CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 99


__ADS_3

Mereka berkumpul di ruang rawat Aquira, Azka duduk di samping orangtuanya sambil memperhatikan Dyah mengelus rambut putrinya dan memegang tangannya, Fathan berdiri di samping kakaknya.


Terukir senyuman di wajah Azka melihat Dyah begitu menyayangi putrinya.


" Dyah, dimana kamu tinggal sekarang agar Ira bisa tiap hari ke rumahmu? " Azka, pertanyaan Azka membuat suasana sedikit tegang.


Dyah menatap Azka dan melirik ke arah mami Atika, dia tak berani untuk mengatakannya.


" Jika kamu tak ingin katakan tidak apa sekarang kita fokus pada Ira dulu" kata Azka, mereka merasa lega karena Azka tidak bertanya lebih lanjut lagi, tanpa mereka sadari Azka tahu kalau Dyah melirik maminya dia akan bertanya pada mami Atika nanti.


" Ira ini bunda sayang ayo bangun nanti kita bermain bersama lagi" kata Dyah, mengusap pipi Aquira.


" Ya nona nanti kita bermain bersama lagi, nona saya ada permainan baru nona pasti menyukainya" kata Fathan, Dyah tersenyum melihat adiknya.


Karena hari sudah siang mami Atika dan papi Ammar pamit pulang.


" Azka nanti mami minta bi Ina menyiapkan pakaian ganti untukmu, mami dan papi pulang dulu besok kami kesini lagi" kata mami Atika, Azka menanggukan kepalanya. Mereka tidak lupa pamit pada Dyah.

__ADS_1


Fathan duduk di samping Azka mengeluarkan buku dari tasnya Azka tersenyum hanya memperhatikan anak laki di sampingnya mengerjakan tugasnya. Azka melihat jamnya ternyata sudah waktunya makan siang.


Azka menghubungi Akbar untuk membawakannya 3 kotak makanan.


" Tuan muda sebaiknya istirahat saja biar Fathan dan kakak yang menemani nona, jika kak Akbar sudah datang nanti Fathan bangunkan tuan muda" kata Fathan, fokus mengerjakan tugasnya.


Azka tersenyum mengelus rambut Fathan dan memenjamkan matanya dia memang rasa lelah.


" Ira bangunlah sayang disini banyak yang menyayangimu, nak. Apalagi papimu sayang kasihani dia sayang bunda sangat menyayangimu" kata Dyah, melihat Fathan mengerjakan tugasnya dan Azka yang sedang istirahat.


Akbar yang sudah membeli beberapa makanan kemudian menuju ke rumah sakit dia juga membawa berkas yang diperiksa oleh Azka.


Akbar membuka pintu terlihat Azka dan Dyah tertidur sedangkan Fathan mengerjakan tugasnya.


" Fathan" panggil Akbar. Fathan menengok dan tersenyum melihat Akbar.


" Kak Akbar" kata Fathan, Akbar tersenyum meletakan makanannya di atas meja.

__ADS_1


" Fathan sebaiknya makan dulu" kata Akbar, Fathan menanggukan kepalanya, dia mendekati Dyah dan membangunkannya tidak lupa menyimpan buku di dalam tas.


" Kak bangun kak Akbar sudah bawa makanan" kata Fathan. Dyah bangun dan menanggukan kepalanya.


Azka juga bangun setelah di bangunkan Akbar kemudian mereka menikmati makanannya, setelah makan Dyah merapikan meja dan membuang sampah makanannya.


" Tuan kami pamit dulu" kata Dyah, melihat hari sudah sore.


" Akbar yang akan mengantar kalian" kata Azka.


" Tidak perlu tuan muda sepertinya tuan Akbar ada keperluan, kalau begitu kami pergi dulu tuan muda" kata Dyah, mengajak adiknya pulang tidak lupa dia mencium kening Ira.


Setelah kepergian Dyah dan Fathan mereka membahas pekerjaan.


" Tuan muda ini ada berkas yang harus di periksa dan tanda tangan" kata Akbar, memberi berkas ysng dia bawa pada Azka.


Azka membaca berkas setelah memastikan tidak ada kesalahan Azka tanda tangan dan beri pada Akbar. Orang suruhan papi Ammar sudah datang ke rumah sakit membawa pakaian ganti untuk putranya.

__ADS_1


__ADS_2