
Akbar telah tiba di kediaman keluarga Alexanders setelah mendapat panggilan dari Azka dia segera ke kediaman keluarga Alexanders.
Dyah bersama pelayan lainnya menyiapkan perlengkapan mereka piknik, bibi Sumi dan bibi Ina sibuk menyiapkan makanan dan minuman.
Aquira dan Fathan bermain bersama mereka memainkan puzzle yang di berikan oleh tuan Ammar.
Akbar melihat keanehan pada bosnya menatap Dyah dengan intens yang sedang merapikan karpet.
" Tuan, anda baik-saja dari tadi saya melihat anda menatap nona Dyah dengan serius" kata Akbar. Azka menghela nafasnya secara kasar dia menatap Akbar.
Azka pun menceritakan semuanya yang terjadi antara dirinya dan Dyah di ruang tengah, Akbar menanggukan kepalanya dan paham dengan persoalannya.
" Tuan ijinkan saya bicara menurutku tuan harus meminta maaf padanya karena tuan akan sering bertemu apalagi menengai nona kecil, maaf tuan" kata Akbar kemudian menemui tuan Ammar.
Azka mengusap wajahnya secara kasar mencoba mendekati Dyah dan bicara.
" Dyah tolong ambil aku minuman"kata Azka sudah di dekat Dyah, Dyah tak menatapnya.
__ADS_1
" Bibi tolong buatkan tuan muda minuman Dyah ingin membawakan minuman dan kue ini ke nona dan Fathan" kata Dyah, membawa minuman ke Aquira dan Fathan asyk bermain.
" Tuan apa perlu saya buatkan kopi? " bibi Sumi yang tak tahu harus bagaimana, Azka menanggukan kepalanya dan duduk di dekat orangtuanya.
Mami Atika dan papi Ammar menahan tawanya melihat Dyah mengacuhkan putranya yang dingin.
" Papi mami tidak mimpikan putra kita yang biasanya dikerumum oleh wanita, tapi sekarang seorang Dyah mengacuhkan putraku ini dia wanita lain dari yang lainnya. Azka berjuanglah memperoleh maaf darinya" kata mami Atika mengelus punggung putranya.
Azka menatap Dyah yang tak jauh darinya asyik bermain dan bercanda.
" Kalian berdua cukup mainannya ayo minum dan makan dulu" kata Dyah. " Tapi bunda ini lagi seru" kata Aquira yang tak mau berhenti bermain.
" Loh Dyah kenapa di bawa kembali makanannya? " Bibi Ina. " Bi tolong bawa makanan dan minuman ke nona Ira, Dyah akan membantu bibi Sumi di sini" kata Dyah mengambil alih pekerjaan bibi Ina.
Bibi Sumi dan bibi Ina saling memandang, Bibi Ina mengantarkannya ke nona Aquira setelah bibi Sumi menanggukan kepalanya.
Mami Atika merasa heran dimana Dyah dan kenapa bibi Ina yang membawa makanan untuk cucunya, padahal Dyah ada bersama cucunya tadi.
__ADS_1
" Bi Ina kenapa kamu yang memberikan makanan pada mereka bukankah tadi Dyah ada disana sekarang ada dimana dia? " mami Atika.
Bibi Ina diam memang dia tidak tahu yang terjadi pada Dyah.
" Maaf nyonya saya hanya di minta oleh Dyah untuk mengantarkan ini untuk nona kecil" kata bibi Ina meletakan makanan di atas meja.
" Maaf nyonya sepertinya Fathan tahu" kata Fathan. " Bicaralah nak" kata mami Atika.
" Tadi kakak meminta nona Ira untuk berhenti bermain agar bisa makan, tapi nona nggk mau dan kakak pergi begitu saja" kata Fathan, mengambil makanannya di berikan oleh bibi Ina.
Mami menanggukan kepalanya sambil tersenyum sambil melirik sang putra sedangkan Azka asyik minum kopi.
" Anak dan papi sama saja membuat orang kesal" kata mami Atika, papi Ammar dan Akbar menahan tawanya, Azka tidak ada reaksi.
" Hiks, hiks bibi jadi bunda marah ya sama Ira karena Ira nggk mau makan" kata Aquira, airmatanya sudah mengalir.
" Sekarang cucu oma ini bagaimana caranya untuk membujuk bundanya agar tak marah lagi?" mami Atika melihat cucunya menghapus air matanya.
__ADS_1
Aquira memikirkan cara untuk membujuk Dyah agar tak marah lagi dengan tangan mungilnya berada di keningnya.