CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 133


__ADS_3

Keesokan harinya Azka menbawa Dyah untuk di periksa dengan dokter kandungan, saat ini mereka berada di ruangan dokter.


" Nona silahkan berbaring di sini saya akan memeriksa kandunan anda" kata dokter.


Azka membantu Dyah menaiki brankar dokter membuka baju Dyah dan mengoles gel ke perut Dyah, Dokter memeriksa dengan USG .


" Tuan, nona ini ada bintikan kecil ada dua selamat anak kalian kembar" kata dokter, menunjuk layar USG pada Dyah dan Azka.


Dyah dan Azka terharu yang di katakan oleh dokter pada mereka, Azka melihat Istrinya menangis ia cium tangannya.


" Mas itu anak kita" kata Dyah, dengan suara yang serak, Azka menanggukan kepalanya.


Kemudian dokter meminta mereka untuk duduk dan ia menjelaskan keadaan Dyah.


Azka membantu Dyah berdiri dan duduk berhadapan dengan dokter.


" Begini tuan, nona setelah saya periksa kandungan anda benar kalian mendapatkan anak kembar, tapi" ucapan dokter terpotong oleh Azka.


Dyah memegang tangan suaminya merasa takut akan apa yang akan di katakan oleh dokter mengenai kehamilannya.


" Apa yang anda maksud dok, apakah terjadi sesuatu pada kandungan istriku?" Azka, menenangkan Dyah yang sudah menangis di pelukannya.


" Begini tuan kandungan istri anda lemah, jadi tidak di perbolehkan mengangkat yang berat dan bekerja terlalu keras, nona anda harus istirahat total di rumah anda tidak di perbolehkan memikirkan yang berat" kata dokter.


" Saya akan memberikan vitamin memperkuat kandungan" sambungannnya.


"Dokter saya masih kuliah semester V" kata Dyah, mempertanyakan kuiahnya, Dyah menatap Azka yang khawatir pada diri dan kehamilannya.


" Nona saya mengerti maksud anda tapi saya saya harap sebaiknya anda cuti untuk sementara demi kandungan anda " kata dokter.


Dengan berat hati Dyah setuju dengan yang dikatakan oleh doktet ini demi anak dalam kandungannya, Azka memeluk Dyah.


Dokter menyerahkan vitamin dan obat untuk memperkuat kandungan Dyah, kemudian mereka pamit kembali ke kediaman keluarga Alexanders Azka tak ingin Dyah kelelahan.


Kediaman keluarga Alexanders.


Mami Atika dan papi Ammar menunggu kedatangan mereka dari rumah sakit tak sabar mendengar apa yang di katakan oleh dokter.

__ADS_1


Terdengar mobil Azka memasuki kediaman keluarga Alexanders, satpam segera membuka pintu setelah tahu yang datang ke kediaman keluarga Alexanders.


Mami Atika segera mendekat melihat Azka dan Dyah masuk ke dalam papi Ammar hanya menunggu di ruang tengah.


" Mami nanti aku beritahu, aku akan mengantar istriku ke kamar " kata Azka, mami Atika hanya menanggukan kepalanya ada kesedihan yang dia lihat di mata menantunya membuatnya menjadi khawatir.


Mami Atika melihat putranya membawa Dyah ke kamar lantai bawah bukan kamarnya, sebelum sampai di rumah Azka menghubungi bibi Ina untuk memindahkan semua barang mereka ke kamar lantai satu.


" Papi sebenarnya ada apa ini apakah menantu kita tidak hamil" kata mami Atika dengan sedih.


" Mi tenanglah biar Azka yang menjelaskannya" kata papi Ammar, walau gelisah mami Atika menanggukan kepalanya.


Kamar.


Dyah menatap suaminya karena merasa heran Azka membawanya ke bukan kamar mereka.


" Mas, kenapa kita kesini? " Dyah, Azka hanya tersenyum dan meminta Dyah bersandar ke kasur.


" Sayang untuk sementara kita akan menempati kamar ini sampai kamu melahirkan, mas tak ingin kamu kelelahan menaiki tangga" kata Azka, memegang tangan Azka.


" Mas maafin Dyah semua pasti ini karena keadaan Dyah" kata Dyah, dengan lirih, Azka mencium istrinya membuat Dyah malu.


Setelah memastikan Dyah tidur dengan nyenyak Azka menemui orangtuanya.


Azka beserta orangtuanya duduk di ruang tengah tak ada suara yang terdengar yang terdengar hanya helaaan nafas Azka yang berat, orangtuanya melihat putranya dalam keadaan frustasi.


" Azka, apa yang dikatakan oleh dokter? " mami Atika, khawatir mengingat keadaan menantu kesayangannya.


Azka mengacak rambutnya. " Mami, papi kami akan mendapatkan anak kembar" kata Azka, orangtuanya bahagia mendengar kalau mereka tak hanya mendapat satu tapi dua cucu, tapi ketika melihat keadaan putranya yang tidak bahagia membuat mereka bertanya.


" Azka, apa kamu tidak bahagia akan kabar ini? " papi Ammar, mami Atika menatap ke arah putranya.


Azka menghela nafasnya dan menceritakan keadaan Dyah dan kehamilannya pada orangtuanya.


" Astaghfirrurrah" ucap mereka, mami Atika memeluk papi Ammar.


" Sekarang apa yang kamu akan lakukan?" Papi Ammar.

__ADS_1


" Azka tidak tahu pi, Azka tak ingin kehilangan anak kami Dyah sangat bahagia mendengar berita ini tapi juga kesedihan" kata Azka.


" Kamu jangan khawatir mami sendiri yang akan menjaga istri dan anakmu" kata mami A ika, menghapus air matanya.


Azka menghubungi Akbar untuk segera ke kediaman keluarganya ia harus melakukan sesuatu.


" Azka meminta Akbar mengurus cuti kuliah Dyah, Dyah sudah setuju kalau ia cuti dari kuliah untuk sementara " kata Azka, pada orangtuanya. mami Atika dan papi Ammar setuju dengan tindakan putranya.


Mami Atika pamit melihat keadaan menantunya, mami Atika membuka pintu terlihat Dyah tidur dengan nyenyak.


" Nak semoga kalian sehat selalu kami akan akan selalu mendoakan kalian" kata mami Atika, mengusap perut Dyah yang masih rata.


Akbar yang mendapat panggilan dari Azka segera meninggalkan pekerjaannya menuju ke tempat Azja, tidak membutuhkan waktu yang lama mobil Akbar sudah sampai di kediaman keluarga Alexanders.


" Assalamualaikum, tuan besar, tuan muda" kata Akbar, papi Ammar memintanya duduk.


" Akbar aku memanggilmu ke sini untuk memintamu untuk mengurus cuti Dyah untuk beberapa waktu" kata Azka, Akbar menannggukan kepalanya walau ia tidak mengerti kenapa tuan. mudanya meminta hal ini padanya.


Azka mengerti kalau Akbar tidak mengetahui apa yang terjadi.


" Dyah sedang hamil tapi kehamilannya sangat lemah dan dokter memintanya untuk istirahat total, anak kami kembar" kata Azka.


" Selamat tuan muda semoga nona dan kehamilannya sehat, baiklah saya akan. mengurusnya segera" kata Akbar, kemudian pamit pergi ke Universitas A.


Universitas A


Para mahasiswa sudah berdatangan untuk mengikuti perkuliahan hari ini begitu pula dengan Gracya. Gracya sedang menunggu Dyah dengan perasaan gelisah sebab siang ini merekaada kuis.


Ketika melihat mobil yang ia kenali tersenyum ia mengira Akbar mengantar Dyah ke kampus, saat melihat Akbar keluar dari mobil Gracya segera menghampirinya.


" Kakak dimana Dyah siang ini kami ada kuis? " Gracya, tidak melihat Dyah di dalam mobil.


" Nona muda tak kuliah mulai hari ini" kata Akbar." Ada apa kak mungkin suaminya marah karena para mahasiswa cowok menyukai Dyah" kata Gracya.


" Bukan begitu sayang nona muda sedang hamil anak kembar tapi kehamilannya lemah dan dokter memintanya istirahat total.


" Ya Allah Dyah aku bahagia kamu akan mendapatkan anak kembar tapi mendengar kabar ini aku takut" kata Gracya, mengkhawatirkan keadaan Dyah.

__ADS_1


Untuk menenangkan Gracya Akbar memintanya untuk menemaninya mengurus cuti kuliah Dyah, sebetulan jadwalnya belum masuk.


__ADS_2