CEO Dan Pengasuh Cantik

CEO Dan Pengasuh Cantik
Episode 151


__ADS_3

Dyah dengan perut buncitnya sedang masak di bantu oleh bibi Ina awalnya bibi melarangnya tapi karena keras kepala Dyah bibi Ina tak dapat berbuat apa, Bibi Ina membantunya agar nona mudanya tidak terlalu lelah.


Mami Atika dan papi Ammar turun dari tangga dengan penampilan rapi seperti mau pergi, saat melewati dapur mami Atika tak sengaja melihat menantunya masak di dapur.


" Sayang, biar bibi yang masak kamu sedang hamil" kata mami Atika, mendekati Fyah.


Dyah tersenyum. " Dyah ingin ke perusahaan mi dan membawakan makanan untuk mas Azka" kata Dyah.


" Mami, papi mau kemana? " Dyah melihat mertuanya sudah rapi.


" Kami mau bertemu teman, ingat kamu diantar supir, sayang sudah menghubungi Azka? papi Ammar, Dyah tersenyum.


" Papi ini pasti Dyah ingin memberikan kejutan untuk suaminya ayo kita berangkat sekarang " kata mami Atika, Dyah mencium tangan mertuanya papi mencium kening menantunya dan mami atika tidak lupa mengelus perut Dyah.


Mami Atika dan papi Ammar pergi salah satu restoran mewah bertemu dengan sahabat yang sudah lama tak bertemu di antar oleh supir pribadi.


Restoran


Mami Atika dan papi Ammar sudah sampai di restoran mereka di sambut oleh pelayan.


" Tuan nyonya silahkan masuk apakah ada yang bisa saya bantu atau sudah memesan tempat" kata pelayan, merasa kagum melihat meteka walau usia tidak muda lagi mami Atika dan papi Ammar tetap mengeluarkan kharismanya apalagi papi Ammar merupakan pemilik perusahaan Alexanders Group walau sekarang di pegang oleh sang putra.


" Saya sudah memesan tempat atas nama tuan Alexanders" kata papi Ammar, dengan dinginnya, pelayan merasa gugup dan mengantar mereka ke ruang VVIP.


Pelayan membuka pintu ternyata sudah ada pasangan suami istri dan anak mereka, pelayan mempersilahkan mereka masuk.


" Halo Ammar Alexanders kita sudah lama tak bertemu kalau tidak sudah hampir tiga puluh tahun" kata Robert Zract.

__ADS_1


Robert Zract merupakan sahabat papi Ammar sejak zaman kuliah mereka satu kampus dan satu jurusan, sejak lulus mereka berpisah Robert Zract mengikuti orangtuanya di Amerika sejak itu mereka tak pernah bertemu.


" Ya Robert kita sudah lama tak bertemu dan sekarang kita sudah tua" kata papi Ammar, menyambut tangan sahabatnya.


" Bert kenalkan ini istriku, Atika Alexanders" kata papi Ammar, Mami Atika bersalaman pada mereka dan memperkenalkan dirinya.


" Ini Violita Zract istriku dan Selly Zract putriku baru saja menyelesaikan studi S2 di london jurusan Bisnis dan saat ini ia sedang mencari pekerjaan" kata Robert, dengan bangganya Violita dan Selly tersenyum manis berharap mereka di depannya mengatakan selamat.


Mami Atika sudah merasa kalau orang ini di depannya memiliki hal lain.


" Ammar bukannya kamu memiliki putra dan ia yang mengurus perusahaanmu gimana putriku bekerja di sana dan menjadi sekretarisnya dan siapa sangka mereka bisa akrab" kata Robert dengan percaya diri.


Papi Ammar hanya senyum mendengar sahabatnya sangat terlihat jelas ia ingin mendekati putrinya dengan putranya, mami Atika hanya menatap ke arah suaminya ia tahu suaminya pasti akan mengurusnya.


" Nanti akan ku bicarakan dengan Azka siapa tahu ada posisi yang cocok" kata papi Ammar, Selly sudah dengan percayanya akan berhasil mendapatkan Azka.


" Jadi kalian sudah memiliki cucu" kata Violit, merasa kaget karena Azka sudah menikah dan memiliki cucu.


" Robert kami pergi dulu cucu kami pasti sudah pulang sekolah dan menantu kami tak ada di rumah ia sedang mengantar makanan untuk Azka" kata papi Ammar, mulai malas menghadapi sahabatnya, mereka hanya tersenyum masam dan melihat kepergian


" Papi, mami. Selly sudah mencari tahu siapa Azka Alexanders dan kabar yang Selly terima ia duda memiliki anak, apa mungkin mereka bohong pi" kata Selly.


" Itu pasti nak kamu jangan menyerah untuk mendapatkan Azka Alexanders itu akan membantu kita untuk nantinya, apalagi kamu berhasil menjadi nyonya Alexanders kita tak perlu lagi dalam mencari dana untuk perusahaan kita mulai turun" kata Violit, dengaj senyum licik, Robert menyetujui apa yang dikatakan oleh istrinya karena perusahaannya sedang membutuhkan dana.


Dyah selesai meletakan makanan di kotak makanan ia membawa banyak selain untuk Azka Dyah juga ingin makan bersama suaminya.


" Bunda mau kemana?" Aquira, turun dari rangga ia baru saja pulang sekolah dan sudah berganti pakaian.

__ADS_1


" Bunda mau ke perusahaan mengantar makanan untuk papi putri bunda ingin ikut" kata Dyah.


" Ya Bunda Ira ingin ikut om Fathan belum pulang dari sekolah" kata Aquira, Fathan ada kegiatan ekskrakuler makanya belum pulang, Dyah tersenyum dan menanggukan kepalanya.


Bibi Ina membawa kotak makanan ke mobil memanggil supir mengantar Dyah ke perusahaan Alexanders Group.


Selama perjalanan pulangan mami Atika menggerutu ia sangat tidak menyukai sahabat suaminya sangat terlihat jelas ia ingin mendekati putrinya dan putranya dan papi Ammar hanya diam tanpa menanggapi perkataan istrinya. .


Perusahaan Alexanders Group.


Ternyata Selly Zract tidak ingin menyiakan kesempatan untuk mendekati Azka setelah mami Atika dan papi Ammar meninggalkan mereka di restoran, Selly segera mrnemui Azka di perusahaan Robert dan Violit memberi semangat pada putrinya.


Azka dan Akbar sedang berada di ruang rapat membicarakan proyek baru yang mereka tangani mereka mendapat proyek membangun sekolah di pedesaan, Azka sangat antusias dalam mengerjakan proyek ini.


Dyah dan Aquira sudah sampai di perusahaan Alexanders bertepatan dengan Selly yang baru saja turun dari mobil, Selly melihat gedung perusahaan ini sangat tinggi ia tersenyum.


" Aku pasti bisa mendapatkannya dan menjadi nyonya Alexanders" guman Selly, menatap penuh kagum terhadap perusahaan di hadapannya.


Resepsionis melihatnya datang menyambutnya dengan senyum dan ramah, Azka sudah memberi aturan bagi resepsionis ia tak ingin kejadian Dyah datang terjadi lagi.


" Selamat datang nona apakah ada yang bisa saya bantu? " resepsionis, Selly menatap resepsionis dengan sinis.


" Aku" perkataan Selly terpotong karena Dyah dan Aquira masuk dan resepsionis melewatinya dan menyambut kedatangan ustri dari bosnya.


" Selamat datang nona muda, nona kecil" kata resepsionis, dengan hormat pada Dyah, Dyah tersenyum diikuti oleh Aquira.


Selly menatap Dyah yang baru saja datang dengan tatapan sinis dan marah beraninya resepsionis ini mengacuhkannya.

__ADS_1


" Hei kamu"


__ADS_2