
Terdengar suara adzan berkumandang Fathan bangun tidur dan melihat Dyah tidur di sampingnya.
" Kakak ayo kita sholat subuh" seru Fathan, menggoyang lengan Dyah. Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya mereka menuju kamar mandi membersihkan diri dan melaksanakan sholat subuh berjamaah.
" Fathan mau kemana? " Dyah, melihat adiknya keluar. Fathan tersenyum mengajak Dyah ke kamarnya.
" Fathan boleh kakak tanya kata Dyah, mereka sudah sampai di kamar Fathan, Fathan menanggukan kepalanya.
" Fathan sudah berapa lama kita disini bukannya kakak baru saja tamat SMA" kata Dyah, merasa bingung dengan perasaannya.
" Ya kak, kita kesini awalnya kita kesini kakak melamar pekerjaan dan menjadi pengasuh Aquira tapi kemudian" ucapannya terhenti karena Fathan ingat dengan perkataan dokter jangan membuat kakaknya stres.
" Jadi kakak pengasuh asragfirrurrah Fathan kakak terlambat pasti akan kena marah, ayo kita keluar dan minta maaf kenapa kakak bisa lupa" kata Dyah, menarik tangan adiknya yang sudah berpakaian rapi.
Semua orang sudah berkumpul di ruang makan mereka hanya menunggu Dyah dan Fathan yang belum datang.
"Sayang mari duduk sama mami" kata mami Atika, tersenyum melihat Dyah dan Fathan datang, melihat adiknya akan duduk dia menahannya.
" Terima kasih nyonya kami makan di belakang saja " kata Dyah, membuat yang mendengarnya terkejut.
" Sayang apa maksudmu kamu itu" ucapan Azka terhenti oleh papi Ammar, melihat Dyah ketakutan.
" Maaf tuan apa saya buat kesalahan, saya hanya seorang pengasuh jangan pecat saya " kata Dyah, dengan gemetaran Azka mengusap wajahnya secara kasar dan meninggalkan ruang makan.
Aquira hanya menatap sedih ke arah Dyah karena bundanya menanggap dirinya pengasuh, papi Ammar memanggil bibi Sumi untuk menenangkan Dyah.
Setelah Dyah dan bibi Sumi pergi mami Atika mengajak Fathan bicara dan Fathan menceritakan apa yang ditanyakan oleh Dyah padanya.
" Papi gimana nih Dyah hanya tahu kalau dia itu" ucapan mami Atika terhenti tak sanggup untuk melanjutkan bicara.
Papi Ammar meminta Fathan makan sarapannya dan setelah itu Aquira dan Fathan berangkat ke sekolah.
Dyah bersama pelayan lainnya makan bersama awalnya bibi Sumi dan bibi Ina sudah membujuk Dyah makan bersama lainnya, tapi saat Dyah mengatakan kenapa dia harus makan bersama tuan dan nyonya bukannya dia juga pekerja disini terpaksa mereka membiarkan Dyah makan bersama.
__ADS_1
Perusahaan Alexanders Group.
Perasaan Azka sangat kacau kejadian tadi pagi membuatnya fokus dalam pekerjaan saat ini dia sedang mengadakan rapat dengan karyawan, manajer personalia baru saja menjelaskan hasil kinerja pada Azka tapi Azka hanya melamun.
" Tuan muda baik saja" kata Akbar, khawatir dengan keadaan Azka.Azka menghela nafasnya.
" Akbar urus semuanya aku keluar" kata Azka, meninggalkan ruang rapat menuju ruangannya, Akbar melanjutkan rapat yang ditinggal oleh Azka.
Ruang Azka.
Azka berdiri di dekat jendela menatap jalanan banyak mobil dan orang yang berjalan kaki.
" Sayang sampai kapan kamu seperti ini aku sangat merindukanmu tak hanya aku anak-anak juga, sikembar sejak lahir belum pernah mendapatkan kasih sayangmu" guman Azka, dengan air mata jatuh di wajahnya.
Dia menghirup udara untuk menenangkan dirinya, dia akan terus berusaha agar Dyah kembali mengingat dan mereka dapat bahagia bersama keluarga kecilnya.
Universitas A.
Mengingat kehamilannya semakin besar Gracya mengajukan cuti karena dia sudah sering merasa kelelahan dan Akbar juga memintanya untuk cuti.
" Semoga kelahirannya selamat dan kamu sehat" kata karyawan administrasi. Gracya tersenyum mendengarnya tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih.
Gracya menghubungi taksi online dia ingin menemui Dyah, kedatangan Gracya bertepatan dengan Aquira dan Fathan pulang sekolah.
" Aunty ingin menemui bunda, aunty tolong buat bunda ingat kami lagi" kata Aquira, dengan sedihnya. Gracya mengelus pipi Ira dan mengajak masuk.
" Assalamualaikum " kata Gracya dan lainnya.
" Waalaikumsalam" ucap Dyah, memegang sapu. Mereka terkejut melihat Dyah memegang sapu yang biasanya di kerjakan oleh bibi.
" Kakak" kata Fathan, Dyah tersenyum. " Fathan kakak sudah menyiapkan makanan untukmu di dapur, nona silahkan masuk saya membantu bibi Ina membersihkan rumah" kata Dyah, tersenyum melanjutkan pekerjaannya membersihkan lantai.
" Aunty" kata Aquira, dengan sendunya tak ingin melihat kesedihan Ira Gracya mengajaknya masuk ke kamar.
__ADS_1
Fathan hanya diam setelah mengetahuinya semua barangnya sudah di pindahkan ke kamar lamanya ketika mereka baru datang.
" Fathan kakak sudah mencari barang kakak di kamarmu kok tidak ada, tidak baik untuk kita tinggal di kamar yang bagus" kata Dyah, setelah Fathan ke sekolah Dyah segera memindahkan barang adiknya ke kamar lamanya tapi saat mencari barangnya kok tak ada.
Dyah sudah mengatakan pada bibi Sumi tapi hanya diam, ternyata pembicaraan Dyah terdengar oleh mami Atika ketika dia ke dapur.
" Dyah, Fathan" panggil mami Atika. " Maaf nyonya adik saya telah tinggal di kamar atas, saya sudah memindahkannya ke kamar pembantu saya harap nyonya jangan marah.Tapi kenapa barang saya tak ada? " Dyah.
Mami Atika hanya diam. " Kamu temani cucu saya saya biar bibi Sumi yang mengurusnya" kata mami Atika.
" Baik nyonya" kata Dyah, segera menemui sikembar dia mendengar tangisan.
" Nyonya gimana nih tak mungkin kami " ucapan bibi Sumi.
" Kita tak punya pilihan lain bi, sebaiknya kita turuti saja biar saya yang bicara pada Azka" kata mami Atika, dengan terpaksa bibi Sumi dan bibi Ina memindahkan barang Dyah dari kamar Azka ke kamar bawah.
" Azka semoga tidak marah dengan semua ini" kata mami Atika, menatap lemari yang sudah sepi dan hanya milik Azka yang ada.
Dyah membawa susu untuk si kembar saat membuka pintu terlihat Gracya dan Aquira menemani si kembar.
Oek oek Diaz dan Dika menangis seakan mereka tahu kalau yang datang adalah bunda mereka.
" Maaf nona saya bawa susu untuk Diaz dan Dika" kata Dyah, saat Aquira dan Gracya melihatnya.
" Aduh ternyata tuan muda kecil sedang haus ya tenang mbak bawa susu untuk kalian" kata Dyah, memberi sikembar minum Dyah menepuk ringan punggung putra kembarnya seketika mereka tidur.
" Ira ayo ikut aunty keluar beri waktu bunda bersama adik kembar" kata Gracya, Aquira menanggukan kepalanya.
Dyah memandang Diaz dan Dika entah kenapa hatinya merasa berdebar tapi tak tahu kenapa dia merasakan hal ini, setelah memastikan mereka tidur Dyah meninggalkan kamar.
Azka memutuskan pulang larut dia takkan sanggup melihat Dyah melupakan dirinya, ketika dia bertemu dengan Dyah takkan tahan untuk memeluknya dan dia tak ingin Dyah marah.
Saat masuk ke kamar entah kenapa dia merasa ada perubahan dalam kamarnya dan ketika membuka lemarinya dia terkejut melihat isi lemarinya.
__ADS_1
" Dimana pakaian istrinya dan barang lainnya"