
" Mas"
Azka yang sedang fokus bekerja terkejut mendengar suara istrinya.
" Sayang kenapa kemari? " Azka berdiri dan mendekat pada Dyah. Dyah tersenyum langsung memeluknya. Akbar pamit karena tidak mau menanggu mereka.
Azka mengajak istrinya duduk agar tidak kelelahan sebelum pergi Akbar meletakan makanan di atas meja.
" Mas Dyah menbawa makanan siang untuk mas, Dyah juga membaginya pada karyawan lainnya. Dedek ingin makan bersama papi dan Dyah juga merasa bosan papi dan mami pergi ke seminar" kata Dyah.
Azka menghela nafasnya mengelus rambut istrinya. " Lain kali jangan berbuat seperti ini lagi sayang mas tak ingin kamu kelelahan dalam keadaanmu saat ini, apalagi kata dokter harus istirahat total" kata Azka, Dyah menanggukan kepalanya, Dyah merasa menyesal karena tak mendengar kata suaminya.
" Sepertinya ini sangat enak sayang, kamu tak ingin menyiapkan untuk mas" kata Azka. Dyah tersenyum segera menyiapkan makanan untuk Azka.
Azka menikmati makanan yang telah di siapkan oleh Dyah, saat menikmati makanan Azka menghentikannya karena sang istri begitu menikmati rujak ada senyum di wajahnya.
" Sayang kenapa nggk makan nasi tapi malah makan rujak nanti perutnya sakit" kata Azka yang melihat istrinya begitu menikmatinya.
Dyah tersenyum dengan ngecesan. " Ini sangat enak mas" kata Dyah, mengelus perutnya sambil tersenyum.
Setelah makan Azka mengantar istrinya ke kamar yang ada di ruangannya ia tak ingin istrinya merasa lelah karena menemaninya bekerja, Azka menemani istrinya sebentar ia sangat menyukai aroma tubuh Dyah yang membuatnya candu.
Tring
Terdengar pesan dari HP Azka melihat istrinya masih tertidur ia melihat ada pesan di HP ternyata ada pesan dari Akbar yang memberitahu kalau rapat sebentar lagi akan di mulai, Azka mencium kening istrinya dengan lembut agar tidak terganggu.
" Sayang mas pergi dulu" kata Azka, tidak lupa merapikan selimut istrinya. Azka pergi ke kamar mandi yang berada di ruangannya untuk membersihkan dirinya.
Ruang rapat
Azka bersama Akbar juga sekretaris sudah berada di ruang rapat semua pegawai memberi hormat ketika Azka masuk.
Azka mendengar mereka menyampaikan laporan mereka, berbeda dengan Dyah yang bangun dari tidurnya dan rasa lelahnya sudah tak terasa, Dyah melihat ke samping tidak menemukan Azka di sampingnya.
__ADS_1
" Sayang papi dimana mami ingin makan sop buntut" guman Dyah, mengelus perutnya yang masih rata dan matanya merah.
Dyah sangat ingin makan sop buntut tapi batrai HPnya mati membuatnya semakin sedih.
" Huhu Mas Dyah ingin makan sop buntut tapi mas tak ada, hiks hiks" Dyah bersenggukan.
Kembali ke ruang rapat Azka tidak mendengarkan laporan yang di sampaikan oleh tiap manager bagian, entah kenapa dia memikirkan Dyah di ruangannya, Akbar melihat bosnya yang sejak tadi gelisah.
" Tuan muda baik saja apa perlu saya memanggil dokter" bisik Akbar.
" Akbar, kamu bisa mengurus ini aku harus melihatnya" kata Azka, meninggalkan ruang rapat tanpa pamit ia sangat mengkhawatirkan Dyah yang sendirian di ruangannya. Akbar melanjutkan rapat yang ditinggalkan oleh Azka.
Azka segera ke ruangannya membuka pintu dan terkejut melihat Dyah menangis dengan gemetaran juga menutup wajahnya dengan tangannya.
" Sayang ada apa?. Apakah ada yang sakit" kata Azka, berjongkok dan memegang tangan Dyah. Dyah menatap suaminya dengan wajah yang sembab Azka menghapus air mata yang mengalir di wajah istrinya,ia merasa sakit saat melihat Dyah seperti ini.
" Mas Dyah ingin makan sop buntut tapi mas tak ada" kata Dyah, dengan suara yang serak. Azka tersenyum.
" Mas Dyah minta maaf karena menanggu mas pasti sibuk hiks hiks" kata Dyah.
" Sayang dengarkan mas kamu dan anak kita lebih penting, jadi kamu jangan khawatir ada Akbar yang mengurusnya " kata Azka, Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya.
" Mas" Dyah menghentikan Azka menghubungi ob.
" Sayang bukannya ingin sop buntut mas akan minta ob untuk membelikannya" kata Azka, tapi Dyah menggelengkan kepalanya.
" Mas Dyah tak ingin orang lain yang membelinya, Dyah ingin membelinya langsung di tempat dan makan di sana pasti seru" kata Dyah, dengan bahagianya. Azka mencium kening istrinya dan tersenyum.
Azka menghubungi Akbar kalau dia akan keluar dan meminta mengurus perusahaan. Azka mengajak Dyah keluar semua karyawan memberi hormat pada mereka.
Azka dengan dinginnya dan Dyah menyapa mereka dengan senyuman.
" Beruntung pak bos memiliki istri seperti nona Dyah ia sangat baik dan cantik" kata karyawan dan diangguk oleh lainnya. Dyah dan Azka hanya melewati mereka meski mendengar apa yang mereka katakan.
__ADS_1
Mereka sudah sampai di restoran Azka memesan sop buntut yang di minta oleh Dyah dan steeak untuknya, Azka tersenyum bahagia melihat Dyah begitu menikmati makanannya.
Setelah makan Azka mengantar Dyah pulang saat tiba di rumah mereka di sambut oleh Aquira yang sejak pulang sekolah menunggu Dyah.
" Bunda darimana Aquira mencari bunda sejak tadi" kata Aquira, Dyah mengelus rambut putrinya sambil tersenyum.
" Sayang biar bunda duduk dulu, bunda lelah sayang" kata Azka, Aquira menanggukan kepalanya dan memegang tangan Dyah mengajaknya duduk di sofa.
" Azka menantu mami tidak apakan? " mami Atika, mengkhawatirkan menantunya.
" Dyah tidak apa mam tadi dia makan sop buntut langsung di tempatnya, mami tolong jaga istrinya Azka tadi dia hanya istirahat sebentar. Azka harus kembali ke kantor" kata Azka. Mami Atika menanggukan kepalanya.
" Sayang mas kembali ke kantor dulu ingat kamu harus istirahat tak boleh kemana lagi, sayang jaga bunda dan adik ya" kata Azka, mencium kening putrinya. Aquira menanggukan kepalanya Dyah mencium tangab suaminya tak lupa Azka pamit pada mami Atika.
Azka mengendarai mobil kembali ke perusahaan.
" Mami dimana Fathan? " Dyah, tidak melihat adiknya.
" Fathan ada kegiatan sekolah nak" kata mami Atika.
" Ya bunda tadi Aquira mengajak nenek menjemput om Fathan, tapi malah latihan bunda" kata Aquira, menaiki bahunya.
" Sayang Fathan ada kegiatan karate di sekolahnya katanya ingin menjaga kakaknya" kata mami Atika, memegang tangan Dyah yang telihat sedih.
Mami Atika mengajak Dyah istirahat di kamar ia tak ingin menantunya lelah dan mengajak Aquira menemaninya, Aquira sangat merasa bahagia karena menemani bundanya.
Setelah memastikan Dyah istirahat mami Atika memutuskan memasak untuk makanan malam di temani oleh bibi Ina, karena mami Atika meminta bibi Sumi dan supir menjemput Fathan di sekolah.
Di sekolah
Fathan baru saja selesai dengan kegiatannya dan langsung mengajak bibi Sumi pulang. Azka sudah sampai di perusahaan dan memanggil Akbar untuk ke ruangannya.
Akbar menyampaikan hasil rapat tadi pada Azka, Azka membacanya dan meminta Akbar kembali ke ruangannya.
__ADS_1