
Hari sudah menunjukan pukul 5 sore semua karyawan perusahaan Alexanders satu persatu meninggalkan kantor begitu pula dengan Azka bersiap untuk pulang, entah kenapa dia tak sabar menemui mami Atika.
" Anda sudah siap untuk pulang, tuan" kata Akbar baru masuk ke ruangan Azka. Azka menanggukan kepalanya kemudian mereka menuju kediaman keluarga Alexanders.
Kediaman keluarga Alexanders.
Fathan sedang mengerjakan tugas sekolahnya sedangkan Aquira bersama omanya, hingha Dyah bisa menemani adiknya belajar di kamarnya.
" Fathan jika ada kesulitan katakan pada kakak nanti kak bantu" kata Dyah fokus pada membaca novel.
" Ya kak jika Fathan mengalami kesulitan pasti meminta bantuan pada kakak" kata Fathan, Dyah menanggukan kepalanya.
" Fathan" panggil Dyah. " Ya kak" kata Fathan. " Nggak nanti saja kakak bilangnya selesaikanlah tugasmu dulu" kata Dyah, Fathan menanggukan kepalanya.
Setelah selesai mengerjakan tugasnya Fathan memasukan kembali pada tasnya dan merapikan mejanya, kemudian mendekati kakaknya .
__ADS_1
" Kak bicaralah jangan kak anggap Fathan anak kecil lagi. Fathan sudah bisa menjaga kakak" kata Fathan, Dyah menanggukan kepalanya adiknya sudah pandai dalam ilmu bela diri karena disekolah memiliki kegiatan ilmu bela diri dan Fathan dengan mudahnya memperlajarinya.
Dyah mengelus rambut adiknya. " Fatjan kakak ingin melanjutkan pendidikan kakak di universitas" kata Dyah.
" Benarkah kak Fathan senang sekali karena kakak mau sekolah lagi" kata Fathan. " Terus kapan kakak mulai sekolahnya? " Fathan dengan semangatnya.
" Kakak akan mendaftar kuliah tahun depan apalagi gaji yang selama ini kakak simpan sudah cukup, rencananya kakak akan meminta izin pada nyonya dulu" kata Dyah, Fathan menanggukan kepalanya.
Diluar Azka sudah sampai di kediaman keluarga Alexanders disambut oleh pelayan, Azka mencari keberadaan maminya tapi tak terlihatan.
" Kenapa Ira bersama mami dan dimana Dyah, kenapa tidak dia menemani Ira bermain" kata Azka, jika maminya bersama putrinya pasti sulit untuk bicara dengan mami Atika.
" Itu nona kecil yang mau tuan muda dan Dyah menemani adiknya belajar" sahut bi Ina. Azka menanggukan kepalanya kemudian menuju ke kamarnya, bibi Sumi dan bibi Ina saling memandang.
Ketika melewati kamar orangtuanya ternyata pintu terbuka sedikit hingga Azka bisa melihat dari luar.
__ADS_1
" Mami bisa kita bicara sebentar" kata Azka terlihat putrinya tertidur, mami Atika menanggukan kepalanya merapikan selimut cucunya dan keluar menemui putranya.
" Mami ayo ke ruang kerja " kata Azka, mami Atika melihat putranya dengan keheranan tapi mengikuti putrnya.
Papi Ammar fokus membaca laporan dari orang kepercayaannya, papi Ammar hanya melirik putra dan istrinya masuk.
" Sekarang katakanlah pada mami hingga kamu membawa mami ke sini" kata mami Atika melihat kegelisahan putranya.
" Mami Azka ingin meminta maaf pada Dyah soal kemaren, mami tahu sendirikan putriku itu selalu bersamanya hingga tak ada kesempatan untuk meminta maaf, jadi Azka meminta mami menjauhkan Ira dari Dyah beberapa jam saja" kata Azka.
" Papi, apa benar ini putra kita yang dingin itu hingga meminta bantuan mami hanya untuk meminta maaf pada seseorang " kata mami Atika, p as pi Ammar hanya tersenyum.
" Mami, Azka yang salah mi sampai dia takut jika ada Azka bersama kalian dan ini tak baik untuk kita apalagi Aquira" bujuk Azka.
" Baiklah mami akan mencari caranya walau sulit soal putrimu menjauhinya dari Dyah" kata mami Atika. Azka tersenyum orangtuanya saling memandang dan melirik sang putra.
__ADS_1