
Hari ini adalah pernikahan Prisia dengan Farel soal lamaran antara Akbar dengan Gracya diadakan setelahnya karena permintaan Gracya ingin menghadiri pernikahan Farel dan Prisia, beruntung Akbar mengerti keinginan kekasihnya.
Di kediaman keluarga Alexanders.
Dyah dan Azka bersiap menghadiri pernikahan Prisia dengan Farel, awalnya Azka tak mengizinkan istrinya datang tapi melihat istrinya sedih dan tidak mau bicara dengannya selama tiga jam membuat Azka tak kuat.
Dengan banyak peraturan yang harus di patuhi oleh Dyah demi keselamatannya, salah satunya Dyah tak boleh banyak berdiri atau bergerak.
Azka mengajak Aquira dan Fathan supaya bisa menemani Dyah tepatnya agar tidak berkeliaran kemana saja.
" Mas ayo cepat nanti kita terlambat" kata Dyah.
Azka tersenyum melihat penampilan istrinya terlihat anggun.
" Sayang apa kita tak perlu pergi mas tak rela para pria di luar sana melihatmu" kata Azka, memeluk Dyah hingga mereka saling berhadapan.
" Mas jangan macam-macam kita harus pergi sekarang Ira dan Fathan pasti sudah menunggu kita" kata Dyah, memukul dada suaminya.
" Sayang mas hanya macam denganmu saja" kata Azka, tersenyum. Dyah menjadi malu setelah pelukannya lepas Dyah keluar dari kamar Azka hanya tersenyum dan mengikuti langkah istrinya.
Ruang tengah
Aquira dan Fathan sudah cantik dan ganteng Aquira dengan gaun warna pink terlihat seperti princess sedangkan Fathan dengan stelan jas yang sesuai dengan umurnya terlihat gagah.
Mami Atika dan papi Ammar tidak ikut mereka tak ingin menanggu pasti Dyah sangat ingin berbicara dengan teman satu kampusnya.
" Om, nenek kakek. Bunda dan papi lama nanti Ira tak cantik lagi" kata Aquira, sudah merasa bosan menunggu Dyah dan Azka yang belum juga turun.
" Ira bersabarlah kak Dyah kan sedang hamil pasti lama bersiap" kata Fathan.
" Oh ya perut bunda kan ada adek nanti bunda kecapean kalau tidak hati-hati" kata Aquira, mulai mengerti, mami Atika dan papi Ammar hanya tersenyum melihatnya.
" Asyik Bunda dan papi keluar dari kamar " kata Aquira, senang melihat Dyah dan Azka datang.
__ADS_1
" Kalian lihat putri kalian sejak tadi menangakan kalian yang belum juga datang" kata mami Atika.
" Maaf sayang bunda lama putri bunda terlihat cantik " kata Dyah, mencium kening Aquira, Aquira menjadi malu.
" Fathan duduk di samping kakak ya biar Aquira duduk di belakang bersama kak Dyah" kata Azka, memuji ketampanan yang dimiliki oleh adik iparnya, Fathan menanggukan kepalanya.
Gracya dan Akbar sudah datang ke kedi as man keluarga Alexanders mereka janji pergi bersama dengan Dyah dan lainnya, kemudian mereka pamit pada orangtua Azka.
" Azka jaga istrimu jika merasa lelah segeralah pulang jangan menunggu acara selesai" kata papi Ammar, mengkhawatirkan keadaan kandungan menantunya.
" Yang dikatakan papi benar jika kamu merasa lelah cepatlah pulang " kata mami Atika, memegang tangan menantunya. Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya.
Akhirnya Azka lebih berangkat bersama supir karena Aquira ingin duduk bersama Gracya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sampai di pesta pernikahan Farel dan Prisia yang dilaksanakan salah satu hotel.
Pesta pernikahan Farel dan Prisia termasuk sederhana mereka hanya mengundang teman satu campus dan keluarga, walau sederhana tetap terlihat elegan.
Para undangan bersorak melihat Azka Abbiya Alexanders datang ke pernikahan Farel dan Prisia, siapa tang tidak mengenalnya seorang pengusaha nomor satu di negaranya.
" Dyah beruntung ya bisa menikah dengan tuan Azka, tapi kabarnya dia cuti dari kampus karena apa ya? " salah satu mahasiswi.
" Tapi lihat anak kecil antara mereka terlihat cantik dan tampan" puji mahasiswi wanita memuji Aquira dan Fathan.
Azka dan Akbar menanggapi mereka dengan dingin berbeda dengan Dyah juga Gracya tersenyum.
" Dyah ayo kita duduk di sana tak baik untukmu jika berdiri terlalu lama" kata Gracya, mengajak mereka duduk ia merasa malas menanggapi bisikan para undangan.
" Bunda Ira boleh ya makan es krim" kata Aquira, melihat ada es krim di samping.
" Nanti ya sayang kita makan dulu tadi putri bunda ini belum makan" kata Dyah, Aquira memajukan bibirnya Dyah tersenyum.
Azka mengajak Akbar mengambil makanan untuk pasangannya termasuk Aquira dan Fathan, Fathan tahu pasti Azka kesulitan makanya dia mengikuti Azka dan Akbar mengambil makanan.
" Dyah adikmu sudah dewasa dia mulai mengerti dengan keadaan sekitarnya" kata Gracya, melihat Fathan membantu Azka membawa makanan untuk Ira.
__ADS_1
" Tapi aku sedih karena dia masih kecil untuk menjadi dewasa" kata Dyah, mengingat adiknya. Gracya memegang tangan Dyah sambil senyum.
" Terimakasih om " kata Aquira, senyum katena Fathan membawa makanan untuknya sedangkan Fathan hanya menanggukan kepalanya.
" Sayang ini makanannya atau mau mas suapi" kata Azka, menggoda istrinya.
" Mas malu" sahut Dyah, dan wajahnya sudah malu. Gracya dan Akbar hanya menikmati makanannya.
Saat mereka sedang menikmati makan ada dua orang mahasiswi dengan penampilan **** mereka mengenal Azka karena orangtuanya bekerja sama dengan perusahaan Alexanders, mereka berusaha mendekati Azka agar dapat membantu perusahaan ayah mereka.
" Halo tuan Azka kenal saya Masayu putri Santoso, perusahaan ayah saya menjalin kerja sama dengan perusahaan tuan" kata Masayu, mendekati tubuhnya pada Azka.
" Halo tuan Akbar kita bertemu lagi kita pernah bertemu saat tuan metting bersama ayah sata di restoran X, tapi kita belum sempat saling berkenalan kenal saya Tiara putri Doni" kata Tiara, mengulurkan tangannya tapi baik Azka dan Akbar hanya mengacuhkan mereka.
Masayu dan Tiara menjadi emosi melihat Azka dan Akbar bersikap romantis pada Dyah dan Gracya, tapi mereka tidak mau menyerah begitu saja.
" Halo Dyah dan Gracya aku tak melihat ada kalian di sini" kata Masayu, senyum sinis diangguk oleh Tiara dengan sombongnya.
Gracya dan Dyah hanya tersenyum pada mereka tidak merespon mereka.
" Dyah kabarnya kamu cuti kuliah kalau boleh kami tahu karena apa? " Tiara.
" Aku yang meminta istriku untuk cuti ada masalah bagi kalian" kata Azka, dengan dinginnya tak melihat ke arah mereka.
" Tuan Azka kami hanya ingin tahu saja anda jangan marah " kata Masayu, mencoba untuk menyentuh Azka membuat Dyah sedih karena suaminya di rayu di hadapannya.
" Ayo kita beri selamat pada pengantin" kata Azka, mengajak mereka memberi selamat pada kedua pengantin tepatnya Azka tidak mau melihat istrinya bertambah sedih.
Gracya juga malas menanggap mereka dan mengikuti langkah Dyah bersama lainnya.
Setelah mengucap selamat pada Farel dan Prisia mereka segera meninggalkan acara.
Azka menjadi emosi melihat istrinya menatap ke arah luar dan air matanya keluar.
" Mereka itu bicaranya sembarangan saja tanpa memikirkan perasaan orang, jika bukan acara kak Prisia sudah ku pukul mereka" kata Gracya, kesal dengan ulah Masayu dan Tiara, Akbar tersenyum dan mengelus rambut Gracya.
__ADS_1
Azka mengirim pesan pada Akbar untuk mengurus perusahaan orangtua Masayu dan Tiara dia takkan mengampuni siapa saja yang melukai istrinya.