CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 86


__ADS_3

" Hahaha" Lana tertawa mengejek Azka, Lana melepas tangan Azka dari kerah bajunya dan mendekati Helena dan membantunya berdiri.


" Sayang katakan padanya benarkah aku berniat memanfaatkanmu untuk menghancurkannya" kata Lana menatap Helena dengan lembut dan mengusap pipinya.


" Nggk ada yang memanfaatkanku ini semua karena dirimu Azka, kamu meninggalkan diriku sendiri di sana tanpa memberiku kabar sedikit pun. Bahkan ketika aku menemuimu sangat berharap kamu akan merasa bahagia melihatku datang, tapi apa yang kamu perbuat bersikap dingin dan menatap pengasuh itu yang sebelumnya tatapan itu untukku. Itulah membuatku semakin ingin menghancurkanmu" teriak Helena menunjuk Azka.


Azka tersenyum dan menatap Helena. " Itulah perbedaanmu dengannya aku sering bersikap dingin padanya bahkan mengeluarkan emosiku tapi dia hanya diam, sedangkan kamu sendiri untuk mendapatkan perhatianku kamu merencanakan pernikahan ini. Kamu kira aku tak tahu kamu pernah mengancamnya" kata Azka.


" Apa maksudmu? " Helena. Azka tersenyum memegang dagu Helena. " Kamu kira aku tak tahu kalau kamu itu hanya pura-pura menyayangi putriku bahkan kamu beraninya mengancamnya" kata Azka.


Helena kembali mengingat ketika dia mengancam Dyah dan katanya pada asistennya dia akan memasukan Aquira ke panti asuhan.


" Akbar bawa dia masuk" kata Azka, menatap tajam ke arah Helena, Akbar menanggukan kepalanya dia memanggil anak buahnya.


Betapa terkejutnya Helena melihat asistennya di tahan oleh anak buah Azka.

__ADS_1


" Sepertinya kamu sudah mengetahuinya" kata Azka. " Helena maafkan aku mereka mendengar pembicaraanku dengan temanku soal kamu ingin memasukan putrinya ke panti asuhan" kata asisten Helena.


Plak


Azka menampar Helena hingga mengeluarkan darahnya.


" Kamu kira aku akan membiarkanmu membawa putriku ke panti asuhan buang fikiran itu di kepalamu" kata Azka.


Helena berdiri dengan senyuman. " Benar aku skan memasukan putrimu itu ke panti asuhan karena dia tak pernah memandangku dan bahkan dia memanggil pengasuh itu dengan sebutkan bunda, aku tak menyukainya" teriak Helena.


Akbar memanggil anak buahnya untuk membawa mereka ke kantor polisi.


" Azka, kamu tidak dapat membawaku karena kalian tidak bukti" kata Lana dengan tegas.


" Kau kira aku kesini tak ada persiapan orang yang kau sewa untuk mengganti bahan baku dengan yang rusak sudah berada di kantor polisi dan kalian akan bertemu disana, kalian bawa mereka" kata Azka, pada anak buahnya.

__ADS_1


Helena terus memberontak untuk dilepaskan bahkan dia memohon tapi Azka tak mau mendengarnya.


Azka dan Akbar juga meninggalkan hotel semua orang saling berbisik melihat Helena , Lana dan asistennya di tarik oleh anak buah Azka.


" Lihat bukankah itu model terkenal Helena, ada apa dengannya? " orang melihatnya, mengsmbil gambar membuat Helena menundukan kepalanya.


Mereka menuju ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian, dengan bukti yang diberikan oleh Azka pada polisi Lana dan orang suruhannya di masukan ke dalam penjara.


Sedangkan Helena dan asistennya meski tak masuk penjara mereka sebagai saksi kalau benar Lana yang merencanakannya.


" Akbar putuskan semua kerja sama kita dengan agensi yang bekerja sama dengannya, Helena jika aku melihatmu sekitarku lagi tak hanya karirmu yang hancur tapi juga hidupmu " kata Azka menatap tajam pada Helena.


Helena dan asistennya tak bisa berbuat apa lagi karirnya sebagai model sudah hancur agensi yang menaungannya tidak mau lagi memakainya karena Azka telah memutuskan kerja samanya.


" Tuan muda, anda baik saja" kata Akbar yang khawatir dengan Azka. " Aku baik saja ayo bersiap untuk pulang, aku harus mengurus sesuatu" kata Azka, Akbar menanggukan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2