CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Keinginan kuliah


__ADS_3

Mami Atika, papi Ammar dan Aquira baru saja menyelesaikan makan siang.


" Dyah setelah menemani Aquira tidur siang temuiku di ruang kerja " kata mami Atika.


" Baik nyonya" sahut Dyah, menemani Aquira tidur siang di kamarnya, setelah memastikan Aquira tenang Dyah menemui mami Atika.


" Tok, tok, tok


" Dyah masuklah" sahut mami Atika Dyah masuk terlihat mami Atika sedang membaca majalah.


Dyah masuk dan mendekati mami Atika dia merasa takut jika melakukan kesalahan dalam bekerja.


" Nyonya apakah saya melakukan kesalahan? " Dyah. Mami Atika tersenyum dan menutup majalahnya menatap Dyah dengan intens.


" Dyah, bibi Sumi memberitahu saya tadi pagi kamu melamun dan tadi juga sehingga cucu saya menangis" kata mami Atika.


Dyah mengangkat kepalanya dan terkejut karena bibi Sumi memberitahu pada nyonya Atika kejadian tadi pagi.

__ADS_1


" Dyah, saya tahu kamu sudah setahun bekerja di sini merawat cucu saya, pasti kamu merasa bosan atau jenuh yang terus bekerja.Baiklah saya akan memberimu cuti beberapa hari kamu bisa berlibur" kata mami Atika.


" Nyonya bukan itu saya baik-baik saja, saya juga bahagia mengasuh nona Aquira" kata Dyah. Mami Atika tersenyum dia tahu bahwa Dyah sangat menyayangi cucunya dan mengajaknya duduk di sampingnya.


Mami Atika memegang tangan Dyah. " Dyah selama setahun ini aku merasa memiliki seorang putri yang selama ini tak dapat kurasakan, sekarang seorang ibu ini bertanya pada putrinya .Katakanlah apa yang ada di hatimu agar kamu merasa lega" kata mami Atika menelus punggung Dyah.


Dyah merasa terharu dengan apa yang dikatakan oleh mami Atika, dia merasa ibunya sendiri yang menenangkan hatinya.


" Nyonya saya ingin melanjutkan pendidikan, jika nyonya dan lainnya tidak mengizinkannya saya tidak apa-apa" kata Dyah menundukan kepalanya.


" Memangnya ksmu ingin mengambil jurusan apa? mami Atika sangat tertarik dengan pendidikan Dyah.


" Dyah ingin mengambil manajemen bisnis nyonya" kata Dyah. " Itu pilihan bijak nanti jika kamu sudah lulus bisa bekerja di perusahaan Azka"kata mami Atika.


" Terima kasih nyonya" kata Dyah. " Baiklah kamu silahkan lanjutkan pekerjaanmu" kata mami Atika mengelus pipi Dyah.


" Baik nyonya kalau begitu saya melihat nona dulu dia pasti sudah bangun" kata Dyah pamitau ke kamar Aquira, mami Atika menanggukan kepalanya.

__ADS_1


Dyah terlihat senyum keluar dari ruang kerja bibi tersenyum melihat Dyah yang tersenyum.


" Alhamdulillah sepertinya Dyah sudah bicara pada nyonya, semoga saja ini kabar yang baik" kata bibi Sumi melanjutkan pekerjaannya.


Dyah mengintip kamar Aquira ternyata masih tidur, Dyah menutup pintu dengan hati-hati. Kemudian menuju ke kamarnya dia akan memberi kabar bahagia ini pada adiknya.


" Fathan" kata Dyah dengan wajah yang gembira berlari dan memeluk adiknya yang sedang mengerjakan tugas.


" Kakak, apa yang terjadi?. Kenapa kakak menangi?" Fatham yang juga sedih melihat kakaknya bersedih.


" Kakak tidak menangis dek ini adalah tangisan bahagia untuk kakak dan juga kamu" kata Dyah. " Kakak sudah bicara pada nyonya soal keinginan kakak yang ingin melanjutkan pendidikan kakak" kata Dyah.


" Terus apa yang dikatakan nyonya kak, dia mengizinkannya kan" kata Fathan tak sabar, Dyah tersenyum


" Fathan bahagia sekali akhirnya kakak dapat sekolah lagi" kata Fathan yang melihat ada kebahagiaan dari wajah kakaknya.


" Sekarang apa yang akan kakak lakukan? " sambungnya. " Kakak akan membicarakannya dengan tuan muda terlebih dahulu kemudian mencari informasi tentang jadwal pendaftaran " kata Dyah, Fathan menanggukan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2