CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 155


__ADS_3

" Mas Dyah ingin menaiki motor gede pasti seru" kata Dyah, dengan bahagianya.


" Apa nggk boleh" teriak Azka, terkejut mendengar istrinya ingin menaiki motor gede. Siapa yang terkejut istrinya sedang hamil malah ngidam naik motor gede.


Dyah terkejut tak menyangka kalau Azka akan marah dengan kesal mematikan panggilannya secara sepihak mami Atika dan papi Ammar hanya bisa diam menyaksikan menantunya kesal pada putranya, sebenarnya mereka juga keberatan tapi melihat keesalan menantunya mereka harap putranya dapat membujuknya.


" Sayang" panggil Azka, melihat panggilan telah di putus. Azka mengusap wajahnya secara kasar, tepat Akbar masuk menyampaikan sesuatu penting pada Azka.


" Tuan muda" kata Akbar, terhenti melihat Azka gusar.


" Akbar aku pulang dulu kamu urus saja" kata Azka, dengan terburu meninggalkan ruangan.


" Sepertinya terjadi sesuatu" kata Akbar, saat meninggalkan ruangan Azka terdengar suara panggilan dari istrinya dia tersenyum.


" Assalamualaikum, sayang apakah istri mas sudah pulang dari kampus maaf sayang mas tak bisa menjemputmu" kata Akbar, janji pada Gracya dia akan menjemputnya.


" Mas tidak apa, mas Gracya merindykan Fyah boleh ya Grac kesana, Gracya membawakan martabak manis Dyah pasti suka" kata Gracya, meninggalkan kampus menuju penjual martabak tak jauh dari kampus karena mereka sangat menyukainya saat bersama kuliah.


Akbar meminta istrinya hati-hati dan tidak lupa akan memberitahunya kalau ingin pulang.


Di kediaman keluarga Alexanders.


Dyah masih kesal karena Azka menolak permintaannya sampai dia menghiraukan Aquira yang ingin mengajaknya bermain.


" Nenek bunda marah pada Ira sampai bubda tak mau bicara pada Ira" Adu Aquira pada mami Atika.


" Bunda tak marah pada Ira bunda ngambek pada papi, ayo kita taman menemani om Fathan melafalkan puisi kita harus mendukungnya" kata mami Atika, melihat putranya masuk dengan wajah kusut.


Aquira mengerti mengajak neneknya ke taman dia juga ingin melihat Fathan latihan.


" Tenangkanlah istrimu ingat jangan emosi" kata papi Ammar, menepuk punggung Azka yang sudah berada di sampingnya papi Ammar menuju taman meninggalkan mereka.

__ADS_1


Azka mendekati Dyah mencoba untuk memegang tangan istrinya tapi Dyah menepisnya dan memajukan bibirnya sambil memalingkan wajahnya.


" Sayang mas tak ingin terjadi sesuatu pada kalian bukannya mas melarangmu naik motor tapi kamu sedang hamil si kembar, sayang" kata Azka, membujuk Dyah.


" Tapi ini maunya dedek mas rasanya padti seru naik motor gede, gimana Dyah membonceng mas yang mengendarainya kita mutar ke sini saja mas" kata Dyah, dengan manjanya.


" Tapi Mas tak ada motor gede sayang" kata Azka, memang Azka tidak pernah lagi mengendarai motot sejak Aquira lahir. Berbeda saat masa mudanya dia sangat menyukai motor gede sampai dia koleksi.


Demi cucunya mami Atika memintabya menjual motor gedenya mami Atika takut terjadi sesuatu pada Aquira masih bayi. Makanya Azka menjualnya dan lebih menjauhi sang putri demi menghilangkan kenangan dari ibu kandung Aquira.


" Assalamualaikum " kata Gracya, sudah sampai di kediaman keluarga Alexanders dia heran melihat tingkah mereka di hadapannya.


" Gracya kesini" Dyah, merasa bahagia melihat sahabatnya datang, Dyah merasa Gracya pasti bisa menolongnya.


Gracya melihat Dyah dengan heran. " Ada apa denganmu Dyah tetlihat bahagia sekali aku datang padahal baru kemaren tak bertemu" kata Gracya, duduk di samping Dyah AKa menyingkir dan duduk di sofa sebelah.


Dengan semangat Dyah menyampaikan keinginannya pada Gracya dan dia juga merasa kesal ulah suaminya yang melarangnya.


" Kamu dan mas Azka sama saja tak mau memenuhi keinginan si kembar, kalian rak sayang lagi pada Dyah dan si kembar, hiks hiks" Dyah, menamgis karena Gracya juga melarangnya.


Azka dan Gracya menjadi gusar melihat Dyah menangis.


" Baiklah mas akan menghubungi Akbar kalau tidak salah dia memiliki motor gede" kata Azka, Gracya mengetahui kalau suaminya memang memiliki motor gede sebab


dia pernah di ajak oleh Akbar sehari setelah lamaran mengelilingi kota mengingat hal itu membuat Gracya senyum.


" Akbar, kamu memiliki motor gede, jika ada bawa ke sini" kata Azka, menutup panggilannya padahal Akbar belum bicara.


" Sebenarnya ada apa dengan tuan muda bukannya sudah lama ia tak mengendarai motor itu"kata Akbar, tidak mau Azka menunggu lama dia meninggalkan perusahaan menuju apartemen menjemput motornya sebelum itu menitip perusahaan pada sekretaris.


Tidak membutuhkan waktu yang lama Akbar sampai di kediaman keluarga Alexanders dengan menaiki motor.

__ADS_1


" Itu pasti mas Akbar" kata Gracya, menengal suara motor suaminya Dyah merasa bahagia dia menarik Azka keluar diikuti oleh Gracya yang tersenyum.


"Tuan muda, nona" kata Akbar, dengan hormat.Gracya tersenyum menarik tangan suaminya ke sampingnya.


" Mas diam dan lihat saja nanti" kata Gracya, membisik pada Akbar. Akbar diam mengikuti istrinya.


" Mas ayo nanti hari semakin sore kita akan mengelilingi kompleks dengan motor" Dyah, merasa senang mengelus motor Akbar.


Azka minta kunci motor pada Akbar dengan bahagianya Dyah menaiki motor gede milik Akbar, Azka mengendarai motor gede dengan Hati-hati dia kembali mengingat masa dia dan almahum menaiki motor gede saat masa kuliah.


Dyah memeluknya membuat Azka tersentak dan senyum mengelus tangan Dyah di perutnya.


" Terima kasih sayang karena telah hadir dalam hidup mas" kata hati Azka, mereka menikmati menaiki motor mengelilingi kompleks para tetangga memberi salam saat mereka lewat.


Gracya mengajak Akbar menemui lainnya di taman bibi Sumi memberitahunya saat Gracya bertanya.


" Om tante" kata Gracya, melihat pasangan suami istri sedang melihat Aquira bermain sepeda dan Fathan fokus dengan hafalannya.


" Kalian di sini di mana Dyah dan Azka? " mami Atika, tidak melihat keduanya. Gracya menceritakan semuanya mami Atika dan papi Ammar hanya bisa menghela nafasnya mereka berharap Dyah dan Azka segera pulang.


Mami Atika mengajak Gracya memasak, mami Atika menginginkan barbeque sambil bersenang karena esok Fathan akan ikut lomba hari ibu, mami Atika ingin agar esok Fathan lebih rileks.


Setelah mengelingi komplek Dyah dan Azka kembali ke kediaman keluarga Alexanders, Dyah sangat merasa bahagia sedangkan Azka tersenyum melihat kebahagiaan di wajah Dyah.


Bibi Sumi memberitahu kalau mami Atika akan mengadakan acara barbeque, Azka mengajak Dyah membersihkan diri di kamar.


Mereka menikmati acara berbeque mami Atika dan Gracya sudah menyiapkan bermacam minuman Azka dan Akbar sibuk membakar daging, sisis dan lainnya.


Aquira sibuk menemani Fathan sedang menghafal puisi sampai dia juga mengikutinya, mereka tersenyum melihat mimik wajah Ira yang tetlihat lucu saat mendalami puisi.


Fathan sudah hafal dengan puisi yang akan dia tampilkan esok hari Dyah merasa senang karena adiknya berhasil dengan hafalannya fia yakin Fathan akan berhasil.

__ADS_1


__ADS_2