CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Perasaan yang disadari.


__ADS_3

Dalam kamar Azka


Setelah pembicaraan mereka Azka kembali ke kamarnya dia telah meminta Hanny pulang dan diantar oleh supir, Azka memenjamkan matanya memikirkan kejadian yang baru saja terjadi.


Azka yang merasa haus melihat gelasnya kosong keluar dari kamar untuk mengambil minuman ketika dia turun tangga dia melihat Dyah menangis.


Dia menyadari telah menyakiti gadis yang baru saja menggerakan hatinya seperti istrinya pertama, entah kenapa rasanya dia ingin memeluknya dan meminta maaf.


" Maafkan aku" guman Azka melihat Dyah ke kamarnya, Azka kembali ke kamarnya tanpa mengambil air dia meletakan gelas yang kosong ke atas mejanya.


Azka berdiri di dekat jendelanya sambil memenjamkan matanya mengingat kembali pertemuan pertama dengan Dyah sampai saat ini.


" Istriku apakah aku sudah mengambil keputusan yang benar" kata Azka memikirkan istri pertamanya.


Kemudia Azka membaringkan tubuhnya dan mencoba untuk memenjamkan matanya.

__ADS_1


Keesokan harinya seperti biasa Dyah memandikan Aquira dan mempersiapkan lainnya setelah memastikan Aquira rapi dan mengajaknya keluar menemui kakek dan lainnya. Dyah pun bersiap ke kuliah sedangkan Frans sudah berangkat ke sekolah.


Suasana pagi ini ada yang berbeda antara Dyah dan Azka dan itu dapat di rasakan oleh penghuni kediaman.


" Tuan nyonya saya berangkat ke kampus dulu kebutuhan nona sudah saya siapkan" kata Dyah memberi hormat pada majikannya, Dyah hanya menunduk ketika Azka datang dia mencari kendaraan umum untuk ke kampus.


Dyah sudah mulai kuliah setelah liburan semesternya semalam dia sudah memikirkan sesuatu, Dyah sudah memutuskan untuk pindah dari sini takkan sanggup melihat pernikahan Azka apalagi simpanannya sudah cukup untuk menyewa rumah dan kebutuhan lainnya setahun ke depannya.


Dyah lebih memilih menaiki angkotan umum daripada motor yang diberikan oleh Azka, dia mencoba menghindari Azka takut kalau hatinya semakin sakit.


Azka yang melihat Dyah tidak menggunakan sepeda motor pemberiannya membuatnya marah.Azka berangkat ke perusahaannya dengan kemarahan.


" Ada apa dengan bos hari ini terlihat sangat marah?. Siapa yang membuatnya marah pagi ini?" karyawan.


" Sudahlah jangan mengatakan sesuatu jika bos mendengarnya bisa kita yang kena marahnya" kata karyawan lainnya, mereka pergi ke ruangan masing - masing.

__ADS_1


Akbar yang berada disana juga merasa heran melihat Azka pagi ini, Azka memang menunjukan sikap dingin ketika di perusahaan tapi ini ada yang berbeda dari bos sekaligus sahabatnya.


Akbar masuk ke dalam ruangan Azka terlihat bosnya bersandar di kursinya sambil memenjamkan matanya.


" Bos anda baik saja" kata Akbar yang khawatir dengan bos sekaligus sahabatnya.


" Akbar dia datang" kata Azka dengan mengeluarkan nafasnya yang berat.


" Azka maksudmu" kata Akbar yang sudah mengerti maksud sahabatnya, Azka menanggukan kepalanya.


Akbar yang terkejut mendengarnya mendekati sahabatnya minta penjelasan, Azka pun menceritakan semuanya yang terjadi.


" Apa pernikahan kamu tidak salahkan Azka kalian tidak saling berhubungan hampir 2 tahun tidak berhubungan bahkan komunikasi sekali pun, dan sekarang pernikahan Azka kamu tidak salahkan begitu bagaimana dengan gadis itu? " Akbar mengenai Dyah.


" Kau benar aku telah menyakiti dia karena aku dia hanya bisa menangis secara diam, tapi aku tak bisa apa-apa kami tak ada mengatakan kata putus. Bahkan gadis itu telah menghindariku" kata Azka mengusap wajahnya secara kasar.

__ADS_1


" Azka perasaanmu terhadap gadis itu seperti apa? " Akbar. Azka memenjamkan matanya. " Aku baru saja menyadarinya bahkan perasaanku ini melebihi rasa cinta terhadap almahumah istriku" kata Azka.


Akbar hanya diam tak bisa berbuat seperti apa dia hanya berharap terbaik untuk sahabatnya.


__ADS_2