
Sudah beberapa hari Dyah selalu menghindar dari Azka, ketika Azka berada di rumah dia menghabiskan waktu di dapur. Soal Ira dia hanya senyum jika Ira memanggilnya kata bunda dia takkan sanggup untuk meminta Ira agar jangan memanggil kata bunda lagi.
Gracya sudah menemukan rumah kontrakan yang dikatakan oleh Dyah kontrakan tersebut tak jauh dari kampusnya.
Mami Atika dan papi Ammar masih tidak mengetahui apa yang terjadi karena permintaab Dyah pada bibi Sumi dan bibi Ina agar tidak mengatakannya.
" Bibi jangan katakan pada nyonya dan tuan yang barusan terjadi" minta Dyah pada mereka, bibi Ina dan bibi Sumi hanya menanggukan kepalanya.
Tok, tok, tok
Mami Atika memanggil bibi Sumi untuk membuka pintu, ketika pintu terbuka terlihat Helena datang dengan beberapa orang.
" Aku ingin menemui Azka" kata Helena. " Tuan muda ada diruang tengah nona" kata bibi Sumi.
"Ayo kita temui calon suamiku kita harus menunjukan padanya" kata Helena, pada orang di belakangnya.
Mereka menanggukan kepalanya mengikuti langkah Helena menemui Azka dan lainnya.
" Halo sayang, om tante" Kata Helena duduk di samping Azka, mami Atika dan papi Ammar hanya menanggukan kepalanya.
__ADS_1
" Helena siapa mereka dan ada keperluan penting apa mereka kesini?" mami Atika melihat beberapa orang di hadapannya.
Helena tersenyum dan memperkenalkan mereka pada keluarga Alexanders.
" Om tante ini pihak WO mereka ingin menunjukan beberapa contoh pelaminan untuk kami, sayang ayo lihat semuanya terlihat indah aku menyukainya" kata Hanny, menunjukan beberapa contoh pelaminan pada Azka dan dia tersenyum melihat Dyah datang membawa susu untuk Aquira.
Dyah datang sambil membawa susu untuk Aquira awalnya dia meminta bibi Ina untuk mengantarkannya tapi ketika melihat bibi Ina sibuk dia terpaksa mengantarkannya.
" Nona ini susunya setelah ini nona tidur ya" kata Dyah. " Ya bunda, nanti bunda temani Ira tidur ya" sahut Ira, Dyah tersenyum tak berani menatap Azka yang sejak tadi menatapnya.
" Sayang lihat ini sangat indah, bagaimana pelaminan kita ini pasti sangat cantik " kata Helena menunjukan salah satu foto pelaminan pada Azka.
" Tunggu sebentar lagi kamu pasti menjadi miliku Azka dan takkan kubiarkanmu memikirkan hal lain selain pernikahan kita" guman Helena senyum licik.
Mami Atika dan papi Ammar hanya mendengarkan pihak WO menjelaskan tentang konsep pernikahan putranya nanti.
Keesokan harinya
Dyah libur kuliah hari ini dan dia telah memikirkan sejak semalam kalau dia akan membicarakan pengunduran Dirinya sebelum pernikahan Azka.
__ADS_1
Tok, tok, tok
" Masuk " kata mami Atika. Dyah masuk ke kamar mami Atika terlihat dia fokus membaca majalah di tangannya.
" Nyonya" kata Dyah, dengan menundukan kepalanya dan memeremas tangannya.
" Dyah, apakah ada sesuatu dengan Ira" kata mami Atika. " Nggk ada nyonya, nona kecil baik saja. Nyonya saya ingin mengatakan sesuatu" kata Dyah.
" Ya katakanlah" kata mami Atika menutup majalahnya dia tahu ini sangat penting.
Dyah menghela nafasnya secara berat. " Nyonya saya ingin mengundurkan diri" kata Dyah menundukan dirinya dan mengeluarkan air matanya.
" Apakah ada masalah Dyah hingga kamu memutuskan mengundurkan diri" kata mami Atika.
" Nggak ada nyonya, pelajaran di kampus semakin banyak , saya takut jika saya tidak ada waktu untuk mengurus nona kecil " kata Dyah, menutup alasan sebenarnya.
Mami Atika tersenyum dia tahu ini bukan alasan sebenarnya ini pasti karena putranya.
" Dyah, apakah ini ada kaitan dengan pernikahan Azka?".
__ADS_1