CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 181


__ADS_3

Semua orang menunggu Azka untuk bicara Aquira dan sikembar mendekati Azka.


" Papi" panggil Aquira ,Azka memelukan anak-anaknya.


" Sayang bunda kembali" kata Azka, Aquira dan lainnya terkejut dengan kabar yang dikatakan Azka.


" Papi nggak bohongkan? " Aquira, takutnya jika papinya bohong.


" Nggk sayang papi jujur tanyakan saja pada tante Grac" kata Azka. Semua orang menatap Gracya dan Gracya menanggukan kepalanya.


" Alhamdulillah sekarang dimana menantu mami Azka? " Mami Atika.


" Ya papi dimana Bunda Ira dan adik rindu" kata Aquira, Diaz dan Dika walau mereka tidak tahu dengan situasinya tapi mendengar bunda mereka kembali, mereka tidak sabar menemuinya.


Azka pun menceritakan kalau Dyah melamar menjadi sekretarisnya di perusahaan dan ingatannya belum pulih, mami Atika merasa lega walau Dyah belum pulih dengan bekerja sama Azka ingatannya pasti kembali.


" Bibi tolong bersiap " kata Azka, pada bibi Sumi dan bibi Ina.


" Azka" panggil papi Ammar, bertanya kenapa putranya meminta mereka bersiap dan lainnya juga bingung kecuali Gracya dan Akbar yang sudah mengetahuinya.


" Mami, papi Dyah mencari asisten rumah tangga dan Azka tidak mungkin membiarkan orang asing bekerja ditempatnya" kata Azka.


" Benar kita tak mungkin membiarkan Dyah dan Fathan bersama orang yang kita tak kenal" kata papi Ammar, membenarkan kata Azka.


' Tuan muda sebaiknya saya yang menemani nona muda dan tuan Fathan, bibi Sumi takkan mampu bekerja sendirian disana" kata bibi Ina, khawatir pada bibi Sumi yang usianya sudah memasuki lima puluh tahun.


Azka menanggukan kepalanya. " Tuan muda jika kita membawa bibi Ina sekarang bukannya Dyah akan curiga" kata Gracya.


" Kenapa aku tak berfikir hal ini" kata Azka, mengusap wajahnya.


" Tuan muda jangan khawatir biar saya yang urus kebetulan saya memiliki seorang teman yang bekerja di lembaga penyalur asisten, saya akan meminta bantuannya dia pasti bersedia. " kata bibi Ina, mereka menanggukan kepalanya setuju dengan ide bibi Ina.

__ADS_1


" Papi kita akan bertemu bunda tak lagi menatap foto" kata Dika, Azka mengelus kepala sikembar.


" Kalian tenang ya dan berdoa agar bunda pulang dan bersama kita lagi" kata Azka, Diaz dan Dika menanggukan kepalanya.


Bibi Ina segera menghubungi temannya dan menyiapkan barangnya bibi Sumi bahagia mendengar Dyah sudah berada di kota yang sama dengan Azka.


Keesokan harinya Dyah dan Fathan bersiap menuju sekolah SMP beruntung tidak jauh dari rumah hanya membutuhkan lima belas menit menggunakan mobil, mereka menemui administrasi pembayaran sekolah Fathan dan mencatat semua data.


" Adik bisa sekolah seminggu lagi " kata karyawan administrasi.


" Terima kasih bu" kata Dyah, Dyah mengajak Fathan melihat keadaan sekolah dan kelas akan digunakan untuk Fathan.


" Ayo kita ke mall memberi perlengkapan sekolah setelah itu kita ke lembaga penyalur asisten kakak ingin mencari pembantu untuk menemani Fathan di rumah" kata Dyah, Fathan menanggukan kepalanya.


Mereka menggunakan taksi online menuju mall setiba disana mereka menuju pakaian sekolah, Dyah membeli beberapa helai seragam dan celana, dasi kemudian mereka menuju toko sepatu dan tas.


" Ayo kita ke toko buku" ajak Dyah, Fathan menanggukan kepalanya. Mereka membeli beberapa kodi buku, pena, kotak pensil, penghapus, penggaris dan lainnya.


Keesokan harinya bibi Ina sudah sampai di alamat yang diberikan oleh temannya karena Dyah memberikan alamatnya.


" Assalamualaikum " ucap bibi Ina. Fathan mendengar suara bel berbunyi segera membuka pintu.


" Bibi" kata Fathan, memeluk bibi Ina saat membuka pintu.


" Bibi kok ada disini? " Fathan, bibi Ina tersenyum.


" Bibi senang bisa melihat tuan muda lagi" kata bibi Ina, sedih karena bahagia bisa melihat Fathan.


Dyah yang sedang menyiapkan makanan siang didapur segera ke depan mendengar suara bel dan adiknya belum kembali.


" Fathan siapa yang datang dan kenapa tidak disuruh masuk" kata Dyah, dari dalam bibi Ina dan Fathan menghapus air matanya.

__ADS_1


Bibi Ina tersenyum bahagia karena dapat kembali bertemu kembali dengan Dyah,dia melihat Dyah mendekat.


" Siang nona saya Ina, saya asisten yang dikirim oleh lembaga dan nona bisa memanggil saya bibi Ina" Bibi Ina, memperkenalkan dirinya.


Dyah tersenyum dan mengantar bibi Ina ke kamar kebetulan ada kamar di dekat dapur.


" Sebaiknya aku menghubungi tuan muda kalau sudah sampai di rumah nona muda" guman bibi Ina, mengirim pesan ke Azka.


Kediaman keluarga Alexanders.


Azka mendapat kabar dari bibi Ina kalau dia sudah sampai di rumah Dyah.


" Alhamdulillah " kata Azka.


" Papi ayo kita temui bunda Diaz dan Dika tak pernah bertemu bunda, kami ingin memeluknya" kata Diaz, dengan gemesnya Azka tersenyum.


Mungkin sudah saatnya mereka bertemu mungkin dengan melihat anaknya istriku cepat pulih ingatannya.


" Gimana hari senin kalian ke kantor papi bunda akan bekerja di sana" kata Azka, sikembar merasa senang karena esok bisa bertemu dengan bunda yang tak pernah bertemu.


" Papi Ira juga ingin bertemu bunda, Ira ingin menunjukan ini siapa tahu bunda ingat" kata Aquira.


" Biar adik yang menemui bunda ya kakak kan harus sekolah, bunda kan tak suka kalau kakak bolos" kata Azka, akhirnya Aquira menanggukan kepalanya membiarkan adik kembarnya menemui Dyah.


" Kalian harus jaga bunda ya jangan biarkan ada orang jahat yang menanggu bunda" kata Aquira.


" Ya kak kami akan menjaga bunda dan membawa bunda pulang" kata Dika.


Mami Atika sedih bahagia melihat putra dan cucunya kembali bahagia setelah tiga tahun terakhir tak ada senyuman.


" Nak cepatlah pulang kamu adalah sumber kebahagiaan mereka" guman mami Atika, mengingat Dyah melihat Azka tertawa bersama Cucu- cucunya.

__ADS_1


__ADS_2