
Setelah mengetahui kalau Dyah dan Azka akan menikah Aquira tak pernah melepaskan tangannya dari tangan Dyah, kemana saja Dyah melangkah Aquira selalu mengikutinya sampai Azka dicuekin.
Saat ini Dyah menemani Aquira tidur di kamarnya sambil menceritakan cerita dan Fathan ada di sampingnya sedang membaca buku.
Kret
Pintu terbuka oleh Azka terlihat Dyah sedang menidurkan putrinya, dia lebih ke tempat Fathan.
" Fathan" kata Azka. Fathan tersenyum dan menutup bukunya.
"Ya tuan muda" kata Fathan, dengan hormat. Azka tersenyum mengelus rambut Fathan.
" Mulai hari ini kamu jangan memanggil saya tuan muda lagi tapi kakak" kata Azka. Fathan menatap Azka yang tersenyum dan melihat kakaknya yang menanggukan kepalanya sambil tersenyum.
" Selamat malam Kak Azka" kata Fathan, dengan senyuman, kemudian Azka meminta Fathan keluar karena bibi Sumi telah menunggu karena dia yang akan mengantarnya pulang.
Setelah memastikan Ira tertidur nyenyak Dyah menyelimutinya dan mencium keningnya Azka tersenyum melihat calon istrinya menyayangi putrinya.
" Mau kemana? " Azka, memegang tangan Dyah ketika akan keluar dari kamar Aquira, Azka menariknya hingga Dyah berada di pelukannya.
" Saya mau keluar tuan muda bibi Sumi dan Fathan pasti sudah menunggu saya" kata Dyah. tertunduk malu. Azka tersenyum memegang dagu Dyah.
" Sekarang giliran kakaknya aku kasih pengertian jangan panggil aku tuan muda, aku ini calon suamimu bukan bosmu" kata Azka, menatap kedua mata Dyah.
Dyah merasa malu sampai bersemu merah." Mas Azka" kata Dyah, dengan malunya. Azka tersenyum.
" Aku menyukainya" ucap Azka, memegang dagu Dyah dan mengangkat wajahnya ke atas.
Dyah tekejut Azka menciumnya awalnya Dyah menolaknya tapi Azka menciumnya begitu lembut membuat Dyah diam, Azka tersenyum dan dia melanjut ciumannya Dyah yang merasa terbuai membalas ciuman mereka sampai nafas mereka habis.
Azka tersenyum melihat Dyah malu atas ciuman mereka, tak ingin Dyah merasa malu Azka mengajaknya turun.
Ruang tengah
Mereka sedang menunggu Azka dan Dyah turun dari lantai dua.
" Papi mereka kenapa lama sekali? " mami Atika, papi Ammar tersenyum.
" Mungkin nona Ira tak menguzinkan Dyah turun, nyonya" kata bibi Sumi.
" Masa begitu sih Ira belum tidur juga ini pasti karena anak itu melakukan sesuatu" kata mami Atika, dengan kesal. Papi Ammar dan bibi Sumi tersenyum melihat kekesalan mami Atika.
__ADS_1
" Nyonya tuan itu mereka turun" kata bibi Sumi, mereka melihat Azka dan Dyah turun tangga tapi ada apa dengan keduanya Azka tersenyum manis sedangkan Dyah tersipu malu.
Mami Atika melihat hal itu semakin kesal pada putranya dia segera menghampiri mereka.
" Apa yang kamu lakukan pada menantu mami, Azka? " mami Atika, memperhatikan wajah Dyah dia terkejut melihat bibir Dyah bengkak.
Puk
" Aw mami kenapa memukulku" kata Azka, mami Atika memukulnya dengan bantal yang dia bawa.
Mami menarik Dyah ke sampingnya Azka hanya bisa menghela nafasnya.
" Jawab dulu pertanyaan mami Azka" kata maki Atika.
" Pertanyaan mami yang mana? " Azka.
" Anak ini kenapa bibir menantu mami bisa seperti ini" kata mami Atika, menatap tajam ke arah putranya.
Dyah merasa malu dengan pertanyaan mami Atika. " Mami tak pernah muda saja, ayo sayang aku akan mengantarkanmu pulang" kata Azka, menarik Dyah.
" Azka mami belum selesai, Azka jangan melakukan hal yang aneh sebelum kalian menikah, uh dasar anak ini"kata mami Atika, semakin kesal pada putranya.
" Papi mau ngapain? " mami Atika, menatap tajam ke arah suaminya.
" Sekarang giliran papi yang mami pukul" bisik papi Ammar, mami Atika tersenyum mereka masuk ke dalam kamar.
Mobil Azka
Selama perjalanan tak ada suara yang terdengar hanya alunan musik terdengar, Dyah melihat arah jendela memperhatikan jalan pada malam hari karena dia masih malu atas kejadian tadi, Azka hanya meliriknya sambil senyum dan kembali fokus mengendalikan mobilnya.
Dyah sangat merasa malu hingga tak mampu melihat Azka tepat di sampingnya, karena detak jantungnya berdetak sangat kencang.
Fathan sudah tertidur di samping bibi Sumi karena dia kelelah memberi kejutan untuk Ira dan bermain bersama.
" Kalian turunlah biar Fathan aku yang menggendongnya ke dalam" kata Azka, melihat Fathan tertidur dengan nyenyaknya.
Bibi Sumi membuka pintu untuk memudahkan mereka masuk Dyah menunggu Azka menggendong Fathan dan menutup pintu mobil.
Azka menggendong Fathan dan membawanya ke kamarnya di lantai dua sekali-kali Azka memperhatikan rumah mami Atika yang diberikan pada Dyah.
Dyah membuka pintu kamar adiknya yang bertepatan sebelah dengan kamar tidurnya, dengan hati-hati Azka membaringkan Fathan ke atas kasur tidak lupa Dyah menyelimutinya kemudian mereka keluar dari kamar.
__ADS_1
Dyah terkejut ketika Azka menariknya hingga dia berada di hadapan Azka.
" Aku sudah tahu kamar Fathan sekarang aku ingin tahu di mana kamarmu? " Azka, menatap dalam Dyah.
Dyah tersenyum malu dan menggelengkan. " Sebaiknya mas pulang sekarang karena besok akan bekerja" kata Dyah, menatapnya dengan senyum.
Azka tersenyum dan mengelus pipi Dyah. " Besok aku akan mengantarkanmu ke kampus sebelum ke kantor" kata Azka, mengelus pipi Dyah dan Dyah menanggukan kepalanya.
Dyah mengantar Azka keluar sebelum pergi Azka mencium kening Dyah, Azka masul ke mobil melajukan mobil menuju kediaman keluarga Alexanders.
Dyah tersenyum dan masuk ke kamarnya tidak mengunci pintu rumahnya, Dyah memenjamkan matanya dengan senyuman bahagia.
Terdengar suara adzan mengkumandang Dyah bangun segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan melaksanakan sholat subuh di kamarnya.
Kemudian dia menuju kamar adiknya untuk membangunkannya Dyah tersenyum melihat Fathan baru saja selesai sholat, Dyah meminta adiknya untuk bersiap ke sekolah dan dia memasukan buku sekolah adiknya ke dalam tas.
" Kalian sudah bersiap ayo makan dulu sebelum berangkat" kata bibi Sumi, menghidangkan nasi goreng untuk sarapan pagi.
Tok, tok, tok
" Dyah makan saja biar bibi yang membuka pintunya" kata bibi Sumi, melihat Dyah belum menghabiskan sarapannya.
"Assalamualaikum" ucap Azka.
" Waalaikum salam, silahkan masuk tuan Dyah belum selesai sarapannya" kata bibj Sumi.
" Mas Azka" kata Dyah, terkejut melihat Azka sudah datang ke rumahnya pagi-pagi.
Azka mencium keningnya membuat Dyah malu karena ada bibi Sumi.
" Mas datang ke sini pagi-pagi untuk mengantar mereka" kata Azka.
" Siapa mas" kata Dyah, dengan bingungnya.
" Mas membawa mereka" kata Azka. Dyah dan bibi Sumi melihat ada 3 orang di hadapan mereka, Dyah menatap Azka minta penjelasan.
" Ini bibi Sari membantu bibi Sumi untuk membersihkan rumah dan mereka penjaga juga supir" kata Azka.
" Tapi mas" kata Dyah, memegang tangan Azka. " Sayang mas lakukan ini supaya kalian aman dan bibi Sumi ada yang bisa membantunya" kata Azka, Dyah memikirkannya dan menanggukan kepalanya.
Setelah mengurus semua Azka mengantar Dyah dan Fathan ke tujuan masing-masing.
__ADS_1