
Sudah beberapa hari Axka selalu mencoba mengajak Dyah berbicara tapi selalu ada halangan seperti saat ini semua anggota keluarga sudah berada di ruang tengah, Azka baru saja pulang dari kantor menyempatkan ke arah dapur dia melihat Dyah sendirian sedangenyiapkan susu untuk Aquira.
" Dia pasti sedang membuat susu untuk Ira" guman Azka. " Dyah " panggil Azka. Dyah terkejut melihat Azka di depannya karena terlalu fokus hingga tak menyadari ada yang datang.
" Iya tuan muda, ada yang bisa saya bantu" kataDyah dengan gugup, Azka tersenyum tipis melihat kegugupan Dyah terlihat lucu baginya.
" Dyah aku" ucapan Azka terpotong karena putrinya datang sambil berlarian.
" Bunda kenapa lama sekali Ira sudah lama menunggunya " kata Aquira dengan cemberutnya, Dyah tersenyum dan melirik Azka.
" Maaf sayang ini bunda buat susu untuk Ira" kaya Dyah. " Papi ayo kiya ketempat oma dan opa acaranya sudah mau dimulai Ira ingin menonton bersama papi " kata Ira tak sabar menonton acara kesukaannya.
Azka tersenyum dan menanggukan kepalanya dia memegang tangan putrinya menuju ruang tengah sedangkan Dyah mengikutinya dari belakang.
" Oma, opa papi sudah datang ayo buka acaranya Ira tak sabar, bunda duduk di samping papi ya" kata Aquira, mereka terkejut yang diucapkan oleh nona kecil keluarga Alexanders.
" Ah, nona bunda duduk di dekat kak Fathan saja " kata Dyah duduk di samping adiknya yang juga di ajak oleh Aquira, mami Atika dan papi Ammar menahan senyumannya sedangkan Azka tetap dengan dingin walau dalam hatinya merasa hangat mendengar ucapkan sang putri.
__ADS_1
" Sepertinya aku harus menunggu lagi" guman Azka.
Dalam acara yang mereka nonton seorang sahabat minta maaf pada sahabatnya yang lagi marahan padanya karena tidak menempati janjinya.
Disana terlihat seorang sahabat mengajak sahabatnya berbicara hanya berdua agar tidak ada yang menanggu, seorang mengakui kesalahannya terhadap sahabatnya.
Hari sudah malam dan acara sudah selesai Azka dan lainnya menuju ke kamarnya masing-masing, Aquira tidur bersama Azka atas permintaan Azka.
Perusahaan Alexanders.
Azka berdiri di dekat jendela memikirkan acara semalam yang dia tonton.
Akbar masuk begitu saja karena tak ada sahutan dari dalam.
" Tuan" panggil Akbar, tapi Azka tidak meresponnya membuat Akbar khawatir. Akbar menepuk punggung Azka.
" Tuan anda baik-baik saja" kata Akbar, Azka sadar dari pemikirannya.
__ADS_1
" Akbar duduklah aku ingin bicara sesuatu" kata Azka, meminta Akbar duduk di sofa.
sudah lima menit Azka belum bicara juga membuat Akbar semakin khawatir.
" Tuan, jika anda belum siap cerita saya bisa menunggu" kata Akbar mengetahui bahwa bosnya ini sedang memikirkan sesuatu.
" Akbar saya sudah berusaha meminta maaf padanya tapi selalu ada halangan, keadaan ini membuat saya kepikiran" kata Azka meminjit keningnya.
" Tuan kenapa anda tidak mengajaknya bicara berdua di ruang kerja anda" saran Akbar. " Itu takkan berhasil kamu sendirian tahukan Aquira selalu ada di sampingnya" kata Azka.
Akbar menanggukan kepalanya benar nona Aquira selalu berdekatan dengan Dyah.
" Tuan gimana anda ajak nona Dyah berbicara di luar saya kira itu cara terbaik untuk meminta maaf, anda bisa berbicara tanpa ada gangguan" kata Akbar.
Azka menanggukan kepalanya tapi bagaimana cara mengajak Dyah berbicara berdua di luar.
" Tuan apa ada yang ingin anda bicarakan lagi" kata Akbar, Azka masih terlihat bingung.
__ADS_1
" Bagaimana cara mengajaknya keluar? " Azka. " Tuan sepertinya anda harus meminta bantuan nyonya" kata Akbar, pamit menuju ruangannya.
Azka memikirkan perkataan Akbar, dia melanjutkan pekerjaannya karena nanti akan bicara pada mami Atika.