
Setelah mengantar Gracya pulang tanpa membuang waktu Akbar segera mengikuti perintah dari Azka, ternyata keduanya melakukan penipuan terhadap proyek hingga memudahkan Akbar menghancurkan kedua perusahaan tersebut.
Berita telah menginformasikan kebangkrutan kedua perusahaan atas kasus penipuan dan mereka telah di tangkap di rumah.
Mobil Azka telah sampai di kediaman keluarga Alexanders ternyata Aquira dan Fathan sudah tertidur di dalam mobil, Azka hanya menggelengkan kepalanya melihat istrinya masih melamun sangat terlihat jelas wajah Dyah menunjukan kesedihan.
" Sayang mas bawa Aquira ke kamar dulu ya, kamu dan Fathan tunggu sebentar mas kembali secepatnya" kata Azka, melihat Dyah hanya melamun Azka hanya menghela nafasnya dan menggendong putrinya ke kamarnya.
Mami Atika dan papi Ammar berada di ruang tengah sambil menunggu putra dan keluarganya pulang.
" Azka dimana istrimu dan Fathan? " mami Atika, tidak melihat keduanya.
" Mami Azka bawa Ira ke kamar dulu " kata Azka, membawa putrinya ke kamarnya. Mami Atika menatap suaminya yang menanggukan kepalanya.
Dalam mobil.
Dyah berusaha membangunkan adiknya yang tertidur dalam mobil.
" Kakak" kata Fathan, bangun tidur Dyah tersenyum dan menanggukan kepakanya.
" Fathan malam ini kita tidur bersama ya" kata Dyah. " Terus kak Azka gimana? " Fathan.
" Kak Azka bersama Aquira" kata Dyah, Fathan menanggukan kepalanya mereka turun dari kamar.
Dyah dan Fathan mengucap salam dan menyalami kedua mertuanya.
" Sayang baik saja" kata mami Atika, Dyah tersenyum.
" Mi pi Dyah ke kamar dulu ayo Fathan" kata Dyah. " Mami Papi Fathan tidur dulu" kata Fathan, mengucap salam.
" Papi kok" mami Atika menunjuk arah kamar tamu yang biasanya kamar Azka dan Dyah.
" Kita tunggu Azka, mi" kata papi Azka. Saat melihat Azka turun papi Ammar mengajaknya bicara.
" Papi Azka ke mobil dulu Dyah dan Fathan masih di sana" kata Azka.
" Mereka sudah dalam kamar Azka ayo duduk papi ingin tahu kenapa Dyah mengajak Fathan tidur di kamar kalian? " papi Ammar.
__ADS_1
Azka menarik nafasnya duduk di samping mami Atika. " Nak katakanlah pasti terjadi sesuatu yang membuat istrimu sedih mami dapat melihatnya ada kesedihan di matanya, walau ia berusaha untuk menyembunyikannya" kata mami Atika.
Azka pun menceritakan semuanya yang terjadi di pesta.
" Menantu mami tidak terluka kan mereka tidak berbuat yang buruk kan" kata mami Atika, Azka menanggukan kepalanya.
" Nggk mi Dyah hanya sedih karena kata wanita itu" Azka, menahan amarahnya.
Papi Ammar mengajak mereka istirahat hari sudah malam dan besok di lanjut bicaranya. Azka hanya menatap jauh kamarnya dan menaiki tangga menuju kamar putrinya.
Azka membuka pintu kamar putrinya dan tersenyum melihat putrinya tidur dengan nyenyak.
" Kita sudah lama tidak tidur bersama" kata Azka, mencium pipi putrinya memperbaiki selimut dan tidur di samping Aquira.
Apartement Akbar
Akbar mengirim pesan pada Azka kalau perintah dari Azka sudah di laksanakan dan di pastikan berita mengenai kebangkrutan kedua perusahaan tersebut akan memenuhi televisi tiga hari terakhir.
Sebenarnya Akbar merasa kasihan pada kedua perusahaan tersebut tapi karena ulah putrinya mereka terkena imbasnya.
Kemudian Akbar memenjamkan matanya karena esok pasti banyak pekerjaan yang harus di kerjakan.
Keesokan harinya terdengar suara adzan berkumandang Dyah bangun dari tidur.
" Fathan ayo kita sholat subuh berjamaah" Dyah, membangunkan adiknya." Ya kak ayo Fathan bantu ke kamar mandi" kata Fathan, Dyah tersenyum.
Selesai membersihkan diri mereka sholat subuh berjamaah kemudian Fathan pamit menuju kamarnya bersiap ke sekolah.
Aquira bangun dari tidur terkejut melihat Azka di kamarnya.
" Papi bangun ayo kita sholat subuh kata bunda sholat itu wajib nanti Allah marah pada kita" kata Aquira, memukul wajah Azka.
" Ternyata putri papi sudah besar ayo kita sholat" kata Azka, menggendong putrinya ke kamar mandi. Selesai sholat Azka membantu Aquira bersiap ke sekolah.
" Papi bertengkar ya sama bunda kata bu guru kita sesama nggk boleh bertengkar lebih dari tiga hari itu tak baik" kata Aquira, menatap tajam pada Azka.
Azka tersenyum. " Baiklah nanti papi akan minta maaf pada Bunda, ayo kita turun lihat putri papi sudah cantik" kata Azka.
__ADS_1
Aquira tersenyum malu mendengar pujian Azka ketika turun mereka melihat Fathan yang sudah rapi.
" Kalian turunlah papi bersiap dulu" kata Azka, Aquira memegang tangan Fathan menuju ruang makan.
Azka membuka pintu kamarnya tapi nggk melihat Dyah di dalam tapi ia tersenyum melihat istrinya masih menyiapkan pakaian kerjanya. Azka bersiap mau ke kantor.
Azka keluar dari kamar hanya menghela nafasnya melihat Dyah di ruang tengah sedang memikmati makanannya dengan di temani oleh Aquira, mereka juga menyaksikan siaran televisi.
" Azka biarkan istrimu makan Ira di sana mami sudah susah menyuruhnya untuk makan, ayo makan sarapanmu" kata mami Atika.
Tadi mami Atika kesulitan meminta Dyah untuk sarapan beruntung Aquira dengan mudahnya membujuknya.
Tiba saja suara televisi di sibukan oleh berita kebangkrutan dua perusahaan.
" Bukannya itu" Seru Dyah, cukup mengetahui siapa pemelik dari perusahaan tersebut.
Papi Ammar melihat putranya yang terlihat santai dengan berita yang tersebar, Azka menyadari papinya melihat dan dia hanya senyum kecil. Papi Ammar langsung mengetahui ini semua ada campur tangan putranya.
Dyah cukup terkejut mendengar berita itu orangtua dari Masayu dan Tiara melakukan penipuan demi proyek.
" Untung mereka ketahuan secepatnya agar tidak merugikan orang lebih banyak lagi" guman Dyah, minum susunya.
" Bunda Ira berangkat sekolah dulu nanti kita nonton bersama lagi" kata Aquira, mencium tangan Dyah, Dyah tersenyum dan mencium pipi putrinya.
" Kakak " kata Fathan, mengetahui semalam kakaknya tidak tidur Dyah menanggukan kepalanya sambil tersenyum.
" Sayang mas berangkat dulu, mas akan mengantar mereka ke sekolah" kata Azka, tidak lupa mencium kening Dyah. Dyah tetap mencium tangan Azka walau ia masih kesal.
Mereka berpamitan pada mami Atika dan papi Ammar, setelah mobil Azka menjauh mami Atika mengajak Dyah duduk di taman tidak lupa meminta bibi untuk membuat susu hamil untuk menantu kesayangannya.
Berita kebangkrutan orangtua Masayu dan Tiara juga tersebar di Universitas A, para mahasiswa sibuk membicarakannya.
" Apa ini terjadi karena semalam" guman Gracya, mendengar temannya membicarakannya.
" Tapi baguslag mereka pantas menerimanya" kata Gracya, mengira apa yang di dengarnya itu benar tapi yang sebenarnya adalah salah satunya dan yang penting karena atas perintah Azka Abbiya Alexanders.
Azka merasa puas dengan berita yang tersebar dan keduanya di tangkap oleh polisi, Masayu dan Tiara hanya bisa menangis dalam pelukan ibunya.
__ADS_1