
Selly dan ibunya baru saja pulang dari mall menghabiskan seratus lima puluh juta hanya untuk shopping, karena merasa lelah mereka memutuskan pulang Selly sangat merasa bahagia karena mendapatkan gaun yang ia inginkan.
Selly berharap dengan gaun ini ia akan menggoda Azka dan dengan percaya Azka akan tergoda maka ia akan menghilangkan Dyah dan Aquira dari hidup Azka, Dia tak ingin mereka menikmati harta kekayaan keluarga Alexanders itulah dalam fikirannya.
Dengan wajah senang mereka masuk ke dalam rumah saat baru saja melangkah masuk terdengar suara mengeramkan.
" Darimana saja kalian, ha. Kalian shopping lagi" kata Robert, dengan nada yang keras, ia melihat banyaknya paber bag di tangan idtri dan putrinya.
" Papi ini tahu sendirikan kami suka sekali shpping apalagi ada barang yang baru sayang dilewati" kata Violit, mencoba mendekati suaminya Selly menanggukan kepalanya.
" Kalian tahu sendiri keadaan perusahaan tidak stabil kita harus hemat apalagi sekarang para investor satu persatu menarik dananya" kata Robert, dengan lemah dan duduk di sofa.
Selly dan Violit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Robert dan mereka duduk di samping Robert.
" Sekarang kita harus gimana pi mami tak ingin jatuh miskin" kata Violit, dengan menggerutu Selly hanya menatap papinyadengan kesal karena mereka akan jatuh miskin dan dia belum siap kehilangan kemewahan ini.
Bibi datang dan mengatakan kalau Hudrig datang, Hurig merupakan asisten Robert dia selama ini mengurus semua pekerjaan yang di perintah oleh Robert termasuk hal buruk sekali pun.
" Tuan saya sudah menemukan penyebab para investor menarik dananya dari perusahaan" kata Hudrig.
" Katakan" kata Robert.
" Tuan para investor mendapatkan proyek yang menggiurkan hingga mereka lebih tertarik dengan hal ini, bahkan mereka mendanai proyek itu dengan harga yang besar" kata Hudrig.
" Apa maksudmu, Hudrig mereka mendapatkan proyek besar dan mendanai harga yang tinggi dengan suka rela " kata Robert, tidak percaya yang di sampaikan oleh asistennya.
" Tuan mereka mendapat proyek besar dari perusahaan Alexanders Group, mereka akan membangun wisata laut di sebuah pulau dan mendapatkan keuntungan yang besar makanya mereka rela memberikan dana yang besar" kata Hudrig.
Robert dan lainnya terkejut mendengar perkataan Hudrig.
" Kita tak pernah membuat masalah dengan mereka " kata Robert, merasa bingung sejak kejadian di restoran dia dan papi Ammar belum bertemu lagi.
Selly mengingat kejadian di perusahaan Alexanders dia membuat masalah dengan idtri Azka dan tetlihatnya Azka marah besar.
__ADS_1
" Apakah karena kejadian kemaren" kata Selly, merasa takut dengan suara yang lirih tetap dapat di dengar oleh lainnya.
Robert mendekati sang putri dan mencengkram pundaknya hingga Selly kesakitan.
" Papi" kata Violit. mencoba mecegah suaminya tapi melihat tatapan tajam dari sotot mata suaminya hanya bisa diam.
" Selly cepat katakan pada papi apa makdud dari perkataanmu" tekan Robert. Selly menahan rasa sakit yang dia rasakan tak ingin melihat kemarahan papinya terpaksa ia mengatakan apa yang dia lakukan di perusahaan Azka.
Plak
Robert menampar wajah putrinya hingga merah. " Papi" kata Violit menutup mulutnya.
" Maafkan Selly pi, Selly mendatangi perusahaan Alexanders untuk melihat seperti apa rupa Azka Alexanders, Selly tidak menyangka kalau wanita itu datang dan Selly marah karena semua orang menghormatinya padahal dia hanya biasa saja" kata Selly, memegang pipinya menahan rasa sakit.
" Papi menurut mami putri kita tak salah mereka pasti buta tak dapat melihat kecantikan putri kita, mami yakin mereka hanya takut jika Azka marah tidak menghormati istrinya" Violit mencoba membela putrinya Selly menanggukan kepalanya dan tersenyum sinis.
" Jika putri kita berhasil menggaet Azka Alexanders itu bagus untuk kita" kata Violit, memeluk putrinya, Hudrig hanya melihat tingkah bos dan keluarga kecilnya.
" Hudrig menurutmu kita harus gimana kita takkan bisa membujuk mereka" kata Robert, menghela nafasnya secara kasar.
Robert menanggukan kepalanya Selly tidak setuju kalau harus meninggalkan kota dia takkan bisa lagi menggoda Azka, tapi mrlihat tatapan Robert terpaksa Selly setuju tapi dia akan membalasnya suatu saat.
Robert memerintahkan Hudrig mengatur semuanya mereka akan meninggalkan kota dan memilih negara Australia untuk memulainya kebetulan ada rumah peninggalan Robert di sana. Robert menjual semua properti yang tersisa termasuk rumahnya.
Keesokan harinya televisi di hebohkan dengan berita kebangkrutan Robert Zract dan meninggalkan kota.
Di Perusahaan Alexanders Group Axka tersenyum bahagia mendengar berita yang tersebar baik televisi maupun media sosial.
" Aku masih berbuat baik pada kalian karena mengisakan saham semoga kalian tak berbuat ulah lagi, jika kalian berani membuat masalah pada keluargaku aku takkan mengampuni kalian" guman Azka, memainkan pulpennya.
Kediaman keluarga Alexanders
Papi Ammar hanya bisa menghela nafasnyadia sudah tahu ini pasti perbuatan putra, papi Ammar hanya berharap sahabatnya sudah menyadari kesalahannya.
__ADS_1
Papi Ammar menemui istri dan menantunya di ruang tengah tengah menyaksikan drama korea, entah kenapa sejak kehamilan empat bulan Dyah sangat menyukai drama korea. Makanya mami Atika membeli kaset DVD drama korea agar menantunya senang.
Saat menyaksikan drama korea Dyah tersenyum melihat peran utama wanitanya mengendarai motor gede hingga dia juga menginginkannya.
" Papi, mami" kata Dyah, dengan wajah yang berbinar mami Atika dan papi Ammar tersenyum mereka tahu kalau menantubya sedang menginginkan sesuatu.
" Papi ada motor gede nggk? " Dyah.
"Papi nggk ada sayang memangnya untuk spa kamu menangatakan hal itu" kata papi Ammar, tiba saja perasaannya buruk.
Dyah menjadi sedih mendengarnya mami Atika tidak tega melihat kesedihan menantunya apalagi sedang mengandung kembar.
" Sayang katakanlah agar kami mengerti" kata mami Atika.
" Dyah ingin menaiki motor gede mi, itu pasti menyenangkan" kata Dyah, dengan bahagianya sampai matanya berbinar.
Mami Atika menatap suaminya yang menggelengkan kepalanya sebenarnya mami Atika juga keberatan tapi melihat kesedihan menantunya dia tak tega.
" Coba kamu hubungi Azka, sayang" kata mami Atika, tak bisa berbuat apalagi.
" Mami" kata papi Ammar, dengan lirihnya mami Atika menggelengkan kepalanya.
Dengan bahagianya Dyah menghubungi suaminya saat ini Azka sedang berada di ruangannya memeriksa laporan yang di berikan oleh sekretarisnya.
Azka tersenyum melihat panggilan dari istrinya.
" Assalamualaikum, sayang sepertinya istri mas ini merindukan mas padahal sebentar lagi mas akan pulang" kata Azka, memberikan laporan pada sekretarisnya telah ia tanda tangani meminta sekretarisnya meninggalkan ruangannya.
Sekretarisnya merasa bersyukur sejak bosnya menikah dengan Dyah,Azka tidak lagi marah kecuali kesalahan yang besar.
" Syukurlah mas mau pulang mas Dyah ingin" kata Dyah.
" Istri mas sedang menginginkan sesuatu baiklah sebelum pulang mas akan membelinya" kata Azka, tersenyum.
__ADS_1
" Mas Dyah ingin motor gede"