
Kabar pemecatan Vega Fenanty cepat tersebar keseluruh perusahaan banyak pegawai berbisik membicaraannya.
" Masalah apa yang dilakukannya ".
" Paling menggoda tuan muda".
" Bukannya ini sudah sepuluh kali pergantian sekretaris, apa akan ada sekretaris baru "
Mereka saling berbisik dan menatap sinis saat Akbar menarik Vega keluar dari perusahaan Alexanders Group, Vega hanya bisa tertunduk malu mendengar karyawan lain membicaraannya.
Gracya segera menginformasikan melalui sosial media menengai pencarian sekretaris baru untuk Azka dan syarat yang ditentukan.
" Mudahan ini adalah sektetaris terakhir jika terjadi pemecatan lagi sebaiknya biar mas Akbar yang menjadi sekretaris" guman Gracya, juga merasa kesal dengan para gadis ini sudah mendapatkan gaji yang cukup besar malah berani menggoda bos.
Ditempat Dyah.
Dyah sedang menemani Fathan melaksanakan ujian akhir sekolah, Dyah sangat berharap Fathan lulus SD dengan nilai baik.
Dyah iseng membuka sosial media dia sedang istirahat kerja saat membaca berita yang termuat di sosial media Dyah terkejut dan bahagia melihat berita yang baru saja dia liat.
Dyah merasa bingung apa dia harus mencobanya ini adalah kesempatan untuknya dan Fathan memperbaiki hidup.
" Sebaiknya aku mencobanya siapa tahu beruntung jika tidak tak apa-apa" guman Dyah, mengirim resume dan segala kelengkapan lamarannya dan mengirimnya ke pihak HRD perusahaan.
Sudah seminggu berlalu Dyah mendaftarkan lamaran tapi belum juga mendapatkan jawaban dari pihak sana hingga Dyah menyerah, Fathan sudah menyelesaikan pendidikannya dan mendapatkan nilai terbaik Dyah sangat bahagia mengetahuinya.
" Kakak setelah ini kita gimana? "Fathan, saat mereka pulang dari sekolah setelah mendapatkan nilai dan berbagai surat kelulusan Fathan Dyah tersenyum mengelus rambut adiknya.
" Kita ke restoran dulu kebetulan hari ini kak Dyah mendapatkan gaji dan langsung menyerahkan surat pemunduran diri" kata Dyah, Fathan tersenyum dan menanggukan kepalanya.
Dyah memesan taksi online menuju restoran setelah sampai mereka langsung menuju ruang manajer, Dyah langsung menyerahkan surat pemunduran dirinya dan segera mengambil gajinya. Dyah bersyukur manajer memberinya bonus karena selama dia bekerja Dyah merupakan karyawan terbaiknya.
__ADS_1
Fathan dan Dyah langsung menuju kontrakan untuk mempersiapkan kememindahannya, saat memasukan barang ke dalam koper Dyah mendapat pesan email.
" Alhamdulillah " ucap Dyah, menangis melihat berita yang baru saja dia baca.
" Kakak baik saja" kata Fathan, khawatir melihat kakaknya menangis,Dyah menggelengkan kepalanya.
" Kakak bahagia Fathan beberapa hari lalu kakak mencoba memasukan lamaran di salah satu perusahaan di kota kakak sempat menyerah karena sudah seminggu belum juga ada balasan dan sekarang kakak baru saja mendapatkan balasan kalau lusa kakak disuruh ke sana, alhamdulillah kakak mendapatkan bonus dan simpanan kita juga masih ada kita bisa mengontrak rumah setelah tiba di kota" kata Dyah, dengan gembira merapikan barangnya dengan cepat Fathan tersenyum melihat kakaknya diterima.
' Kakak kalau boleh tahu kakak memasukan lamaran ke mana? " Fathan.
Dyah tersenyum. " Kakak masukan lamaran ke perusahaan Alexanders Group" kata Dyah, senyum. Fathan terkejut mendengarnya mengetahui siapa CEO dari perusahaan tersebut.
" Apakah kakaknya akan kembali pada keluarganya Fathan merasa senang jika itu terjadi" itulah yang Fathan fikirkan sudah tiga tahun mereka meninggalkan Azka dan lainnya pasti kedua anak kakaknya sudah besar.
Melihat adiknya melamun membuat Dyah khawatir jika adiknya sakit.
" Fathan baik saja apa kita akan menunda berangkat" kata Dyah, memegang pundak Fathan
" Fathan, entah kenapa kakak merasa tak asing dengan nama perusahaan ini" kata Dyah, melihat nama perusahaannya.
" Kakak jangan fikirkan ayo kita bersiap sebentar lagi malam" kata Fathan, Dyah tersenyum dan menanggukan. Mereka segera merapikan barang yang belum rapi.
Keesokan harinya Dyah dan Fathan menuju terminal mereka akan menaiki bus menuju kota dimana Azka berada.
Entah kenapa selama perjalanan Dyah merasa deg deg hatinya merasa gelisah dan jantungnya berdetak dengan cepat, Dyah mencoba untuk mengacuhkannya dan lebih memilih memenjam matanya karena perjalanan cukup jauh.
Kediaman Gracya.
Gracya sedang menemani sang putra bermain dia merasa bahagia melihat putranya Agra yang pintar.
" Mami Agra ingin ke tempat Diaz dan Dika sudah lama kami tidak bermain bersama, apalagi disini anak-anak disini hanya ada permainan anak kecil" kata Agra, menatap Gracya dengan gemesnya.
__ADS_1
Gracya menggelengkan kepalanya melihat sikap putranya yang mengatakan permainan anak kecil padahal dia masih kecil.
" Nanti kita kesana ya beberapa hari ini mami sibuk Agra bermain dengan mereka dulu" kata Gracya, mengelus rambut putranya. Walau kesal Agra menanggukan kepalanya.
" Semoga saja calon sekretaris baru ini tidak ada yang aneh aku tak tahu gimana lagi mencari sekretaris untuk tuan Azka, entah kenapa sejak sekretaris lamat pemunduran diri sangat sulit mencari sekretaris yang sesuai. Apalagi sifat tuan Azka berubah sejak saat itu" kata Gracya, mengingat dimana dia mulai bekerja di perusahaan Alexanders Group.
Akbar hanya menggelengkan kepalanya melihat istrinya cerewet membicarakan Azka dia juga berharap ini adalah sekretaris terakhir untuk Azka.
Sudah beberapa jam Dyah dan Fathan sudah sampai di kota mereka sampai di kota pada jam delapan pagi, selama perjalanan bus sering berhenti untuk makan dan lainnya, Dyah dan Fathan turun dari bus dan segera memanggil taksi karena barang mereka banyak.
Maaf pak boleh saya bertanya" kata Dyah, pada supir taksi.
supir tersenyum." Silahkan nona tanya siapa tahu saya bisa membantu" kata supir, yang tidak muda lagi usianya sekitar empat puluh lima tahun.
" Kami ingim mencari rumah kontrakan pak mungkin bapak tahu " kata Dyah, dengan ramah.
" Nona tenang saja saya tahu dimana kontrakan yang strategis" kata supir. Dyah mengucapkan terima kasih karena supir taksi bersedia membantunya.
Mereka menghabiskan waktu tiga jam mencari kontrakan akhirnya Dyah menemukan kontrakan lokasinya sangat strategis dan harganya sesuai dengan kemampuannya.
Dyah mengucapkan terimakasih pada supir karena bersedia membantunya sampai menghabiskan waktu yang cukup lama, Dyah memberinya sedikit bonus karena bersedia membantunya.
Pihak kontrakan sudah memberikan kunci rumah pada Dyah, Dyah membayar tiga bulan ke depan seharga satu juta lima ratus ribu, Dyah membuka pintu terlihat rumahnya ia tersenyum karena suasananya tenang dan kamarnya ada dua, satu kamar mandi, dapur dan ruang makan juga ruang tamu.
Dyah mengunci pintu dan masuk ke kamar merapikan pakaiannya dan Fathan juga barang lainnya.
" Kakak Fathan lapar" kata Fathan, mengelus perutnya karena sejak pagi mereka belum sarapan.
" Ayo kita cari sarapan setelah itu kita mencari barang yang kita butuhkan" kata Dyah, Fathan menanggukan kepalanya. Mereka menuju warung untuk makan yang terletak tak jauh dari kontrakan.
Kemudian mereka menuju mall Dyah mencari dua kasur, dua lemari dan meja belajar untuk adiknya. Dyah juga mencari kursi dan meja ruang tamu, kursi dan meja makan dan perlengkapan dapur Dyah meminta pengiriman barang dilakukan siang ini tidak lupa memberikan alamatnya.
__ADS_1
Dyah juga memberi beberapa bahan pokok buah-buahan untuk mengisi kulkas yang baru saja dia beli, tidak terasa Dyah menghabiskan lima juta hari ini.