CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 176


__ADS_3

Tiga tahun kemudian


Sudah tiga tahun Dyah meninggalkan kediaman keluarga Alexanders dan keadaan telah berubah tak ada kebahagiaan lagi. kebahagiaan itu pergi mengikuti Dyah dan Fathan meninggalkan kediaman keluarga Akexanders.


Azka menjadi semakin dingin dan kejam tak ada yang berani menyentuhnya dan menanggu dirinya jika ada yang membuatnya tersinggung orang tersebut hanya tinggal nama, Azka hanya tersenyum melihat ketiga anaknya, sejak Dyah pergi Aquira menjadi pendiam dia sering menangis tiap malam hanya pada Diaz dan Dika dia tersenyum.


Mami Atika dan papi Ammar hanya bisa menahan kesedihan mereka melihat keadaan putra dan ketiga cucunya yang seperti ini mereka masih berharap Dyah akan kembali, Diaz dan Dika telah berusia tiga tahun mereka sangat aktif dan memiliki sifat dingin yang dimiliki oleh papi Azka.


Selama tiga tahun ini Diaz dan Dika dirawat oleh mami Atika dan Aquira, Aquira tak ingin adik kembarnya di asuh oleh pengasuh karena dia tahu bundanya akan kembali, tapi sekarang Aquira telah kelas tiga SD Azka pun menyewa pengasuh untuk membantu mami Atika merawat sikembar.


Gracya sudah melahirkan seorang putra yang bernama Agra Yudhistira buah cintanya bersama Akbar, usia Agra juga tiga tahun hanya berbeda beberapa bulan dengan sikembar. Gracya telah lulus kuliah dengan mendapatkan gelar S1 bisnis dan dia membantu Akbar dengan menjadi sekretaris suaminya.


Agra dan sikembar bersahabat seperti Dyah dan Gracya, Gracya menginginkan persahabatan mereka tidak terputus walaupun Dyah pergi.


" Nenek" teriak Diaz, berlarian menuju mami Atika di ruang tengah bersama papi Ammar menikmati acara di televisi.


" Diaz, kenapa kamu berlarian seperti itu" kata mami Atika, takut jika cucunya jatuh.


Diaz tersenyum lucu membuat papi Ammar dan mami Atika menggelengkan kepalanya melihat tingkah cucunya.


" Nyonya maaf " kata pengasuh, dengan nafas yang bersengal mengikuti Diaz yang berlarian.


" Bibi sebenarnya ada apa in?" mami Atika, pengasuh menggelengkan kepalanya mami Atika menatap cucunya meminta penjelasan.


" Dika nek dia menyembunyikan foto bunda padahal dia juga memilikinya" kata Diaz, yang kesal pada saudara kembarnya.


" Ayo kita ke kamar nenek akan bertanya pada Dika" kata mami Atika, menaiki tangga menuju kamar cucu kembarnya.

__ADS_1


Kamar sikembar berada diantara kamar Azka dan Aquira sudah tiga tahun terakhir mami Atika dan papi Ammar pindah kamar di lantai bawah, mereka tidak kuat lagi menaiki tangga makanya mereka memutuskan pindah kamar.


Mereka memasuki kamar sikembar yang dipenuhi nuansa gelap karena mereka sama menyukai warna hitam dan hanya ada warna biru antara warna hitam tidak mengurangi nuansa awal, mami Atika dan papi Ammar sering meminta kedua cucunya mengganti warna yang cerah tapi mereka menolak keras.


Seakan nuansa gelap yang terasa mengeluarkan perasaan mereka setelah kepergian Dyah.


" Dika" panggil papi Ammar, melihat cucunya duduk di kasur dengan wajah datar.


" kakek ini foto bunda milik Diaz, foto bunda milik Dika hilang " kata Dika, sedih karena tak sengaja dia menghilangkan foto Dyah yang biasa tersimpan di bawah bantalnya.


Mami Atika dan papi Ammar tersenyum menahan kesedihannya Diaz memeluk saudara kembarnya sambil menatap foto bunda yang tudak pernah mereka jumpa.


" Nek, kek bunda ada dimana?. kenapa bunda nggk tinggal bersama kita apa karena bubda tak menginginkan kita makanya bunda pergi" kata Dika, sedih memandang foto Dyah yang tersenyum.


Mami Atika menangis langsung memeluk cucunya. " Nggak sayang bubda kalian sangat mencintai kalian berdua selama kalian dalam kandungan bunda kalian sering mengucapkan syukur karena kalian hadir " kata mami Atika, menggelengkan kepalanya dan menghapus air mata cucu kembarnya.


Melihat suasana sedih pengasuh keluar membiarkan mereka bertiga dalam kamar.


Akhirnya papi Ammar menceritakan semuanya dari kejadian Dyah diculik saat kehamilannya dan koma sampai mengalami amnesia sampai kepergiannya.


Diaz dan Dika menangis dalam pelukan nenek dan kakeknya mereka saling menatap seakan merencanakan sesuatu, setelah memastikan cucu kembarnya tenang mami Atika dan papi Ammar keluar tidak lupa mengingatkan keluar saat makan siang.


" Dika, kita harus mencari bunda, Diaz ingin bunda tinggal bersama kita dan papi juga kakak Ira tak lagi sedih tiap malamnya" kata Diaz, mereka sering mengintip mereka sedih tiap malamnya di kamarnya.


" Tapi kita harus mencari kemana? " Ucap Dika, terpotong melihat Aquira datang.


" Adik kakak kok belum turun nanti sakit ayo turun nenek dan kakek sudah menunggu" kata Aquira.

__ADS_1


" Kakak, kakak sudah pulang" kata Diaz, tersenyum bahagia melihat Aquira pulang. gadis kecil sudah tumbuh menjadi cantik dan rambut panjang walau usianya baru delapan tahun dan kelas tiga SD.


Aquira, menggandeng tangan adiknya turun tangga menuju ruang makan mami Atika dan papi Ammar tersenyum melihat ketiganya datang.


Pengasuh ingin menyiapkan makanan untuk ketiganya tapi Aquira menolak dan dia ingin mengambilnya sendiri, entah kenapa dia tak menyukai pengasuh adiknya tidak seperti Dyah.


Meyriska gadis berusiah dua puluh lima tahun sudah dua tahun ini menjadi pengasuh untuk sikembar dan Aquira tidak menyukainya sejak awal dia bekerja sebagai pengasuh.


" Dika kita harus mencari bunda dan om Fathan" kata Diaz, mereka sudah berada di kamarnya selesai makan mereka langsung masuk ke kamar.


" Tapi kita harus mencari kemana papi tak membolehkan kita keluar" kata Dika, kesal karena Azka melarang mereka keluar kecuali bersama keluarga.


Perusahaan Alexanders.


Sekretaris Azka telah berhenti sejak tiga tahun karena dia menikah dan suaminya mengajaknya pindah ke kota lain, maka Azka mencari sekretaris baru untuk mengatur pekerjaannya.


Vega Fenanti adalah sekretaris baru Azka semenjak tiga tahun ini sudah puluhan sekretaris yang bekerja dengannya, tapi tak ada yang bertahan lama karena sifat yang dimiliki oleh Azka sejak kepergian Dyah.


Vega Fenanti satu-satunya yang bekerja dengan Azka selama tiga bulan ini karena dia menyukai sosok Azka dan dia berharap dapat memiliki Azka.


Gracya sangat menyukai Vega apalagi saat dia memandang Azka penuh dengan nafsu seperti saat ini.


Azka, Akbar, Gracya dan Vega berada di ruang kerja Azka mereka membahas berkas yang akan dipresentasikan dengan klien dari Amerika, Azka ingin membuka usaha baru di sana dan mencari bahan baku yang hanya dimiliki oleh perusahaan tersebut.


" Dasar genit beraninya dia menatap suami orang apa dia tidak melihat foto sebesar sana apa" guman Gracya, menatap kesal pada Vega yang berani menatap Azka dengan nafsu, Akbar mendengar guman istrinya dan memintanya untuk diam.


Azka sebenarnya tahu kalau Vega menatapnya dengan nafsu tapi selama tidak menanggunya dia hanya diam.

__ADS_1


__ADS_2