CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 120


__ADS_3

Butik


Dyah dan Gracya sudah sampai di butik di sambut oleh pegawai butik.


" Selamat datang nona mari masuk" kata pegawai. " Mbak tante Atika sudah datan" kata Gracya.


" Sudah mbak beliau menunggu bersama ibu di dalam " kata pegawai butik.


Gracya menarik tangan Dyah tak sabar lagi melihat sahabatnya memakai gaun pernikahan.


" Assalammualaikum" ucap Dyah dan Gracya, mami atika dan ibu sedang memilih desain tersenyum melihat l kedua temannya.


Dyah dan Gracya tersenyum dan mencuim tangan keduanya.


" Jeng ayo tunjukan gaunnya aku tak sabar lagi melihat calon menantuku mencoba gaun pernikahan" kata mami Atika, dengan semangat.


Ibu Gracya tersenyum dan memanggil pegawainya untuk membawakan gaun pengantin untuk Dyah.


" Ibu, tante biar Gracya yang menemani Dyah ke ruang ganti pakaian" kata Gracya, mereka menanggukan kepalanya, dengan tak sabarnya Gracya menarik Dyah ke ruang ganti.


Saat Dyah dan Gracya berada di ruang ganti masuklah dua pria tampan yang menyita perhatian pegawai di sana, mereka memuji ketampanan keduanya tapi yang dipuji hanya mengacuhkannya menuju ke tempat mami Atika.


" Mam" kata Azka, mami Atika tersenyum melihat putranya sudah datang. Azka melihat sekitar seakan mencari sesuatu dan dilihat oleh mami Atika.


" Dyah di ruang ganti, nak" kata mami Atika, tersenyum Azka menangggukan kepalanya.


Taklama pegawai datang memberitahu kalau Dyah sudah selesai dengan mencoba gaun pengantin, Gracya keluar duluan dan berdiri di samping ibunya.


" Nak dimana calon pengantinya lihat tuan Azka sudah menunggu" kata ibu, awalnya Gracya tidak mengetahui kalau Azka dan Akbar sudah berada dibutik, ketika ibunya bilang ada Azka dia terkejut melihat Akbar di samping Azka.


Gracya tersenyum menanggukan kepalanya memanggil pegawai butik untuk membawa Dyah keluar .


Terdengar suara kaki melangkah semua mata tertuju pada sosok gadis yang terlihat cantik dengan gaun pernikahan walau tanpa ada riasan make up di wajah Dyah, bahkan Azka tidak berkedip matanya dan berpaling darinya.


Mami Atika dan lainnya tersenyum melihat tingkah Azka yang tidak berpaling dari wajah gadis dicintainya.


" Nak bagaimana calon istrimu?" mami Atika pada putranya.

__ADS_1


" Cantik" kata Azka, semua orang menahan tawanya, perkataan Azka membuat Dyah tersipu malu.


Azka mendekati Dyah menatapnya secara intens sambil tersenyum.


" Sayang, kamu cantik hingga aku segera membawamu ke KUA" kata Azka, Dyah yang malu mencubit perut Azka, Azka tersenyum melihat malunya calon itrinya.


" Kalian berdua sampai kapan saling tersenyum Azka ayo sekarang giliranmu" kata mami Atika menyerahkan stelan jas yang cocok untuk gaunnya Dyah. Dyah kembali ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.


Akbar yang melihat Gracya melamun mendekatinya ." Taklama kita akan memakai pakaian seperti mereka" kata Akbar.


Gracya yang merasa terkejut mendengar perkataan Akbar tidak menyadari kalau ibu Gracya dan mami Atika mendengarnya sambil tersenyum.


" Apa maksudny?" Gracya, menatap Akbar, tapi Akbar hanya tersenyum membuat Gracya kesal.Dyah sudah kembali dari ruang ganti dan duduk di samping mami Atika.


Azka yang sudah berpakaian keluar dari ruangan ganti dan mendekati keluarganya.


" Wah aku tak menyangka kalau putraku tampan pasti semua para gadis patah hati karena putraku akan menikah" kata mami Atika, tersenyum, Azka tetap dengan dinginnya.


Semua mata tertuju pada Dyah yang menatap ke arah Dyah yang sedang melamun, Gracya tersenyum dan menyenggol lengan Dyah.


Dyah sadar dari lamunannya hingga menundukan kepalanya karena ketahuan memandang Azka dengan tatapan penuh cinta, setelah menemukan pakaian yang pas untuk mereka pamit pada ibu Gracya karena harus mengurus yang lainnya.


" Sayang mas kembali ke kantor dulu nsnti jika urusan sudah selesai pulanglah bersama mami ke rumah" kata Azka, mengelus pipi Dyah.


Dyah tersenyum menanggukan kepalanya dan mencium tangan Azka, Azka mencium kening Dyah dan memeluk mami Atika.


Mami Atika dan Dyah pergi hotel milik keluarga Alexanders untuk melihat aula yang add kan di gunakan untuk pernikahan, mereka diantar oleh supir menuju hotel.


Setiba di hotel mereka di sambut oleh manager dan karyawan hotel, mereka sudah tahu kalau istri pemilik hotel akan datang makanya mereka sudah menunggu di lantai 1.


" Selamat siang nyonya, nona kami telah menungggu kalian silahkan" kata manager mengajak mereka ke aula.


Mami Atika melihat aula yang akan menjadikan pernikahan putranya dan Dyah, mami Atika memperhatikan orang yang mulai melakukan pekerjaannya.


" Sayang gimana pendapatmu kalau kamu tidak menyukai hiasan ini lamu bisa mengatakannya dan mereka akan segera merubahnya sesuai dengan yang kamu inginkan" kata mami Atika.


" Nggk mi ini sangat bagus dan Dyah suka" kata Dyah, mami Atika, tersenyum dan mengelus rambut Dyah.

__ADS_1


" Tolong berikan beberapa bunga disana" kata mami Atika, menunjukkan sudut ruangan.


" Baik nyonya saya akan lakukan" kata manager.


Hari semakin sore dan urusan pernikahan Azka dan Dyah hampir selesai mami Atika mengajak Dyah pulang dan Azka pasti akan pulang sebentar lagi, sebelum pulang mami Atika menghubungi pihak pembuatan undangan untuk mempercepat pembuatannya.


Perusahaan Alexanders


Azka sedang memeriksa laporan yang diberikan oleh sekretarisnya ia ingin pekerjaannya selesai katena esok ia akan cuti sebelum pernikahannya. ia tidak ingin urusan kantor menanggu bulan madunya bersama Dyah.


Tok, tok, tok.


" Masuk" kata Azka, tanpa memperhatikan siapa yang masuk ke ruangannya.


" Tuan muda ini ada beberapa berkas yang harus anda tandatangani karena esok harus di presentasikan bersama klien" kata sekretaris.


Azka memintanya meletakan di mejanya kemudian sekretaris pamit kembali ke ruanganya.


" Sepertinya aku akan pulang terlambat, aku akan mengabarinya" kata Azka melihat jam ternyata sudah sore. Azka menghubungi Dyah mengatakan dia akan pulang terlambat hari ini.


Mami Atika dan Dyah baru saja tiba di kediaman keluarga Alexanders dan duduk di ruang tengah.


" Mami sudah mendapatkan pakaian yang cocok untuk mereka? " papi Ammar.


" Sudah pi kami tadi juga melihat aula di hotel untuk pernikahan mereka, sayang mulai besok cutilah dari kampus agar waktu hari H tidak kelelahan" kata mami Atika, memegang tangan Dyah.


' Ya mi Dyah akan mengajukan cuti di kampus esok dan urusan restoran akan di urus lainnya" kata Dyah.


" Papi dimana anak itu dia meminta kita untuk pulang setelah urusan kita selesai?" mami Atika, sebelum papi Ammar bicara terdengar suara pesan di HP Dyah.


Tin


Dyah mengambil HP di dalam tas dan membaca pesan dari Azka.


" Mi, pi mas Azka menghubungi katanya akan pulang terlambat" kata Dyah.


" Dasar anak ini kita minta segera pulang dia malah sibuk" kata mami Atika, dengan kesal.

__ADS_1


Bibi menghampiri mereka dan menyatakan kalau makan malam sudah siap.


__ADS_2