkan oleh pihak restoran, Azka juga menyiapkan beberapa hadiah untuk anak yatim.


Aquira dan Fathan juga semangat membantu mami Atika dan bibi membungkus hadiah, Dyah hanya duduk di sofa memperhatikan mereka karena Azka melarangnya dengan keras membantu.


" Assalamualaikum " kata Gracya, Gracya, Akbar dan ibu datang bersama ke kediaman keluarga Alexanders.


" Waalaikumsalam" ucap mereka di dalam Gracya duduk di samping Dyah menemaninya dengan membaca novel.


" Nyonya boleh saya membantu" kata ibu Gracya, melihat mami Atika dan lainnya membungkus hadiah, mami Atika menanggukan kepalanya.


" Akbar kamu urus keamanan saya takut nantinya para lawan kita akan menanggu" kata Azka, Akbar menanggukan kepalanya segera menghubungi para bodygoard segera mengamankan keadaan.


Anak yatim dan pengawasnya sudah datang ke kediaman keluarga Alexanders mereka di sambut oleh papi Ammar dan Azka, ustad yang ditunjuk membaca doa sudah datang sebelumnya di jemput oleh Akbar dan supir.

__ADS_1


" Sayang ayo keluar mereka sudah datang" kata mami Atika, tersenyum melihat penampilan menantunya terlihat cantik memakai baju muslim warna biru dan hijab yang menutupi kepalanya.


Dyah sudah duduk di samping suaminya Aquira dan Fathan duduk di antara mami Atika dan papi Ammar, Gracya, ibu duduk disamping mami Atika sedangkan Akbar memantau para bodygoard jika ada yang mengancam.


Ustad membaca doa agar kehamilan mereka mendengar doa dan kata sambutan ustad dengan khitmat, Aquira dan Fathan dengan tenang mendengarnya.


Anak yatim berdiri dengan tertib papi Ammar dan Azka membagikan hadiah yang telah di bungkus begitu pula makanan.


" Bunda Ira juga ingin" kata Aquira, melihat papinya memberikan hadiah pada anak yatim.


Dyah tersenyum mengelus kepala putrinya. " Ira kakak Azka memberi hadiah itu pada mereka sebagai tanda terima kasih karena mendoakan kak Dyah" kata Fathan, Aquira menanggukan kepalanya.


" Gitu ya om Ira juga berdoa agar dedek baik dan sehat dan mendapatkan hadiah" kata Aquira, merentangkan tangannya dan berdoa. Mereka yang mendengarnya menahan tawanya dan hanya memperhatikan Aquira.


" Papi mana hadiahnya Ira sudah mendoakan bunda" kata Ira, sudah berdiri di samping Azka dan anak yatim sudah meninggalkan kediaman keluarga Alexanders.


" Terima kasih papi" kata Aquira, dengan bahagia mencium pipi Azka dan papi Ammar mereka memberikan boneka pada Aquira.


" Apakah cucu nenek senang" kata mami Atika, Aquira menanggukan kepalanya duduk di samping Dyah.


" Maaf nyonya makanan banyak yang sisa" kata bibi Ina, memang masih banyak makanan yang sisa.


' Bibi bagikan pada tetangga" kata mami Atika, bibi Ina menanggukan kepalanya. Mami Atika juga membaginya pada Gracya dan ibunya.


Azka melihat istrinya yang telah lelah mengajaknya ke kamar Gracya, ibu dan Akbar pamit. Gracya mengajak Akbar menginap di rumah ibunya karena ia merindukan ibunya.


Mami Atika mengajak Aquira dan Fathan istirahat di kamar sebelum makan malam karena sisa makanan masih banyak jadi mami Atika meminta bibi Sumi memanasi.


Dyah meminjit kakinya merasa lelah karena duduk terlalu lama.

__ADS_1


" Sayang biar mas yang pijit" kata Azka, meminjit kaki Dyah, Dyah tersenyum ia merasa nyaman hingga tak terasa ia memenjamkan matanya. Azka tersenyum dan memperbaiki tidur Dyah agar merasa nyaman.


Tok tok tok


" Tuan muda di panggil nyonya makan malam sudah siap" kata bibi Ina. Azka bangun tidur dan melihat Dyah masih tidur ia membuka pintu.


" Ya bi sebentar lagi kami turun Dyah madih tidur" kata Azka.


" Maaf tuan gimana makanannya bibi bawa ke atas kasihan nona pasti lelah" kata bibi Ina, Azka menanggukan kepalanya.


Mami Atika dan lainnya sudah berada di ruang makan tinggal menunggu Dyah dan Azka.


" Nenek Ira sudah lapar" kata Ira, mengelus perutnya.


" Sayang sabar ya kita menunggu bunda dan papi lihat om Fathan hanya diam" kata papi Ammar, Aquira memajukan bibirnya yang kesal.


" bibi mana Dyah dan Azka?" mami Atika, tahu kalau bibi Ina memanggil mereka. Bibi Ina memberitahu kalau Azka menginginkan makan di kamar.


Mami Atika menanggukan kepalanya ia sempat mengkhawatirkan menantunya tapi mendengar perkataan suaminya ada Azka yang menemani Dyah membuat mami Atika tenang. Mami Atika meminta bibi Ina segera mempersiapkan makanan untuk keduanya.


Bibi Ina mengantar makanan untuk Azka dan Dyah, Azka mrngucap terima kasih mempersilahkan bibi meletakan makanan di atas meja. Setelah Dyah bangun Azka mengajaknya makan.


" Sayang mas senang karena semua orang mendoakan kalian" kata Azka, mereka baru saja selesai makan, Dyah tersenyum mengelus pipi Azka.


Mata mereka saling menatap Azka memcium bibir Dyah yang telah menjadi candunya.


" Sayang mas merindukanmu" kata Azka, Dyah mengerti keinginan suaminya dan menanggukan kepalanya.


Dyah sebenarnya juga merindukan sentuhan suaminya dengan penuh cinta Dyah mencoum bibir suaminya Azka tersenyum. Mereka menghabiskan malam ini penuh cinta dan kelembutan demi si kembar yang berada di perut Dyah.

__ADS_1


__ADS_2