
Sudah tiga bulan berlalu Dyah belum juga sadar dari komanya seakan dia betah dengan tidur panjangnya, anak kembarnya keadaannya sudah stabil dan membaik baru dua hari yang lalu mereka di perbolehkan pulang Azka dan lainnya merasa bersyukur keadaan sikembar cepat membaik.
Azka telah memberi nama pada sikembar bayi pertama di beri nama Diaz putra Alexanders dan bayi kedua diberi nama Dika putra Alexanders, Azka beri nama pada kedua putranya diambil dari namanya dan Dyah, selama tiga bulan terakhir ini Azka merawat sendiri putra kembarnya tanpa bantuan orang lain dia tak ingin ada orang lain yan mengambil kesempatan dan menyakiti mereka.
Mami Atika sudah menawar untuk merawat mereka tapi Azka menolak keras dia berkeras merawat anaknya sendiri, maka Azka mengambil satu kamar VVIP yang tidak jauh dari ruang ICU dimana Dyah di rawat dia ingin Dyah merasakan anak mereka ada disekitarnya.
Aquira dan Fathan juga menginap di rumah sakit mereka tidak ingin meninggalkan Dyah makanya Azka menyiapkan ruangan yang nyaman untuk mereka, pihak rumah sakit tak ada yang keberatan karena rumah sakit tersebut adalah milik keluarga Alexanders.
Mami Atika hanya meminta bibi Ina untuk menjaga mereka di rumah sakit siapa tahu membutuhkan tenaganya Aquira dan Fathan juga berangkat sekolah dari rumah sakit, kandungan Gracya sudah membesar tapi dia masih sering ke rumah sakit untuk melihat keadaan sahabat dan anak kembarnya.
Urusan kantor diurus oleh papi Ammar dan Akbar karena Azka tidak ke perusahaan selama Dyah di rumah sakit, Azka hanya sekali ke kantor kalau ada rapat atau urusan yang tidak bisa di wakili oleh papi Ammar itu pun tidak berlama dia langsung ke rumah sakit setelah urusannya sekolah.
Beruntung pihak Universitas A mengerti dengan keadaan Dyah mereka bersedia memberi cuti panjang pada Dyah lagi setelah Gracya yang mengurusnya, Prisia sudah melahirkan seorang putri kemaren bersama suaminya menjenguk Dyah dan pamit karena mereka akan ke luar negeri dimana perusahaan keluarga Farel membutuhkannya.
Setelah diberi kesempatan oleh Azka orangtua Selly menepati janjinya untuk tidak lagi datang ke kota, mereka fokus menjalani bisnis hingga berkembang untuk melepas rindu pada Selly mereka mengapdopsi anak yatim dan sekarang mereka bahagia.
Oek oek oek, terdengar si kembar menangis Azka keluar dari kamar mandi mendengar tangisan putra kembarnya.
" Putra papi sudah bangun sepertinya kalian pup" kata Azka, tersenyum pada mereka putra kembarnya membuka mata dan memainkan kakinya. Azka tersenyum saat dia memeriksa celananya karena basah dengan telaten dia mengganti popok putra kembarnya.
" Sekarang Diaz sudah bersih sekarang giliran Dika" kata Azka, memberikan susu pada Diaz karena giliran Dika yang dia urus.
" papi adik kenapa? " Aquira, masuk bersama bibi Ina dia baru saja pulang sekolah.
__ADS_1
" Tuan muda maaf saya baru pulang" kata bibi Ina, merasa tak enak melihat Azka membersihkan kotoran putra kembarnya.
" Tidak apa bi saya sudah biasa, putri papi sudah pulang adik tadi pup sayang sekarang Ira membersihkan diri dulu ya baru bermain bersama adik" kata Azka, Aquira menanggukan kepalanya sejak Dyah koma Aquira sudah biasa mengurus dirinya sendiri kecuali hal yang sulit dikerjakan sendiri.
Azka meminta bibi membeli makan siang untuk mereka karena sudah waktunya dan dia ingin ke tempat Dyah, bibi Ina segera ke kantin memberi makanan.
Saat kembali dari kantin bibi Ina bertemu dengan Akbar yang ingin menyerahkan berkas pada azka.
" Tuan muda ini berkas yang harus anda periksa, tuan besar yang akan meninjak lokasi " kata Akbar, menyerahkan berkas pada Azka. Akbar hanya menatap melihat penampilan Azka yang tidak rapi seperti sebelumnya kumis dan jenggot sudah tumbuh tanpa dia bersihkan.
Azka memeriksa berkas sambil makan makanan di beli oleh bibi Ina Fathan sudah pulang semenit yang lalu, bibi Ina membantu Aquira dan Fathan menyiapkan makanan.
" Akbar ini sudah saya tanda tangani sekarang pergilah saya mau ke ruangan Dyah" kata Azka, memberikan berkas pada Akbar.
Saat tiba di depan ruang ICU Azka terkejut melihat dokter keluar dimana istrinya berada.
" Dokter" panggil Azka, dokter tersenyum. " Keadaan pasien sudah stabil walau belum sadar, pasien akan dipindahkan ke ruang rawat tuan muda ajaklah pasien bicara itu akan membuatnya cepat pulih karena dia masih bisa mendengar kita" kata dokter.
Azka tersenyum bahagia mendengarnya dan minta istrinya di bawa di ruang VIIP dokter menanggukan kepalanya meminta suster menyiapkan kamar VVIP, Azka juga minta kamar Dyah sebelah kamar anak - anaknya.
Mami Atika dan papi Ammar datang ke rumah sakit menjenguk menantu dan cucu mereka, mereka juga membawa perlengkapan mereka.
" Papi bukannya itu Azka mau kemana?. Papi mami kok khawatir" kata mami Atika melihat Azka membawa Dyah keluar dari ruang ICU.
__ADS_1
" Kita kesana mi siapa tahu ini kabar baik" kata papi Ammar, mami Atika menanggukan kepalanya dan berdoa semoga ini berita yang baik.
" Azka, ada apa ini Dyah tidak kenapa kan"?. mami Atika khawatir melihat menantunya yang masih betah dengan tidurnya.
Azka memberitahu pada orangtuanya kalau Dyah sudah di perbolehkan pindah ke ruang rawat walau Dyah masih koma tapi keadaannya stabil, orangtua Azka merasa bahagia mendengar kalau Dyah tidak lagi di rawat ruang ICU.
Aquira dan Fathan berlarian mendekati Azka dan memeluk mami Atika dan papi Ammar Gracya tersenyum melihat Dyah sudah dipindahkan, dengan hati-hati dokter dan suster memindahkan tubuh Dyah ke brankar dan kembali memasang alat pernafasan juga infus.
" Dokter apa kami boleh masuk ke dalam? " papi Ammar.
" Itu lebih baik tuan pasien akan merasa senang kalau banyak orang yang menyayanginya dan seringlah ajaknya bicara" kata dokter. Dokter pamit harus memeriksa pasien lainnya.
Azka dan Akbar duduk di sofa sambil melihat lainnya bicara dengan Dyah.
" Gracya bisa bawa sikembar kesini aku ingin mereka berada disini mungkin Dyah ingin melihat mereka setelah sadar" kata Azka.
Gracya menanggukan kepalanya dengan bantuan mami Atika juga Akbar mereka membawa si kembar ke ruang rawat Dyah.
" Bunda Ira kangen kapan bunda pulang" kata Aquira, memegang tangan Dyah.
" Kakak, Fathan mendapat nilai seratus saat ulangan" kata Fathan, menunjukan nilainya pada Dyah.
" Aquira juga bunda, Ira mendapat nilai bintang yang banyak" kata Aquira, menunjuk gambar yang dia buat di sekolah, papi Ammar mengelus kepalanya.
__ADS_1
Gracya dan lainya kembali ke ruang rawat Dyah dengan si kembar, Aquira dan Fathan bahagia melihat Diaz dan Dika tidur di tempat tidurnya.