CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 126


__ADS_3


Pesawat membawa mereka sudah sampai di Bali Azka memegang tangan Dyah turun dari pesawat menuju parkiran, Azka menghubungi orang kepercayaannya untuk menjemput mereka.


Orang kepercayaan Azka sudah sampai di bandara dan menyambut bosnya.


" Selamat datang ke Bali tuan muda, nona" kata orang kepercayaan Azka, Dyah tersenyum.


" Mari saya antar ke villa tuan muda" kata orang kepercayaan Azka, Azka menanggukan kepalanya dia memanggil anak buahnya membawa barang Azka dan Dyah.


" Mas memangnya punya Villa di Bali? " Dyah. Azka tersenyum memeluk pinggangnya.


" Ya sayang kita punya Villa di sini" kata Azka, Dyah tersenyum.


Mereka menuju Villa keluarga Alexanders diantar oleh orang kepercayaan Azka.



Tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai di Villa, mereka di sambut oleh pengurus Villa.


" Selamat datang tuan muda, nona silahkan masuk saya sudah membersihkan kamar anda" kata bibi, Azka menanggukan kepalanya.


" Tuan muda kalau begitu saya pamit dulu, saya sudah mempersiapkan makan malam" kata bibi, kemudian pamit kembali ke rumahnya yang tak jauh dari Villa Azka.


Dyah menatap bibi dengan heran kemudian menatap Azka minta penjelasan.


" Bibi hanya bekerja dari jam 6 pagi sampai 6 sore setelahnya dia ke rumahnya tak jauh dari sini" kata Azka, mengelus pipi Dyah.


Dyah memandang suaminya yang menatapnya dengan senyuman membuat Dyah merinding.


" Mas mau apa? " Dyah, Azka mendekati istrinya Dyah mundur beberapa langkah sampai ia terhalang oleh dinding, Azka menaiki alisnya membuat Dyah gugup.


Azka merentangkan tangannya di dinding hingga Dyah berada di kurungan Azka, Dyah terkejut tiba Azka menggendonngnya ala bridal style


" Mas" teriak Dyah, tangannya diletakan di pundak suaminya.

__ADS_1


" Sekarang kamu menjadi miliku" kata Azka membawa Dyah ke kamar dengan malu Dyah menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.


Azka dan Dyah sudah berada di dalam kamar dengan Dyah berada dalam gendongan Azka, Azka menatap istrinya dengan senyuman ia langsung mencium bibir istrinys yang sejak tadi ia tahan kemudian mencium Dyah dengan kelembutan, Dyah memenjamkan matanya dan membalas ciuman suaminya sampai nafas mereka habis.


Azka melepas ciuman mereka dan menatap Dyah dengan sendu penuh cinta Dyah menundukan kepalanya karena malu, Azka tersenyum membelai wajah istrinya ia mata mereka saling berpandangan.


Deg


Jantung mereka saling berdetak sangat cepat dengan perlahan Azka membaringkan Dyah di atas kasur, Azka membelai pipi istrinya.


" Sayang mas mengingkannya" kata Azka, Dyah mengerti apa yang diinginkan oleh suaminya Dyah menanggukan kepalanya.


Azka mencium matanya turun ke bibir mereka menikmati ciuman panas kemudian Azka mencium leher Dyah, Dyah merasakan baru pertama kali tak bisa menahannya desahannya.


Mereka menikmati keindahan sore harinya diiringi dengan udara bali yang sejuk, tanpa memandang waktu Azka tak memberikan Dyah istirahat mereka melakukannya berjam lamanya.


" Terima kasih sayang karena telah memberikannya untuk mas" kata Azka, mencium kening istrinya mengingat istrinya kesakitan.


Mereka tidur dengan nyenyak setelah kegiatan mereka lakukan.


Dyah memandang suaminya yang memeluknya erat. " Mas ayo bangun Dyah lapar" kata Dyah, mengelus tangan Azka di perutnya.


Azka merasakan ada sentuhan di tangannya ia bangun.


" Sayang ayo tidur lagi hari masih malam besok kita jalan" kata Azka, dengan serak.


" Tapi Dyah lapar mas" kata Dyah, dengan manjanya Azka tersenyum dan bangun dari tidurnya.Azka mengajak istrinya keluar ia juga merasa lapat dan hanya ingin menggoda istrinya saja.


Setiba di meja makan ternyata makanan yang sudah disiapkan oleh bibi dingin Dyah menghangatkan makanan mereka sebelum di santap.


Mereka menikmati makan malam walau sudah larut tapi mereka tak permasalahan, setelah makan mereka kembali tidur karena masih lelah.


Keesokan harinya terdengar suara adzan berkumandang Azka bangun dari tidurnya melihat Dyah masih nyenyak ia tersenyum dan membelai wajah istrinya, Dyah merasakan ada sentuhan ia bangun dan tersenyum melihat Azka disampignya.


Azka mencium menbuat Dyah kesal karena suaminya suka menciumnya tiba- tiba.

__ADS_1


" Sayang sholat subuh setelah itu kita akan mencari makan" kata Azka, Dyah menanggukan kepalanya. Mereka masuk ke kamar mandi dia melakukan kegiatan apapun karena waktu subuh hampir habis.


Selesai sholat Azka mengajak Dyah mencari makanan untuk sarapan mereka hanya ingin makan yang ringan, mereka pergi ke warung dan memesan nasi goreng seafod dan minumannya teh dan kopi.


Selesai makan Azka mengajak istrinya ke pantai kuta walau masih pagi pantai tersebut sudah di penuhi pengunjung, mereka lebih memilih berjemur disana sambil memperhatikan pengunjung bermain.


Para pengunjung wanita menatap Azka dengan tatap kagum membuat Dyah kesal.


" Beraninya mereka menatap suamiku penuh minat apa mereka tidak aku disini apa" kata Dyah, dengan kesal karena pengunjung wanita menatap suaminya.


Dyah tersenyum smirk ia mendekati Azka dan duduk di pangkuannya dengan tangannya bersekap di dada dan bibir maju ke depan. Azka yang sedang memenjamkan matanya dengan kaca mata terpasang di wajahnya membuka matanya, ia tersenyum tapi ia mengeringit dahi melihat istrinya kesal.


Azka membetulkan duduknya dan memeluk pinggang Dyah agar tidak terjatuh.


" Kenapa sayang mas ini kesal?" Azka, memegang dagu istrinya Dyah yang kesal menghempas tangan suaminya semakin cemberut.


Azka melihat sekitarnya dan tersenyum mengerti kenapa istrinya kesal karena wanita memandangnya penuh minat.


" Sepertinya istri mas ini sedang cemburu" kata Azka dengan tersenyum. Dyah menatap suaminya dengan intens.


" Siapa yang tidak cemburu melihat suaminya dipandang penuh minat, apa mereka tak melihatku " kata Dyah, dengan kesal Azka tersenyum dan memeluk istrinya.


" Sayang dengar mas hanya mencintai istri mas ini dan hanya kamu yang dapat menyentuh mas" kata Azka, senyum.


" Dasar mesum" kata Dyah, memalingkan wajahnya tapi ia tersenyum.


Beberapa saat kemudian Azka mengajak istrinya pulang tak ingin membuat Dyah semakin kesal. Saat ini mereka berada ruang tengah Dyah ingin menonton dan Azka duduk di sampingnya.


Mereka menonton drama romantis Dyah fokus dengan siarannya Azka tersenyum, ia memasukan tangannya ke balik baju Dyah sehingga membuatnya mengeluarkan *******.


" Mas " kata Dyah, menatap Azka dengan sendu. Azka tersenyum melihat istrimu sudah bergairah karena sentuhannya. Sehingga mereka melakukan di ruang tengah beruntung di Villa hanya mereka berdua hingga tak ada yang memergoki mereka.


Melihat Dyah lelah Azka membawa istrinya ke kamar setelah kegiatan mereka lakukan seharusnya di lakukan malam hari, dengan hati-hati Azka membaringkan tubuh Dyah di kasur tidak lupa menutupi tubuh Dyah dengan selimut.


Azka membersihkan dirinya di kamar mandi ia tersenyum melihat istrinya tertidur, Azka keluar dan mengambil pakaian mereka di ruang tengah. Azka kembali tidur di sebelah Dyah.

__ADS_1


__ADS_2