CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Pulang ke kediaman Alexanders


__ADS_3

Sudah seminggu Azka di rawat di rumah sakit bahkan Helena tak pernah sekalipun mrnghubunginya sekali lagi setelah Azka menghubunginya, Dyah dan Aquira senantiasa menemaninya di rumah sakit.


Dokter sudah memperbolehkan pulang karena demam dan keadaannya sudah stabil, saat ini Dyah sedang mempersiapkan barang Azka masukan ke dalam tas, Aquira dengan santainya duduk bersama Azka di sofa.


Untuk urusan administrasi di urus oleh Akbar, Azka menghubunginya untuk mengurus kepulangannya.


" Tusn muda adminidtrasinya sudah saya urus" kata Akbar, masuk kedalam ruangan.


Azka menanggukan kepalanya dan melihat Dyah merapikan barangnya sambil memasukannya ke dalam tas.


" Dyah semuanya sudah siap" kata Azka. " Sudah tuan semua barang sudah saya rapikan" dahut Dyah, menutup tas. Akbar membawa tas tuan muda dan barang lainnya ke dalam mobil setelah pamit.


" Papi hari ini kita pulang ke rumah" kata Aquira dalam pelukan papi Azka. Azka tersenyum dan menanggukan kepalanya dia msngelus rambut putrinya.


" Ira senang papi sudah boleh pulang, ayo mami kita pulang nenek dan kakek pasti menunggu kita" dengan bahagia Aquira memegang tangan keduanya dan keluar dari ruangan.

__ADS_1


Dyah menunduk kepalanya karena rasa malu yang dirasakannya seakan semua mata di rumah sakit sedang menatap mereka, sedangkan Azka dengan dinginnya mengacuhkan semuanya.


Akbar tersenyum melihat mereka datang dan membukakan pintu untuk mereka, kemudian melajukan kendaraannya memuju kediaman keluarga Alexanders.


Tak ada suara yang terdengar mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing, hanya suara Aquira yang terus bicara.


Kediaman keluarga Alexanders.


Nyonya Atika sangat bahagia mendengar putranya sudah di perbolehkan untuk pulang, saat ini dia sedang menyiapkan makan kesukaan putranya.


" Nyonya, apa bisa kami bantu? " Bibi Wati merupakan kepala pelayan. Nyonya tersenyum dan menanggukan kepalanya.


" Baik nyonya besar" sahut bibi Wati, mempersiapkan bumbu steak dan beberapa olahan sayuran.


Sedangkan tuan Ammar berada ruang kerja selama Azka dirawat rumah salit, perusahaan di urus oleh tuan Ammar dan di bantu oleh Akbar, Azka hanya membantu dari rumah sakit.

__ADS_1


Terdengar suara bel berbunyi.


" Bi tolong di lanjutkan itu pasti mereka sudah pulang" kata Mami Atika, melepas c ef lemeknya menuju depan untuk menyambut kedatangan putranya dan cucunya juga Dyah.


Mami Atika menyambut kedatangan mereka dengan penuh haru, dia mencium putranya dan mengajak mereka duduk di ruang tengah.


" Mi dimana papi? " Azka tidak melihat papi Ammar, Aquira duduk di samping dyah.


" Papi berada di ruang kerja katanya menyelesaikan pekerjaan sebelum kamu kembali ke kantor, cucu nenek hari ini terlihat lelah Dyah tolong bawa dia ke kamar, nanti nenek panggil jika sarapan sydah siap" kata mami Atika, mencium pipi cucunya.


Dyah menanggukan kepalanya dia membawa Aquira ke kamar karena sejak dalam mobil Aquira mengeluh bahwa dia ngantuk, Azka menemui papi Ammar diruang kerja.


Akbar sudah pamit karena harus kembali ke kantor melanjutkan pekerjaannya. Mami menuju ke ruang makan untuk merapikan meja makan.


Setelah memastikan Aquira tidur dengan nyenyak Dyah menuju ke kamarnya karena dia juga lelah, sudah seminggu ini dia tidak tidur dengan nyenyak dan menunggu adiknya pulang.

__ADS_1


Malam harinya mereka semua berkumpul untuk menikmati masakan yang telah disiapkan oleh mami Atika.


Mami Atika juga mengajak Dyah dan Fathan makan bersama, Aquira terus bercerita menengai selama mereka di rumah sakit bersama sang kakek.


__ADS_2