CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 172


__ADS_3

Dyah sedang berada di danau yang indah di sana terlihat angsa sekitar danau tak hanya itu juga dikelilingi oleh banyaknya bunga hingga tercium wangi dari bunga, Dyah tersenyum bahagia merasa tenang berada di sana.


Dyah berdiri dan mengambil salah satu bunga di dekatnya kemudian jalan mengikuti arah, Dyah melihat cahaya di balik pintu dia mengikuti cahaya tersebut.


Saat Dyah akan melangkahkan kakinya masuk kesan tangannya di pegang oleh dua anak kecil yang berjenis laki-laki.


" Bunda ndk boleh ke sana" kata salah satu anak kecil tersebut, salah satunya menarik Dyah agar menjauh dari sana Dyah menatap intens pada keduanya entah kenapa dia merasa senang melihat kedua anak kecil yang sedang memegang dirinya.


Dyah melihat keduanya ada rasa yang aneh dirasakannya.


" Bunda"


Dyah merasa heran kenapa mereka memanggilnya dengan kata bunda dan kenapa mereka ada disini dimana orangtuanya? " Dyah dalam hatinya.


Dyah tersenyum dan duduk agar sejajar dengan anak kembar di hadapannya.


" Kalian ke sini bersama siapa? " Dyah, anak kembar memeluk Dyah.


" Bunda ayo kita pulang kakak dan papi sudah menunggu" kata anak kecil dengan gemesnya Dyah tersenyum melihat kelucuan mereka.


Dyah hanya melihat tangannya di tarik oleh mereka entah kenapa tak ada penolakan dari Dyah, mereka melewati pintu yang bercahaya.


Tinnnnn


Tanpa di ketahui oleh orang Dyah membuka matanya melihat kamar yang asing baginya. dia melihat tangannya diinfus.


" Sepertinya aku di rumah sakit" guman Dyah, merasakan sakit di kepalanya.


" Sayang" kata Azka, terkejut sekaligus bahagia melihat istri kecintanya sudah sadar dari koma selama tiga bulan dan sekarang sudah sadar.


Azka baru saja keluar dari kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan ketika keluar terkejut melihat Dyah sudah membuka matanya, kebahagiaan yang dirasakan oleh Azka tak dapat di bendung lagi dia langsung memeluk istrinya.


Dyah merasakan pelukan dari orang tapi dia hanya diam tanpa membalasnya Azka mencium seluruh wajah istrinya dan menunjukan betapa bahagianya dia melihat Dyah sadar.


Kamar sebelah Aquira dan Fathan baru saja selesai makan makanan yang dibawa oleh mami Atika.


" Nenek ayo kita ke tempat bunda, bunda pastu sudah bangun dan mencari Ira" kata Aquira, menghabiskan minumannya.

__ADS_1


Mami Atika menatap Fathan yang menanggukan kepalanya akhirnya mami Atika mengajak mereka kamar sebelah, ketika keluar mereka bertemu papi Ammar yang baru saja menghubungi Akbar.


" Kalian ingin ke ruang Dyah? " papi Ammar.


" Ya kakek kami ingin ke tempat bunda Ira tak sabar lagi bertemu bunda dan adik kembar" kata Aquira, semangat membuat lainnya tersenyum.


Akhirnya mereka menuju kamar sebelah saat membuka mata mereka heran melihat Azka menangis histeris dan Dyah telah membuka mata tapi tak menatap lurus tanpa memandang Azka, mami Atika menatap papi Ammar ada apa ini sebenarnya kenapa suasana tegang.


" Bunda sudah bangun Ira senang" kata Aquira, dengan bahagianya memeluk Dyah, Dyah hanya menatap Ira.


" Bunda" kata Aquira, dengan lirihnya menatap Dyah dengan air mata yang jatuh.


" Anak kecil siapa namanya " kata Dyah, mami Atika dan papi Ammar terkejut mendengarnya kalau Dyah tak mengenal Aquira.


" Hiks hiks hiks bunda, bunda ini Aquira kenapa bunda nggk mengenal Ira" kata Aquira, melepas pelukan dari Dyah beralih memeluk Azka.


" Papi bunda kenapa?. Bunda nggk sayang Ira lagi hiks hiks hiks" kata Aquira, Azka menghapus air mata di pipinya dan mencium putrinya.


" Azka" panggil papi Ammar, Azka hanya menggelengkan kepalanya.


" Fathan" panggil Dyah, tersenyum melihat adiknya berdiri tak jauh darinya.


" Fathan kenapa kakak ada di rumah sakit dan mereka siapa? " Dyah, Fathan hanya memeluk kakaknya itu tanpa suara karena dia tak tahu ada apa dengan Dyah.


" Papi panggil dokter " kata mami Atika, papi Ammar keluar dari kamar memanggil dokter.


Akbar dan Gracya datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan mereka juga ingin menjenguk Dyah.


" Mas ada apa ini? " Gracya, melihat papi Ammar dan dokter ke kamar rawat Dyah dengan tergesa-gesa.


" Ayo mas kita ke sana mungkin terjadi sesuatu" Gracya mengkhawatirkan keadaan Dyah, mereka menuju ruang Dyah menunda pemeriksaan Gracya.


" Tante ada apa ini? " Gracya, pada mami Atika, mami Atika menggelengkan kepalanya.


" Tuan muda" kata Akbar, melihat Azka melamun.


"Akbar Dyah sudah sadar, tapi" Azka tak sanggup untuk melanjutkan bicaranya.

__ADS_1


Dokter melakukan pemeriksaan pada Dyah dari segala aspek.


Cleck pintu terbuka melihat dokter keluar mereka langsung bertanya.


" Dokter? " papi Ammar, dengan was was takutnya yang dia rasa nggk benar.


"Tuan muda sepertinya pasien mengalami Amnesia yang disebabkan peristiwa yang baru saja dia alami dan dia ingin melupakan itu semua" kata Dokter.


Mami Atika menangis dalam pelukan suaminya yang juga merasa sedih mendengar kalau menantu mereka mengalami lupa ingatan.


" Mas kenapa ini harus terjadi pada Dyah kasihan anak-anaknya mas " kata Gracya, menangis dalam pelukan Akbar.


" Sayang tenangkan dirimu kasihan anak kita dalam kandunganmu" kata Akbar, menenangkan istrinya.


Azka hanya tersenyum membuat lainnya terkejut.


"Tuan muda" kata Akbar, itu adalah senyuman yang menyakitkan.


" Hahaha. Mami, papi lihat apa yang dia lakukan padaku, apa karena aku terlambat menyelamatkannya hingga dia menghukum kami seperti ini. Papi cukup aku yang dia hukum kenapa harus anak-anakku yang juga mengalaminya sekarang bundanya melupakan kami" kata Azka, histeris mengacak rambutnya.


Orangtuanya dan lainnya hanya bisa diam karena tak tahu apa yang harus dilakukan dokter sudah pamit.


Oek oek oek


Sikembar menangis seakan tahu kalau bundanya melupakan mereka Dyah yang sedang tidur bangun mendengar suara tangisan, Dyah melihat ke sampingnya melihat boks bayi di sampingnya.


" Bayi siapa itu" kata Dyah, mencoba untuk berdiri karena dia baru saja sembuh tenaganya belum pulih hampir saja terjatuh jika Azka tak memegangnya.


" Maaf tuan saya mendengar tangisan bayi tapi mereka itu siapa? " Dyah, Azka mencoba tersenyum walau menyakitan baginya.


Mami Atika mencoba menenangkan cucu kembarnya dengan memberinya susu.


" Tuan apa mereka itu anakmu? " Dyah, Azka tersenyum dan menanggukan kepalanya sambil membantu Dyah kembali ke brankarnya.


" kamu mau melihatnya" kata mami Atika, mencoba memperkenalkan cucu kembarnya pada Dyah, Dyah mengucapkan terima lasih dan kembali memenjamkan matanya.


Gracya dan Akbar pamit karena waktu untuk memeriksa kandungannya sudah waktunya, Azka meminta mami Atika membawa Aquira dan Fathan pulang apa lagi mengingat keadaan Dyah sekarang ini. Sikembar juga di bawa pulang karena sudah lama mereka menginap di rumah sakit dan keadaan mereka sudah sehat sepenuhnya.

__ADS_1


Azka hanya ingin berdua dengan Dyah fia masih berharap nantinya istrinya akan mengingat dirinya.


__ADS_2